GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Puluhan Anak Kurang Mampu di Ngawi Jalani Operasi Bibir Sumbing Gratis

Puluhan anak kurang mampu di Ngawi menjalani operasi bibir sumbing dan langit-langit gratis, tanpa dipungut biaya sepeserpun.
Selasa, 12 Desember 2023 - 11:33 WIB
puluhan anak kurang mampu jalani operasi bibir sumbing gratis
Sumber :
  • tim tvone - miftakhul erfan

Ngawi, tvOnenews.com - Puluhan anak kurang mampu di Ngawi menjalani operasi bibir sumbing dan langit-langit gratis, tanpa dipungut biaya sepeserpun. Operasi bibir sumbing ini dilakukan dalam rangka bakti sosial yang digelar oleh Fakultas Kedokteran Universitas Jember yang bekerja sama dengan RSU At-Tin Husada Ngawi, Selasa (12/12). 

Bakti sosial operasi gratis bibir sumbing dan langit-langit yang diadakan di rumah sakit At-Tin Husada Ngawi pada gelombang ke 3 ini, diikuti oleh 8 pasien yang semuanya anak-anak balita. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

dr. Prima Digita Edhastian, Direktur RS At Atin Husada Ngawi mengatakan bakti sosial Fakultas Kedokteran Universitas Jember yang disuport sepenuhnya oleh sebuah badan amal internasional untuk anak-anak “Smile Tren Indonesia” ini, sudah dilakukan kali ketiga dan berhasil membantu 40 an pasien anak-anak yang mengalami cacat bibir sumbing dan langit-langit.

“Memang baksos operasi bibir sumbing gratis ini sifatnya insidentil ya, namun sudah kami lakukan dengan pihak Fakultas Kedokteran Universitas Jember yang ketiga kalinya, dan InsyaAllah baksos seperti ini akan kami upayakan lagi agar bisa membantu anak-anak yang memiliki cacat bawaan atau bibir sumbing yang memang membutuhkan uluran tangan,” kata dr Prima. 

dr. Prima mengakui bahwa rata-rata peserta dari baksos operasi bibir sumbing dan langit-langit ini adalah anak dan balita dari keluarga miskin. Bahkan mereka ini ditemukan oleh relawan kesehatan di bawah naungan Kemensos yang sengaja mencari dan memberikan sosialisasi agar anak-anak tersebut bisa ditangani. 

“Memang pengetahuan dan informasi ke masyarakat kurang ya, selain terkendala biaya mereka juga tidak mengetahui bahwa ada banyak program pemerintah yang membiayai operasi bibir sumbing seperti saat ini yang dilakukan oleh fakultas kedokteran universitas Jember,” imbuhnya. 

Operasi bibir sumbing ini sendiri langsung ditangani oleh dr. Ulfa Alfiah dokter spesialis bedah plastik dibantu dokter anastesi dari Fakultas Kedokteran Universitas Jember serta para asisten yang difasilitasi oleh rumah sakit At-Tin Husada Ngawi.

dr. Ulfa Alfiah dokter bedah plastik sebagai operator operasi ini mengatakan bahwa kelainan atau cacat bawaan yang menyebabkan bibir sumbing ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya faktor genetik atau keturunan, kurangnya gizi pada janin serta lingkungan kurang sehat serta adanya dampak dari zat-zat kimia seperti pestisida. 

“Selain faktor genetik, seperti faktor asam folat yang mempengaruhi perkembangan janin ada juga dari hasil penelitian bahwasanya pengaruh zat-zat kimia di lingkungan seperti halnya keberadaan pestisida bagi petani yang penyimpanannya sembarangan bisa juga menjadi faktor terjadinya bibir sumbing,” ucap dr. Ulfa.

Bagi keluarga pasien, Aminah (40) warga Ngawi mengatakan kegiatan bakti sosial dari Fakultas Kedokteran Universitas Jember ini sangat membantu baik dari sisi bebas biaya juga untuk kepentingan masa depan anak- anak penderita bibir sumbing. Sehingga si anak akan tumbuh normal seperti anak-anak seusianya tanpa minder karena cacat bibir sumbing. 

“Alhamdulillah ini sangat membantu mas, selain faktor biaya yang memang gratis juga pasca operasi ini si anak nanti bisa tumbuh normal seperti anak-anak lainnya,” tandas Aminah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pihak RSU At-Tin Husada Ngawi memastikan biaya operasi bibir sumbing seluruhnya gratis mulai dari pendaftaran, operasi, observasi pasca operasi hingga kontrol dan tahapan pengobatan selesai. Diharapkan baksos bibir sumbing ini bisa membantu anak-anak dari masyarakat miskin di Ngawi.

Meskipun baksos ini sudah kali ketiga dilakukan di Ngawi, namun kelainan bawaan ini masih sulit tertangani karena asumsi masyarakat yang salah tentang bibir sumbing. Selain faktor biaya juga faktor SDM yang menganggap cacat bibir sumbing ini adalah aib sehingga mereka para orang tua tak mau mengobatkan ke dokter. (men/hen)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pendapat Shin Tae-yong soal Banyak Pemain Timnas Indonesia yang Kini Main di Liga Indonesia

Pendapat Shin Tae-yong soal Banyak Pemain Timnas Indonesia yang Kini Main di Liga Indonesia

Mantan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong angkat bicara terkait fenomena kembalinya sejumlah pemain naturalisasi ke kompetisi domestik Super League. Shin -
Penilaian Shin Tae-yong untuk Pelatih Anyar Timnas Indonesia John Herdman

Penilaian Shin Tae-yong untuk Pelatih Anyar Timnas Indonesia John Herdman

Mantan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong menyambut positif penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru skuad Garuda. Menurut Shin Tae-yong, John Herdman -
Ramalan Zodiak Hari Ini, 21 Februari 2026: Gemini Jangan Abaikan Masalah Kesehatan!

Ramalan Zodiak Hari Ini, 21 Februari 2026: Gemini Jangan Abaikan Masalah Kesehatan!

Simak 12 ramalan zodiak hari ini, 21 Februari 2026, untuk Aries hingga Pisces. Simak prediksi lengkap seputar cinta, karier, dan keuangan kamu di bawah ini!
Siswi SD Dicabuli Seorang Kakek Pedagang Mainan di Deli Serdang, Polisi: Korban Capai 28 Anak-anak

Siswi SD Dicabuli Seorang Kakek Pedagang Mainan di Deli Serdang, Polisi: Korban Capai 28 Anak-anak

Ironis diksi itu yang dialamatkan sebagian warga Sumut ketika mendengar kabar seorang kakek pedagang mainan berinisial L (65) mencabuli siswi SD di Deli Serdang
Komnas HAM Bakal Punya Penyidik, Pigai: Dididik Langsung oleh Kejagung

Komnas HAM Bakal Punya Penyidik, Pigai: Dididik Langsung oleh Kejagung

MenHAM, Natalius Pigai, memastikan revisi Undang-Undang HAM tahun ini akan memberi kewenangan baru kepada Komnas HAM untuk memiliki penyidik sendiri. Menariknya
Bareskrim Beberkan Tabiat AKBP Didik saat Jadi Kapolres Bima, Mulai Terima Serotan Miliaran dari Bandar Narkoba hingga Ancaman

Bareskrim Beberkan Tabiat AKBP Didik saat Jadi Kapolres Bima, Mulai Terima Serotan Miliaran dari Bandar Narkoba hingga Ancaman

AKBP Didik Putra Kuncoro yang merupakan mantan Kapolres Bima, kini Namanya masih menyedot perhatian publik hingga menuai kritik dari sebagian publik karena

Trending

Ramalan Zodiak Hari Ini, 21 Februari 2026: Gemini Jangan Abaikan Masalah Kesehatan!

Ramalan Zodiak Hari Ini, 21 Februari 2026: Gemini Jangan Abaikan Masalah Kesehatan!

Simak 12 ramalan zodiak hari ini, 21 Februari 2026, untuk Aries hingga Pisces. Simak prediksi lengkap seputar cinta, karier, dan keuangan kamu di bawah ini!
Komnas HAM Bakal Punya Penyidik, Pigai: Dididik Langsung oleh Kejagung

Komnas HAM Bakal Punya Penyidik, Pigai: Dididik Langsung oleh Kejagung

MenHAM, Natalius Pigai, memastikan revisi Undang-Undang HAM tahun ini akan memberi kewenangan baru kepada Komnas HAM untuk memiliki penyidik sendiri. Menariknya
Bareskrim Beberkan Tabiat AKBP Didik saat Jadi Kapolres Bima, Mulai Terima Serotan Miliaran dari Bandar Narkoba hingga Ancaman

Bareskrim Beberkan Tabiat AKBP Didik saat Jadi Kapolres Bima, Mulai Terima Serotan Miliaran dari Bandar Narkoba hingga Ancaman

AKBP Didik Putra Kuncoro yang merupakan mantan Kapolres Bima, kini Namanya masih menyedot perhatian publik hingga menuai kritik dari sebagian publik karena
Ketua BEM UGM Surati UNICEF Minta MBG Dihentikan, Pigai: Itu Menentang HAM

Ketua BEM UGM Surati UNICEF Minta MBG Dihentikan, Pigai: Itu Menentang HAM

Langkah BEM UGM yang menyurati United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) dan meminta MBG dihentikan menuai respons keras dari Menteri HAM
Apresiasi untuk Komunitas Game Indonesia: Undian Berhadiah Gadget Digelar Selama Bulan Puasa

Apresiasi untuk Komunitas Game Indonesia: Undian Berhadiah Gadget Digelar Selama Bulan Puasa

Menyambut kemeriahan Bulan Suci Ramadan 2026, sebuah inisiatif menarik dihadirkan bagi komunitas pecinta game di tanah air.
Siswi SD Dicabuli Seorang Kakek Pedagang Mainan di Deli Serdang, Polisi: Korban Capai 28 Anak-anak

Siswi SD Dicabuli Seorang Kakek Pedagang Mainan di Deli Serdang, Polisi: Korban Capai 28 Anak-anak

Ironis diksi itu yang dialamatkan sebagian warga Sumut ketika mendengar kabar seorang kakek pedagang mainan berinisial L (65) mencabuli siswi SD di Deli Serdang
Eks Kapten Jerman Berdarah Surabaya Buka Pintu ke Timnas Indonesia, Bisa Gantikan Posisi Thom Haye

Eks Kapten Jerman Berdarah Surabaya Buka Pintu ke Timnas Indonesia, Bisa Gantikan Posisi Thom Haye

Nama Laurin Ulrich tengah dikaitkan dengan Timnas Indonesia setelah performanya terus menanjak di kompetisi Jerman. Gelandang berdarah Surabaya itu masuk radar?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT