News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nasib Pilu Anak Lumpuh yang Diikat di Tiang Rumah, Berlumur Kotoran dan Bau Pesing

Setiap harinya, Eko hanya ditinggal seorang diri di atas tikar lusuh di lantai beralaskan tanah yang sudah bercampur dengan bau dan kotorannya
  • Reporter :
  • Editor :
Senin, 14 Februari 2022 - 11:44 WIB
Eko, anak dengan keterbatasan yang diikat ibunya sendiri
Sumber :
  • Miftakhul Erfan

Ngawi, Jawa Timur - Nasib memilukan dialami Eko Saputra, bocah berusia 10 tahun yang mengalami kelumpuhan sejak lahir. Anak ini terpaksa diikat di dalam rumah oleh ibunya Ernawati (32) di rumah orang tuanya di Desa Kandangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Setiap harinya, Eko hanya ditinggal seorang diri di atas tikar lusuh di lantai beralaskan tanah yang sudah bercampur dengan bau dan kotorannya karena kakek dan neneknya setiap paginya bekerja di sawah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara Ernawati ibunya kini telah tinggal dengan suami barunya di Desa Watualang Kecamatan-Kabupaten Ngawi. Ernawati setiap paginya menjenguk Eko di rumah orang tuanya untuk memberi sarapan kemudian ditinggal lagi untuk bekerja.

Ernawati mengaku terpaksa mengikat anaknya agar tidak keluar rumah saat ditinggal bekerja, karena selain tidak ada yang mengurus, dikhawatirkan juga akan membahayakan keselamatan ya. 

“Ya biar nggak keluar rumah, soalnya kalo nggak diikat gini keluar ke mana mana anaknya, caranya ya guling-guling gitu, soalnya kan dianya gak bisa jalan sejak lahir," Kata Ernawati saat menjenguk anaknya, Senin (14/2/2022)

Ernawati menjelaskan, kalo kelumpuhan yang dialami anaknya ini sejak baru lahir, berawal dari panas tinggi sampai kejang-kejang. 

"Karena nggak ada biaya, ya terpaksa Eko hanya diberi obat warung," ungkapnya.

Sementara, Ernawati berharap adanya bantuan dari pemerintah agar Eko Saputra bisa sembuh dan bisa bermain seperti layaknya anak-anak seusianya. 

Namun berbeda dengan keterangan para tetangga, Katini (56) sebenarnya tetangga dan warga sekitar kasihan dengan kondisi Eko. Bahkan Katini menceritakan, awalnya Eko terlihat normal, tetapi karena keadaan dan orang tuanya tertutup, warga tak bisa berbuat banyak.

“Sebenarnya anak itu dulunya normal ya mas, tapi ya karena perawatan orang tuanya ya seperti itu akibatnya ya gitu gak bisa jalan. Memang kondisi mereka kurang mampu," terang Kartini. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kartini mengaku kasihan pada Eko dan pernah memberikan saran. Tetapi respons ibunya membuat Kartini tak nyaman.

"Sebenarnya saya itu kasihan, tapi mau gimana ya kalau tetangga mau kasih saran, ibunya itu malah bilang gini, biar wong ya anak-anak saya sendiri, gitu. Jadi anak itu sering ditinggal sendirian di rumah, karena kakek neneknya bekerja terus, ibunya juga sama," tamnbahnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.
Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Rasa duka menyelimuti kediaman almarhumah Nurlaela di Kampung Ceger, Cikarang Timur, saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang berkunjung, Selasa (28/4). 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT