GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Musim Kemarau Panjang, 77 Desa di Pamekasan Krisis Air Bersih Akibat Kekeringan

DI Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa timur, sebanyak tujuh puluh tujuh Desa yang tersebar di sebelas kecamatan mengalami kerisis air bersih.
Rabu, 9 Agustus 2023 - 19:22 WIB
77 Desa di Pamekasan Krisis Air Bersih Akibat Kekeringan
Sumber :
  • tvOne - veros afif

Pamekasan, tvOnenews.com - Dampak musim kemarau panjang kini sudah mulai dirasakan oleh warga di sejumlah daerah di tanah air, salah satunya di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa timur. Sebanyak tujuh puluh tujuh Desa yang tersebar di sebelas kecamatan mengalami kerisis air bersih.

Salah satunya ratusan masyarakat di Desa Pagagan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, kesulitan untuk mencari air bersih, lantaran sumber mata air di sekitar rumahnya mulai kering akibat kemarau.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sambil membawa jeriken, warga Desa Pagagan berbondong-bondong berubatan air bersih saat truk tangki air milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan tiba menyuplai air bersih, Rabu (9/8).

Warga yang berebut air bersih untuk kebutuhan sehari-hari ini lantaran sudah dua minggu terakhir di wilayahnya krisis air, sehingga para warga membeli ke luar desa.

"Dengan adanya bantuan air bersih ini kami warga sangat terbantu dan bersyukur karena dalam keadaan sulitnya air bisa terbatu oleh pemerintah daerah," kata Yuliyan, warga Desa Pagagan.

Sementara itu, data dari BPBD Pamekasan di musim kemarau tahun 2023 kali ini sebanyak 77 Desa yang tersebar di sebelas kecamatan mengalami kekeringan kritis dan krisis air bersih.

"Dampak dari kemarau panjang tahun ini, kami BPBD Pamekasan mengerahkan 8 armada Truck tangki air bersih yang setiap harinya menyuplay air ke setiap desa yang terdampak krisis air," ungkap Akhmad Dofir Risidi, Sekertaris BPBD Pamekasan.

Pihaknya menambahkan, kedepan selama puncak kemarau bulan ini, BPBD Pamekasan akan terus mengirim air bersih ke setiap desa yang terdampak kekeringan.

"Kami akan terus berupaya mengirim air kepada masyarakat yang membutuh air bersih. Tidak hanya siang, malampun kami akan siap kirim ke wilayah tersebut demi tercukupnya air di masyarakat," pungkasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

BMKG memprediksi kemarau tahun ini terjadi dari bulan Juli hingga Oktober mendatang, namun puncak kemarau diprediksi pada bulan Agustus 2023. (vaf/gol)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tiga Bintang Timnas Indonesia Absen di FIFA Series 2026, Ini Daftarnya

Tiga Bintang Timnas Indonesia Absen di FIFA Series 2026, Ini Daftarnya

Timnas Indonesia akan ambil bagian dalam ajang FIFA Series 2026 yang digelar pada 27 dan 30 Maret mendatang. Indonesia bahkan ditunjuk sebagai salah satu tuan -
Sesumbar Donald Trump Jika Dirinya Mati Kena Serangan Iran, Maka Ini yang Akan Dilakukan Amerika

Sesumbar Donald Trump Jika Dirinya Mati Kena Serangan Iran, Maka Ini yang Akan Dilakukan Amerika

Pernyataan lama Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi perbincangan hangat. Ucapan tersebut ramai dibahas ulang setelah serangan gabungan Amerika
Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Masjid Jami'e Darussalam di Jalan Kotabumi Ujung No. 23, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menghadirkan konsep arsitektur berbeda dengan bentuk bangunan segitiga. 
Pihak Ibu Tiri Curiga Ayah Kandung Diduga Paksa Nizam Syafei Minum Air Mendidih

Pihak Ibu Tiri Curiga Ayah Kandung Diduga Paksa Nizam Syafei Minum Air Mendidih

​​​​​​​Kasus Nizam Syafei memanas, kuasa hukum ibu tiri curiga ayah kandung diduga paksa Nizam minum air mendidih. Acong Latif ungkap dugaan kekerasan.
Karier Mentereng di Korea dan Turki, Megawati Hangestri Blak-blakan soal Perbedaan Pembinaan Voli di Luar Negeri dan Indonesia

Karier Mentereng di Korea dan Turki, Megawati Hangestri Blak-blakan soal Perbedaan Pembinaan Voli di Luar Negeri dan Indonesia

Megawati Hangestri, yang memiliki pengalaman karier internasional di Korea dan Turki, ungkap perbedaan sistem pembinaan voli di luar negeri dibanding Indonesia.
Inginkan Rematch, Dricus du Plessis Klaim Sudah Temukan Celah Tumbangkan Khamzat Chimaev

Inginkan Rematch, Dricus du Plessis Klaim Sudah Temukan Celah Tumbangkan Khamzat Chimaev

Dricus du Plessis menyatakan siap menantang rematch melawan Khamzat Chimaev. Mantan juara kelas menengah UFC itu yakin telah menemukan kelemahan sang juara.

Trending

Karier Mentereng di Korea dan Turki, Megawati Hangestri Blak-blakan soal Perbedaan Pembinaan Voli di Luar Negeri dan Indonesia

Karier Mentereng di Korea dan Turki, Megawati Hangestri Blak-blakan soal Perbedaan Pembinaan Voli di Luar Negeri dan Indonesia

Megawati Hangestri, yang memiliki pengalaman karier internasional di Korea dan Turki, ungkap perbedaan sistem pembinaan voli di luar negeri dibanding Indonesia.
Inginkan Rematch, Dricus du Plessis Klaim Sudah Temukan Celah Tumbangkan Khamzat Chimaev

Inginkan Rematch, Dricus du Plessis Klaim Sudah Temukan Celah Tumbangkan Khamzat Chimaev

Dricus du Plessis menyatakan siap menantang rematch melawan Khamzat Chimaev. Mantan juara kelas menengah UFC itu yakin telah menemukan kelemahan sang juara.
Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Masjid Jami'e Darussalam di Jalan Kotabumi Ujung No. 23, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menghadirkan konsep arsitektur berbeda dengan bentuk bangunan segitiga. 
Pihak Ibu Tiri Curiga Ayah Kandung Diduga Paksa Nizam Syafei Minum Air Mendidih

Pihak Ibu Tiri Curiga Ayah Kandung Diduga Paksa Nizam Syafei Minum Air Mendidih

​​​​​​​Kasus Nizam Syafei memanas, kuasa hukum ibu tiri curiga ayah kandung diduga paksa Nizam minum air mendidih. Acong Latif ungkap dugaan kekerasan.
Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komdis Terbaru, Persib Bandung Dapat Sanksi Berat usai Kericuhan di ACL 2 Lawan Ratchaburi?

Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komdis Terbaru, Persib Bandung Dapat Sanksi Berat usai Kericuhan di ACL 2 Lawan Ratchaburi?

AFC merilis hasil sidang Komite Disiplin usai kericuhan laga Persib vs Ratchaburi di ACL 2. Apakah Maung Bandung dijatuhi sanksi? Ini keputusan resmi dari AFC.
Dulu Kiper Andalan Timnas Indonesia, Eks Pemain Arema FC Ini Kini Aktif Live di TikTok

Dulu Kiper Andalan Timnas Indonesia, Eks Pemain Arema FC Ini Kini Aktif Live di TikTok

Dulu jadi kiper andalan Timnas Indonesia, mantan pemain Arema FC ini kini aktif live di TikTok untuk berjualan keripik.
Siapa Sangka Takdir Megawati Hangestri Memang di Red Sparks: Dari Lawan Asian Games 2018 Menjadi Rekan Setim

Siapa Sangka Takdir Megawati Hangestri Memang di Red Sparks: Dari Lawan Asian Games 2018 Menjadi Rekan Setim

Menghadapi pemain Red Sparks sebagai lawan di Asian Games 2018. Pertemuan kembali seolah menegaskan perjalanan takdir yang mempertemukan Megawati Hangestri.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT