News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

10 Bakal Calon Kades di Banyuwangi Dinyatakan Gugur, Ini Penyebabnya

Sebanyak 10 bakal calon kepala desa di Banyuwangi dinyatakan gugur. Mereka dipastikan tidak bisa ikut dalam pemilihan kades serentak, Oktober mendatang.
  • Reporter :
  • Editor :
Selasa, 22 Agustus 2023 - 10:04 WIB
Pelantikan Kepala Desa di Banyuwangi.
Sumber :
  • tvOne - happy oktavia

Banyuwangi, tvOnenews.com – Sebanyak 10 bakal calon kepala desa (bacakades) di Banyuwangi dinyatakan gugur. Mereka dipastikan tidak bisa ikut dalam pemilihan kades (pilkades) serentak, Oktober mendatang. Seluruhnya dinyatakan tak memenuhi syarat setelah dilakukan verifikasi administrasi oleh masing-masing panitia pilkades.

Setelah dinyatakan tak lolos, 10 bacakades itu tidak berhak mengikuti tahapan pilkades. Tidak lolosnya para bacakades ini berdampak pada tahapan pilkades. Sebab, ada desa yang calonnya hanya satu orang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dari 218 bakal calon yang mendaftar, 10 dinyatakan tak memenuhi syarat alias gugur. Ada yang kurang persyaratan. Ada juga yang mundur,” kata Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Banyuwangi, Ahmad Faisol, Senin (21/8).

Data 10 bacakades yang tak lolos itu hasil verifikasi panitia pilkades di 51 desa. Sebelumnya, mereka sudah mendaftar di masing-masing panitia pilkades. Setelah dilakukan verifikasi, didapati 10 orang tak memenuhi syarat (TMS). 

“Verifikasi administrasi ini cukup ketat. Hasil verifikasi, ada 208 bacakades yang memenuhi syarat,” jelasnya.

Hasil verifikasi lainnya, ada sejumlah desa yang bakal calonnya lebih dari 5 orang. Sesuai aturan, harus dilakukan penyaringan hingga mengerucut hanya 5 calon. Sejumlah desa yang calonnya lebih dari 5 orang masing-masing Desa Pesanggaran, Desa Sumberagung, Desa Bajulmati, Desa Gumuk, Desa Segobang, Desa Kelir dan Desa Pesucen.

Desa dengan bakal calon lebih dari 5 orang akan melakukan penyaringan lanjutan. Penyaringan ini dilakukan dengan tes tulis hingga verifikasi berkas. Selain desa dengan calon melebihi ambang batas, ditemukan dua desa yang bakal calonnya hanya satu orang. Kondisi ini muncul setelah bacakades ada yang dinyatakan gugur. Dua desa itu masing-masing Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi dan Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore.

Desa yang bacakadesnya hanya satu orang diberikan perpanjangan masa pendaftaran. Penambahan masa penjaringan ini hingga 8 September mendatang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tahapan hingga penetapan calon kades rupanya cukup panjang. Kami masih menunggu penjaringan lanjutan dari desa yang hanya satu calon,” tegasnya.

Seluruh bacakades ini akan ditetapkan menjadi calon kades secara serentak pada 4 Oktober mendatang. Selanjutnya, pilkades serentak di Banyuwangi akan digelar 25 Oktober. Mereka tersebar di 51 desa. (hoa/gol)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT