News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Vaksin Anak Berhadiah Doorprize Uang 100 Ribu Rupiah

Beragam cara dilakukan untuk menarik minat peserta vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun. Kali ini,  sebanyak 205 siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Rosyid Ngumpak Dalem, Dander, Bojonegoro mendapat hiburan badut, hadiah es krim, serta  doorpize 100 ribu Rupiah saat mengikuti vaksinasi di Pondok Pesantrean Al-Rosyid. Semua itu adalah upaya yang dilakukan oleh Polres Bojonegoro.
Rabu, 12 Januari 2022 - 16:48 WIB
Salah seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Rosyid mendapatkan suntikan vaksin.
Sumber :
  • tvone - dewi rina

Bojonegoro, Jawa Timur – Beragam cara dilakukan untuk menarik minat peserta vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun. Kali ini,  sebanyak 205 siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Rosyid Ngumpak Dalem, Dander, Bojonegoro mendapat hiburan badut, hadiah es krim, serta  doorpize 100 ribu Rupiah saat mengikuti vaksinasi di Pondok Pesantrean Al-Rosyid. Semua itu adalah upaya yang dilakukan oleh Polres Bojonegoro.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Muhammad didampingi K.H. Alamul Huda atau biasa dipanggil Gus Huda, pengasuh Pondok Pesantren Al Rosyid membagikan es krim ke anak –anak agar merasa nyaman dan senang mengikuti kegiatan vaksin.  Sebelum divaksin, mereka terlebih dahulu dicek kondisi kesehatannya satu per satu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sampai dengan kemarin, (vaksinasi anak) sudah di angka 51 persen dan diharapkan target kita minggu depan sudah mencapai 100 persen. Maka, kita bekerja sama dengan lintas pendidikan, kesehatan, dan dari para pengurus pondok pesantren. Nanti, kita bergerak di pesantren dan sekolah lain,” ujar Kapolres Bojonegoro, AKBP Muhammad.

Agar anak anak senang mengikuti vaksinasi, Polres Bojonegoro memiliki cara lain dengan cara mendatangkan badut dan memberikan hadiah.

“Banyak cara yang mengajak adik-adik kita dengan cara mendatangkan badut, memberikan es krim.  Kita berikan hadiah untuk menghilangkan rasa takut,” pungkasnya.

Meskipun ada yang menangis histeris karena menolak untuk divaksin, namun beberapa siswa justru sangat antusias dan merasa senang karena mendapat hadiah botol minum serta es krim.

Bahkan, ada pula yang mendapat doorprize uang 100 ribu Rupiah.

Pihak pengasuh Ponpes Al-Rosyid, Gus Huda mengatakan sangat mendukung program vaksinasi yang dilakukan pemerintah. 

“Dengan adanya kerjasama ini, semakin memudahkan anak didik mendapatkan vaksin gratis,” ucap Gus Huda. (Dewi/Ard)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT