GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

"Hukum Kelabu" di Negeri Ini. Mantan Mentan Ditahan, Eks Ketua KPK Gak Ditahan dalam Kasus yang Sama, Ada Apa?

Kasus hukum di Indonesia, khususnya terhadap mantan Ketua KPK Firli Bahuri dan Wamen Hukum dan HAM Eddy Hianej dalam kasus dugaan suap/korupsi mendapat sorotan
Jumat, 8 Desember 2023 - 16:11 WIB
Prof. Dr. H. Sunarno Edy Wibowo, akademisi hukum Unesa
Sumber :
  • sandi irwanto

Surabaya, tvOnenews.com - Kasus hukum di Indonesia, khususnya terhadap dua mantan pejabat tinggi yang terlibat dalam dugaan suap atau korupsi, yakni mantan Ketua KPK Firli Bahuri dan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusua Eddy Hianej mendapat sorotan dari akademisi hukum di Surabaya. Kedua mantan pejabat tinggi ini tidak ditahan meskipun statusnya sudah ditetapkan sabagai tersangka oleh penyidik. Kasus hukum ini dinilai sebagai “hukum kelabu” di Indonesia.

“Sungguh, kasus hukum tersebut tidak sekadar hukum yang tajam di bawah dan tumpul di atas, melainkan cerminan dari hukum kelabu di negeri ini. Tidak adanya penahanan terhadap dua mantan pejabat tinggi yang telah ditetapkan sebagai tersangka merupakan suatu hal yang membingungkan,” ungkap Prof. Dr. H. Sunarno Edy Wibowo, akademisi hukum Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lelaki yang juga sebagai Guru Besar hukum di ASEAN Univercity Internasional   ini memaparkan, ada kekhawatiran bahwa perlakuan khusus terhadap pejabat tinggi negara, terutama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dapat memberikan kesan istimewa.

“Ketika satu (mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo) ditahan sedangkan yang lain tidak, ini bisa menimbulkan kesan dari masyarakat bahwa ada perlakuan istimewa. Padahal keduanya terlibat kasus yang sama, tapi diperlakukan berbeda,”  ujar Gubes yang akrab disapa Prof Bowo ini.

“Bagaimana kalau keluarga dari Syahrul Yasin Limpo mempertanyakan hal tersebut, kemudian menuntut keadilan? Tentu hal ini preseden buruk dari penegakan hukum di Indonesia, tertuma terkait kasus korupsi, dan melibatkan pejabat tinggi atau mantan pejabat tinggi,” imbuh lelaki yang hobi jogging pagi ini.

“Ini membawa risiko konflik di masyarakat dan perlu dipertimbangkan secara seksama,” ujarnya.

Prof Bowo menggarisbawahi pentingnya menjaga keadilan dan menghindari kesan bahwa hukum bisa dipengaruhi oleh kekuasaan atau jabatan tertentu.

“Sebenarnya itu tidak boleh terjadi, tapi kenyataanya kita banyak mendengar hal semacam itu di negeri ini,” ujarnya.

“Tidak boleh ada pakewuh atau sungkan dalam menerapkan hukum sesuai dengan fakta dan bukti yang ada. Jangan sampai kasus korupsi, yang seharusnya menjadi pertarungan negara melawan tindak pidana korupsi, malah menjadi arena pertarungan kepentingan dan kekuasaan,” ketusnya.

Menurut Prof Bowo, ada sejumlah faktor yang mungkin menjadi alasan penyidik tidak melakukan penahanan.

“Jika tidak cukup bukti, sebaiknya tidak berlebihan dalam menahan. Namun, jika sudah ada bukti yang memadai, penahanan perlu dilakukan agar hukum tidak kehilangan marwahnya,” tegas  Bowo, yang pernah menulis desertasi doktoralnya terkait Money Laundring di kalangan Penjabat Korup ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prof. Bowo menambahkan, bahwa hukum harus berjalan proporsional dan tidak boleh terkesan cuci tangan.

“Pesan saya, jangan sampai tanggung jawab dilempar begitu saja. Proporsionalitas hukum perlu dijaga agar masyarakat percaya bahwa keadilan bisa tercapai,” pungkas Bowo, dengan nada agak geram. (msi/far)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ini Kelemahan 3 Calon Lawan Timnas Indonesia FIFA Series 2026

Ini Kelemahan 3 Calon Lawan Timnas Indonesia FIFA Series 2026

Timnas Indonesia di bawah pelatih anyar John Herdman akan menjamu Bulgaria, Kepulauan Solomon, serta Saint Kitts dan Nevis. Secara teknis, masing-masing tim ...
Top 3 Timnas Indonesia: Kepincut Kualitas Jay Idzes, Keuntungan Winger Keturunan Solo Bela Garuda, Kekuatan Saint Kitts and Nevis

Top 3 Timnas Indonesia: Kepincut Kualitas Jay Idzes, Keuntungan Winger Keturunan Solo Bela Garuda, Kekuatan Saint Kitts and Nevis

Top 3 Timnas Indonesia 14 Februari 2026: bek Como berdarah Jakarta buka peluang bela Garuda, Ilias Alhaft kembali masuk radar naturalisasi, dan analisis kekuatan Saint Kitts and Nevis jelang FIFA Series.
Fix, Ini 3 Asisten Pelatih Lokal Timnas Indonesia yang Dampingi John Herdman

Fix, Ini 3 Asisten Pelatih Lokal Timnas Indonesia yang Dampingi John Herdman

Nova Arianto disebut menjadi satu dari tiga pelatih lokal yang dipercaya mendampingi John Herdman di Timnas Indonesia. Saat ini, sudah ada tiga nama yang resmi
Terungkap, Alasan Utama Polda Sulawesi Selatan Cabut Status Tersangka Eks Calon Wali Kota Palopo Putri Dakka

Terungkap, Alasan Utama Polda Sulawesi Selatan Cabut Status Tersangka Eks Calon Wali Kota Palopo Putri Dakka

Terungkap, alasan utama Ditreskrimum Polda Sulawesi Selatan cabut status tersangka eks calon Wali Kota Palopo, Putriana Hamda Dakka alias Putri Dakka terkait
Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Simak ramalan zodiak 14 Februari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Prediksi lengkap soal cinta, karier, dan keuangan di Hari Valentine.
Negara Dirugikan Rp285 T, Riva Siahaan Dituntut 14 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak Mentah

Negara Dirugikan Rp285 T, Riva Siahaan Dituntut 14 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak Mentah

JPU dari Kejaksaan Agung, Feraldy Abraham Harahap mengatakan, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga tahun 2023, Riva Siahaan, dituntut 14 tahun penjara,

Trending

Terungkap, Alasan Utama Polda Sulawesi Selatan Cabut Status Tersangka Eks Calon Wali Kota Palopo Putri Dakka

Terungkap, Alasan Utama Polda Sulawesi Selatan Cabut Status Tersangka Eks Calon Wali Kota Palopo Putri Dakka

Terungkap, alasan utama Ditreskrimum Polda Sulawesi Selatan cabut status tersangka eks calon Wali Kota Palopo, Putriana Hamda Dakka alias Putri Dakka terkait
Negara Dirugikan Rp285 T, Riva Siahaan Dituntut 14 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak Mentah

Negara Dirugikan Rp285 T, Riva Siahaan Dituntut 14 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak Mentah

JPU dari Kejaksaan Agung, Feraldy Abraham Harahap mengatakan, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga tahun 2023, Riva Siahaan, dituntut 14 tahun penjara,
Perkuat Kemenagan Pemilu 2029, Bahlil Kukuhkan Akademi Partai Golkar

Perkuat Kemenagan Pemilu 2029, Bahlil Kukuhkan Akademi Partai Golkar

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menghadiri acara Pengukuhan Akademi Partai Golkar dan Sarasehan Perkaderan di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta
Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Simak ramalan zodiak 14 Februari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Prediksi lengkap soal cinta, karier, dan keuangan di Hari Valentine.
Punya Darah Jakarta, Gelandang Madura United Jordy Wehrmann Siap Dinaturalisasi, Ingin Bela Timnas Indonesia

Punya Darah Jakarta, Gelandang Madura United Jordy Wehrmann Siap Dinaturalisasi, Ingin Bela Timnas Indonesia

Madura United menyambut positif rencana naturalisasi gelandangnya Jordy Wehrmann. Pelatih Madura United Carlos Parreira mengaku menantikan proses tersebut dan -
Roy Suryo Cs Minta Kasus Tuduhan Ijazah Jokowi Dihentikan, Sebut Dapat "Ilham" dari Eks Wakapolri dan Eks Ketua PP Muhammadiyah

Roy Suryo Cs Minta Kasus Tuduhan Ijazah Jokowi Dihentikan, Sebut Dapat "Ilham" dari Eks Wakapolri dan Eks Ketua PP Muhammadiyah

Roy Suryo Cs meminta kasus tuduhan ijazah Jokowi dihentikan usai mendapatkan masukan dari eks Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno dan mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.
Kepincut Kualitas Jay Idzes, Bek Como Berdarah Jakarta Ini Siap Buka Pintu Bela Timnas Indonesia

Kepincut Kualitas Jay Idzes, Bek Como Berdarah Jakarta Ini Siap Buka Pintu Bela Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan satu nama potensial dari Eropa, yakni Lyfe Oldenstam, bek Como Primavera (U-19) yang punya garis keturunan Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT