News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tranformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Pustakawan : Solusi Upaya Meningkatkan Kualitas Hidup

Kondisi kesejahteraan akibat kemiskinan menjadi alasan kuat Perpustakaan Nasional melakukan perubahan paradigma dengan menelurkan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) sejak 2018.
Kamis, 7 Desember 2023 - 23:35 WIB
Tranformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
Sumber :
  • tvOne - kasianto

Nganjuk, tvOnenews.com - Kondisi kesejahteraan akibat kemiskinan menjadi alasan kuat Perpustakaan Nasional melakukan perubahan paradigma dengan menelurkan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) sejak 2018. 

Program inklusi sosial memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengembangkan kemampuan diri lewat bahan bacaan dan pendampingan yang disediakan perpustakaan.

“Inklusi sosial sosial adalah pendekatan berbasis sistem social approach atau pendekatan kemanusiaan (humanistic approach),” ujar Pustakawan Utama Sri Sumekar ketika menghadiri peresmian fasilitas layanan perpustakaan umum bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk Nur Solekan, Kamis (7/12).

Pendekatan inklusif memandang perpustakaan merupakan sub sistem sosial dalam sistem kemasyarakatan. Untuk itu, perpustakaan harus dirancang agar memiliki nilai kebermanfaatan yang tinggi di masyarakat. 

Menurut Sri Sumekar, melalui pendekatan inklusif perpustakaan umum mampu menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk memperoleh solusi dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan. Hingga saat ini sudah 4.500 mitra Perpusnas yang terdata dalam pengelolaan TPBIS.

“TPBIS melibatkan 3.476.985 anggota masyarakat di kegiatan perpustakan di 3.985 desa/kelurahan yang tersebar di 399 kabupaten/kota,” jelas Sri Sumekar.

Lebih lanjut Sri Sumekar menambahkan, dampak positif dari TPBIS terjadi penurunan penduduk miskin di desa sebesar 0,21% bilang dibandingkan data per September 2022 (sumber BPS, 2023). Dan yang membanggakan juga dari program ini adalah tidak kurang 18 kabupaten/kota dan 1.125 desa/kelurahan mereplikasi program TPBIS.

"Sederhananya, program TPBIS  mengubah paradigma perpustakaan yang dahulu hanya sebatas layanan, kini semua sudah bergerak untuk bertransfomasi dalam meningkatkan kesejahteraan sosial. Dunia melalui organisasi perpustakaan internasional, IFLA, mengapresiasi program yang dibuat Perpusnas dan menjadi percontohan bagi negara lain,” ungkap Sri.  

Sementara Akademisi dari IAI Diponegoro Sophingi,mengungkapkan literasi memang menjadi kunci pembangunan sumber daya manusia. Kehadiran perpustakaan tidak bisa dipandang sebelah mata dalam pembangunan literasi di masyarakat. Maka itu, perpustakaan diharapkan berkembang cepat menyesuaikan dengan teknologi yang semakin cepat.

“Bahkan, ada satu desa di Nganjuk, yaitu Desa Klagen yang menjadi ladang literasi karena berdiri sekolah perempuan yang dibekali pengajaran dan pendampingan dari program TPBIS,” imbuh Sophingi.

Hal ini juga di katakan oleh pegiat literasi Sigit Priyanto, hingga saat ini aktivitas literasi di Kabupaten Nganjuk bisa dikatakan cukup baik, mengingat banyak penulis lokal yang justru mayoritas adalah para siswa dan guru sekolah. Siswa diwajibkan minimal membuat satu karya tulis per kelas, lalu dikumpulkan dalam bentuk antologi. 

“Hasilnya, telah terbit 50 buku karya siswa di Kertosono, Nganjuk, yang sudah dilengkapi ISBN,”katanya.

Pembangunan fasilitas gedung layanan perpustakaan umum Kabupaten Nganjuk menelan biaya sebesar Rp9 miliar yang bersumber dari APBN  tahun 2022 melalui dana alokasi khusus (DAK). Namun Sekda Nganjuk meminta pada 2025 dianggarkan lagi untuk melengkapi gedung layanan perpustakaan berupa sarana prasarana.

“Bagus, sudah dilengkapi pelayanan bagi disabilitas. Tapi saya harap ruang digital juga semoga bisa dipenuhi pada tahun depan,” ujar Solekan.

Perlu di ketahui sejauh ini upaya keras telah ditunjukkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Nganjuk, seperti  program pelayanan Dongkel Beras (Dongeng Keliling Bersama Anak-Anak), perpustakaan keliling, Martabak (Membaca Ragam Cerita Bersama Anak), pelayanan perpustakaan Car Free Day, dan sosialisasi e-book melalui aplikasi e-pusda. (kso/gol)

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT