News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terseret Arus, Bocah 12 Tahun yang Tenggelam di Sungai Kali Mas Belum DItemukan

Nasib nahas menimpa Arya Dwi Kurniawan (12), seorang bocah SD, warga Desa Kedunganyar, Wringinanom, Gresik yang terseret arus saat berenang di Sungai Kali Mas.
Jumat, 1 September 2023 - 09:17 WIB
Tim SAR gabungan saat melakukan penyisiran Sungai Kali Mas
Sumber :
  • m habib

Gresik, tvOnenews.com - Nasib nahas menimpa Arya Dwi Kurniawan (12), seorang bocah SD, warga Desa Kedunganyar, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik yang terseret arus saat berenang di Sungai Kali Mas. Korban diketahui tenggelam di Sungai Kali Mas dan hingga Kamis (31/8), belum ditemukan.

Untuk menemukan keberadaan korban, tim SAR gabungan telah menerjunkan sebanyak tiga perahu karet untuk melakukan pencarian di aliran Sungai Kali Mas yang alur sungainya membentang hingga wilayah Surabaya itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Koordinator Lapangan Basarnas Surabaya, Ainul Makhdin mengatakan, hingga saat ini sudah lebih 24 jam keberadaan korban belum ditemukan. Tim SAR masih melakukan penyisiran di radius 1,5 kilometer dari lokasi kejadian. Namun, belum ada tanda-tanda keberadaan bocah malang itu.

"Ada tiga perahu karet yang diturunkan, dari Basarnas, BPBD dan Gersik. Sementara ini penyisiran masih radius 1,5 kilometer, akan tetapi masih nihil. Tim SAR Gabungan berpencar ada yang di dekat lokasi, ada yang menunggu di titik radius tersebut," kata Ainul pada awak media, Kamis (31/8).

Perahu karet yang diterjunkan juga melakukan manuver untuk membuat arus dengan tujuan benda-benda yang dimungkinkan berada di bawah arus bisa naik ke permukaan.

"Kondisi di lapangan, arus bawah sungai cukup deras. Ada kemungkinan korban terbawa arus atau masih di sekitar lokasi," tutupnya.

Sementara itu, Kapolsek Wringinanom, Iptu Achmad Dawud mengungkapkan, korban berpamitan pergi dari rumah sekira pukul 12.00 siang, Rabu (30/8). Usai pulang sekolah, pelajar kelas VI SD itu dijemput dua temannya RAK dan DAM untuk pergi bermain di pinggiran sungai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka membersihkan tempat yang biasa dijadikan lokasi bermain sehari-hari. Setelah itu tiga bocah itu mandi dengan menceburkan diri ke Sungai Kali Mas. Nahas, tiba-tiba korban tenggelam. Kedua temannya yang berusaha menolong tidak membuahkan hasil.

Kedua teman korban lalu pulang namun tidak menceritakan kejadian tersebut. Hingga sore tak kunjung pulang membuat keluarga korban khawatir. Baru sekitar pukul 21.30 malam, saksi DAM mengaku bahwa Arya telah tenggelam di sungai saat berenang. Hal itu membuat keluarga korban panik dan khawatir.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT