News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Update, Ulat Bulu Masih terlihat, Siswa SDN Kranggan 3 Kembali Dipulangkan Lebih Awal

Ulat bulu yang menyerang pepohonan di SDN Kranggan 3 Kecamatan Kranggan, Mojokerto masih terlihat, Jumat (26/4/2024) meski sebelumnya telah dilakukan pembasmian
Jumat, 26 April 2024 - 13:24 WIB
Penyemprotasn pestisida untuk membasmi ulat bulu
Sumber :
  • handi firmansyah

Mojokerto, tvOnenews.com - Ulat bulu yang menyerang pepohonan di SDN Kranggan 3, Jalan Irian Jaya, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, masih terlihat, Jumat (26/4/2024). Meski sudah banyak ulat bulu yang mati setelah dilakukan penyemprotan sebelumnya, pihak sekolah terus melakukan pembasmian dengan kembali melakukan penyemprotan pestisida.

Berdasarkan pantauan, terlihat di bawah setiap pohon yang di semprot pestisida pada Kamis (25/4) kemarin, banyak ditemukan ulat bulu yang sudah mati. Ratusan ulat bulu ini diperkirakan sebelumnya bersarang di atas pohon, dan jatuh setelah terkena semprotan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tadi pagi saya dikasih info dari penjaga sekolah, kalau ulatnya banyak, kondisinya sudah mati," terang Djimin, Kepala SDN Kranggan 3, yang ditemui di halaman sekolah.

Meski banyak ditemukan sudah mati, namun pihak sekolah terus berupaya untuk melakukan pembasmian ulat bulu tersebut. Sebab diperkirakan masih ada indukan. Pihak sekolah bersama dengan petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Mojokerto, melakukan penyemprotan pestisida dengan menggunakan mobil crane. Penggunaan mobil crane tersebut, agar bisa menjangkau ujung pohon yang paling tinggi.

"Kita berkoodinasi dengan DLH, untuk membasmi ulat bulu yang bersarang di atas pohon. Kemungkinan masih ada yang dibagian atas, biar semua habis," ujar Djimin.

Pembasmian ulat bulu tersebut, juga membuat pihak sekolah memulangkan seluruh siswa lebih awal dari jam pelajaran semestianya.

"Sudah koordinasi dengan Dinas Pendidikan, untuk memulangkan siswa, karena ada penanganan ulat bulu," imbuhnya.

Setelah dilakukan penyemprotan, rencananya sembilan pohon yang berada di halaman sekolah ini akan dipangkas untuk mengantisipasi dijadikan tempat berkembang biak ulat bulu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sekarang disemprot dulu, biar telu-telur ulat bulu juga ikut mati. Hari senin pohonnya kita pangkas, agar tidak ada ulat bulu yang bersarang dan siswa bisa belajar dan bermain di sekolah dengan tenang, tanpa khawatir akan serangan ulat bulu," tandasnya.

Sebelumnya, ulat bulu menyerang SDN Kranggan 3 Kota Mojokerto sejak tiga bulan terakhir dan menyebabkan lima siswa mengalami gatal-gatal dan bentol di kulitnya, karena terkena ulat bulu. Tak hanya siswa, sejumlah guru juga terkena ulat bulu tersebut. (hfh/far)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT