News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pelepas Dahaga saat Berbuka Puasa, Es Sharbat Khas Pakistan, Ramai Diburu Warga di kawasan Religi Sunan Ampel Surabaya

Saat buka puasa, rasanya tak afdol jika tidak diawali dengan minuman manis segar pelepas dahaga. Di Ampel Surabaya, ada sajian es kharboz sharbat Khas Pakistan
Senin, 18 Maret 2024 - 16:10 WIB
Es Sharbat khas Pakistan di kawasan Religi Sunan Ampel Surabaya
Sumber :
  • tim tvone - zainal ashari

Surabaya, tvOnenews.com - Saat berbuka puasa, rasanya tak afdol jika tidak diawali dengan minuman manis segar pelepas dahaga. Di Ampel Surabaya, ada sajian es kharboz sharbat Khas Pakistan, yang merupakan minuman kudapan buah dan sirup, yang selalu ramai ditunggu warga yang ingin menikmati es khas Pakistan ini.

Terlebih pemilik restoran, khusus di bulan Ramadhan membagikan gratis bagi warga sekitar maupun para peziarah yang datang ke kawasan religi Sunan Ampel Surabaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Masyaallah khusus bulan Ramadhan semua dapat minum gratis, pengunjung warga dan peziarah semua boleh minum minuman segar ini,” kata Rafiullah, pemilik kedai masakan MKR khas Pakistan, Senin (18/3). 

Mulai pukul 16.00, suasana jalan raya Ampel Surabaya penuh dengan ratusan warga, yang mengantri untuk bisa mendapatkan minuman segar khas Pakistan, yakni kharboz khas sharbat. Sejenis minuman es sirup dengan toping aneka buah segar, diantaranya apel, semangka, jeruk lemon dan jambu biji atau guava.

“Saya sudah 5 tahun di Surabaya. Masyarakat disini baik, saya sedekah minuman khas Pakistan ini setiap Ramadhan sampai 200 hingga 300 pack minuman,” tambah Raffi.

Sepintas es segar ini mirip es buah yang ada di Indonesia, namun campuran selasih dan sejenis agar-agar khas Pakistan, membuat es ini terasa berbeda dan banyak ditunggu warga yang rela mengantri satu jam sebelum waktu berbuka.

“Enak banget esnya, segar banget mirip es buah, tapi rasanya lebih strong dan harum,” ujar Indah, salah satu pengunjung resto dari Sepanjang-Sidoarjo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bila Anda berada di kawasan religi Sunan Ampel, rasanya tidak afdol jika anda tidak mencoba minuman segar khas Pakistan yang lazim disajikan, dengan sejumlah masakan khas Pakistan, seperti nasi bhukori, nasi uzbek dengan kudapan kambing dan ayam yang terkenal sangat lembut dan lezat.

“Minuman khas Pakistan yang manis sangat nikmat saat berbuka puasa, sekalian coba masakan Pakistan, berbeda dengan masakan Arab yang cenderung manis. Masakan Pakistan ini lebih gurih dan lezat sangat mirip dengan tekstur masakan Indonesia khususnya padang,” tandasnya.
(zaz/hen) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT