Pemilu 2024 Diduga Ada Pemilih Siluman, KPUD Jatim Lakukan Strategi Ini
- Istimewa
Tanggapan atau masukan masyarakat serta data pengguna ini sangat diperlukan dalam rangka koreksi, manakala ada data yang kurang. Perlu diketahui kemutahiran data ini penting. Pihak KPU tidak bisa mencegah orang itu tidak bergerak, atau tidak pindah.
“Misalnya hari ini cocok atau coklit itu kemarin kemudian Februari yang lalu kami mencoklit posisi, misalnya bisa jadi masih hidup atau dia di Surabaya bisa jadi hari ini bulan Juni dari masa sekarang sudah 4 bulan berjalan posisi sudah berubah, yang tadinya hidup bisa meninggal, yang tadinya di Surabaya sudah pindah keluar daerah.Karena itu, sangat dibutuhkan masukan dari masyarakat sebelum DPT ditetapkan,” terang Nurul.
“Jadi kalau yang namanya siluman siluman itu, saya juga enggak paham yang dimaksud. Maka kalau ada berita begitu atau ada informasi yang akurat silahkan konfirmasi kepada kami, mana datanya yang dimaksud siluman. Nanti akan kami proses ke data kami,” kilahnya.
Alumni Universitas Airlangga Surabaya ini mengakui jumlah tenaga penyelenggara pemilu ada keterbatasan-keterbatasan , untuk di tingkat Kelurahan atau Desa hanya 5 orangm sedangkan di tingkat kecamatan ada 3 orang.
Karena itu, dia berharap pada masyarakat untuk menginformasikan kepada petugas KPU di daerah hingga tingkat kelurahan dan kecamatan.
“Jadi peran serta masyarakat itu sangat kami perlukan. KPU itu tidak mungkin bisa memutakhirkan data tanpa bantuan masyarakat. Informasi dari masyarakat itu sangat penting bagi kami untuk memastikan apakah data itu sesuai dengan fakta di lapangan atau tidak. Jadi kami tidak menutup mata , tidak menutup diri kok, kalau misalnya ada masukan-masukan justru kami berterima kasih kepada masyarakat,” tandasnya. (msi/aag)
Load more