News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bekali Warga Binaan, Lapas Banyuwangi Kembangkan Budidaya Jamur Tiram

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Banyuwangi kembali menambah keahlian warga binaan. Kali ini, mereka dibekali cara budidaya jamur tiram.
  • Reporter :
  • Editor :
Senin, 4 Desember 2023 - 16:15 WIB
Lapas Banyuwangi kembangkan pelatihan budidaya jamur tiram
Sumber :
  • tvOne -happy oktavia

Banyuwangi, tvOnenews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Banyuwangi kembali menambah keahlian warga binaan. Kali ini, mereka dibekali cara budidaya jamur tiram. Selain menambah penghasilan, jamur tiram bisa dijadikan tambahan pangan.

Menggunakan lahan yang ada, warga binaan diajari membuat media tanam hingga perawatan. Jenis jamur tiram sengaja dipilih karena pasarnya terbuka lebar. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Budidaya jamur tiram ini masih tahap permulaan. Serbuk kayu untuk media tanamnya juga masih 1000 baglog,” kata Kepala Lapas Banyuwangi, Agus Wahono, Senin (4/12).

Penanaman jamur tiram ini akan terus didampingi. Jika hasilnya positif, pihaknya akan menambah jumlah baglog. Pun dengan lahan yang digunakan. Pelatihan budidaya jamur ini didampingi distributor jamur tiram. Selain pembuatan baglog, warga binaan diajari memelihara hingga memanen jamur dan mengemasnya sebelum dijual ke pasar.

Pihaknya memilih pelatihan budidaya jamur lantaran prosesnya mudah. Lalu, tak membutuhkan lahan yang luas. Sehingga, bisa memanfaatkan sisa lahan di Lapas. Warga binaan secara bergiliran menyiram tanaman jamur untuk menjaga kelembaban. Apalagi, hujan di Banyuwangi terbilang masih rendah. 

“Ini menjadi kegiatan baru bagi warga binaan, sekaligus memberikan keterampilan,” tegas Agus.

Sebelumnya, sejumlah pelatihan keterampilan diberikan warga binaan Lapas Banyuwangi. Salah satunya, membatik. Batik tulis karya warga binaan Lapas Banyuwangi sukses menembus pasar, pesanan terus mengalir. Menggunakan motif lokal Gajah Oling, Lapas Banyuwangi mengembangkannya dengan motif tambahan. Namanya, batik Gajah Oling Jeruji.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Harapannya, dengan berbagai pelatihan keterampilan, warga binaan bisa memiliki bekal keahlian ketika keluar Lapas,” tutupnya. (hoa/gol)

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT