News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bentrok Dua Kubu Mahasiswa Unitri di Tlogomas Malang, Satu Rumah Warga Alami Kerusakan

Warga Jalan Raya Tlogomas Gang 1, RT.5/RW 6 Tlogomas, Malang, digegerkan dengan bentrokan dua kubu mahasiswa Unitri asal Sumba Barat dan Sumba Barat Daya, NTT
Kamis, 11 Januari 2024 - 13:03 WIB
Bentrok Dua Kubu Mahasiswa Unitri di Tlogomas Malang, Satu Rumah Warga Alami Kerusakan
Sumber :
  • edi cahyono

Malang, tvOnenews.com - Warga Jalan Raya Tlogomas Gang 1, RT.5/RW.6 Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, digegerkan dengan bentrokan dua kubu mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) asal Sumba Barat dan Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Akibat bentrokan tersebut pintu rumah warga yang dikontrak dan ditempati sejumlah mahasiswa dari Sumba Barat tersebut rusak saat diserang mahasiswa asal Sumba Barat Daya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua RW 6 Kelurahan Tlogomas, Muhammad Shodiq menceritakan jika kejadian ini terjadi pada Rabu (10/1/2024) pukul 14.30 WIB. Saat itu tiba-tiba sekelompok mahasiswa Unitri asal NTT mengamuk dan berteriak mencari kelompok mahasiswa Unitri lain asal.

Kejadian ini membuat suasana kampung mencekam dan membuat warga sekitar memperingatkan kelompok mahasiswa ini agar tidak berbuat onar.

"Salah satu mahasiswa yang membuat onar ini memakai kemeja hitam dan tas. Dia masuk ke salah satu kontrakan untuk mencari kelompok mahasiswa lain. Kontrakan ini diserang hingga pintu dan jendelanya rusak," ujar Shodiq saat dikonfirmasi awak media, Kamis (11/1/2024).

Tak terima mendapatkan serangan, mahasiswa kelompok yang ada di dalam rumah kontrakan memanggil kawan-kawannya. Sehingga terjadi bentrokan antara kedua kelompok ini yang jumlahnya puluhan orang.

"Bentrokan ini ada yang menggunakan golok, batu, dan tangan kosong. Akibatnya ada dua mahasiswa yang terluka dan dilarikan ke rumah sakit," bebernya.

Slamet, petugas keamanan kampung mengatakan, kejadian itu berawal dari seorang mahasiswa dari Sumba Barat Daya datang marah-marah mencari mahasiswa dari Sumba Barat. Warga yang merasa terganggu berusaha menegur mahasiswa asal Sumba Barat agar tidak berbuat onar di kampung.

"Kejadian berawal ada ibu-ibu berteriak di sini. Ada seorang mahasiswa menggunakan kemeja hitam bawa tas berteriak marah-marah mencari anak di rumah kontrakan," ungkap Slamet, di tempat kejadian perkara, Rabu (10/1/2024).

Slamet sempat menanyakan apa permasalahannya dan mengajak mahasiswa tersebut berunding agar tidak terjadi keributan.

"Terus dia tidak terima dan masuk ke gang tempat kontrakan dan bertengkar sama anak kontrakan. Lalu, dia lari ke barat dikejar sama anak-anak kontrakan," kata Slamet.

Tidak berselang lama, mahasiswa asal Sumba Barat Daya datang kembali ke lokasi membawa puluhan teman-temannya dan menyerang mahasiswa asal Sumba Barat yang berada di dalam rumah kontrakan. Bahkan, mereka juga merusak pintu rumah kontrakan.

Sedangkan, mahasiswa dari Sumba Barat mendapat kabar diserang mahasiswa Sumba Barat Daya, datang ke lokasi dan saling lempar batu.

"Saat bentrok, ada yang membawa senjata tajam jenis golok. Setelah itu, saling pukul dan lempar-lemparan, terus warga keluar. Pak lurah yang datang ke sini juga kena lemparan. Ada dua mahasiswa yang terluka dan sudah dilarikan ke rumah sakit," ujarnya.

Sementara itu, Iwan pemilik rumah mengaku mengalami kerugian materil akibat bentrokan dua kubu mahasiswa asal NTT tersebut.

"Kerugian sekitar Rp 3 juta," ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Kapolsek Lowokwaru AKP Anton Widodo mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan terkait kejadian ini. Petugas juga datang ke lokasi untuk mengumpulkan keterangan warga dan para saksi.

"Kami masih mengumpulkan bahan keterangan," pungkasnya. (eco/far)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.
Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Rasa duka menyelimuti kediaman almarhumah Nurlaela di Kampung Ceger, Cikarang Timur, saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang berkunjung, Selasa (28/4). 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT