News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Memilukan, Seorang Pemuda di Nganjuk Tewas Ditangan Temannya Sendiri

Memilukan nasib seorang pemuda bernama Doni (28) asal Dusun Panasan, Desa Teken Glagahan, Kecamatan Loceret, Nganjuk, Jawa Timur. Pasalnya ia tewas diduga ditan
Senin, 10 Juli 2023 - 08:13 WIB
Jasad korban dievakuasi ke RS Bhayangkara, Nganjuk.
Sumber :
  • tim tvone - Umar Sanusi

Nganjuk, tvOnenews.com - Memilukan nasib seorang pemuda bernama Doni (28) asal Dusun Panasan, Desa Teken Glagahan, Kecamatan Loceret, Nganjuk, Jawa Timur. Pasalnya ia tewas diduga ditangan temannya sendiri dan tetangganya.

Berdasarkan keterangan warga, ia alami luka di lehernya. Bahkan menurut Kepala Desa Teken Glagahan, Dody Wicaksono, bahwa tewasnya Doni baru diketahui setelah pemuda yang diduga melakukan  pembunuhan melapor ke Polsek Loceret. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Setelah tersangka melapor, polisi datang ke rumah korban untuk melakukan kroscek," ujarnya.

Saat itulah, dia katakan, ayah korban baru mengetahui jika Doni telah tewas di kamarnya. Korban dalam kondisi terkapar bersimbah darah. 

Saat diketahui, ia katakan, diperkirakan kematian korban lebih dari dua jam sebelumnya. Kemudian, setelah menemukan jasad Doni, petugas Polsek Loceret pun menghubungi tim Inafis Polres Nganjuk untuk olah TKP. 

Dari pantauan tvOnenews, rumah Doni diberi police line. Kemudian, jesad dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk untuk diotopsi.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Nganjuk, AKP Fatah Meilana mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman kasus tersebut, dengan minta keterangan sejumlah saksi serta mengumpulkan barang bukti. Sehingga belum menyampaikan modus dan motif pembunuhan tersebut.

"Sebentar masih kita dalami dulu ya. Sudah kita amankan terduga pelaku. Motifnya masih kita dalami," kata Kasatreskrim itu.

Informasi yang berhasil dihimpun, sebelum terduga pelaku membunuh Doni, keduanya sempat pesta miras. Entah apa pemicunya, kemudian terjadi cekcok. 

Diduga karena uang korban sebesar Rp100 ribu hilang. Doni menduga, temannya itu yang mengambil. Namun, temannya membantah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena merasa tidak mengambil, cekcok berlanjut hingga keduanya pulang ke rumah Doni dalam kondisi mabuk.  Saat Doni teler, temannya  menghabisi nyawa Doni dengan menggorok lehernya. (ums/aag)

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

Nama Luke Vickery mendadak menjadi perbincangan hangat. Winger keturunan Australia itu diperebutkan 3 negara, batal dinaturalisasi dan bela Timnas Indonesia?
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Tanggal 4 Februari 2026 diprediksi menjadi hari spesial bagi beberapa zodiak yang secara finansial sedang berada di jalur emas. Apakah zodiakmu salah satunya?
MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT