News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Pencabulan Siswi SD, Komnas Perlindungan Anak Jawa Timur Dampingi Korban

Komisi Nasional Perlindungan Anak Jawa Timur memberi perhatian serius terhadap kasus pencabulan sejumlah siswi yang dilakukan oleh gurunya sendiri di Surabaya
Senin, 27 Februari 2023 - 09:11 WIB
kasus pencabulan anak, Komnas Perlindungan Anak dampingi siswi korban
Sumber :
  • tim tvone - sandi irwanto

Surabaya, tvOnenews.com - Komisi Nasional Perlindungan Anak Jawa Timur memberi perhatian serius terhadap kasus pencabulan sejumlah siswi yang dilakukan oleh gurunya sendiri di Surabaya.  Selain melakukan pendampingan dan penanganan trauma pada korban, Komnas Perlindungan Anak Jatim meminta oknum guru tersebut dihukum berat, karena kasus ini menyangkut masa depan anak Indonesia.

Kasus pencabulan yang dilakukan seorang guru terhadap 7 siswi Madrasah Ibtidaiyah di Jalan Kapas Madya Barat 9 Surabaya, mendapat perhatian serius dari Komnas Perlindungan Anak Jawa Timur. Sekjen Komnas Perlindungan Anak Jawa Timur, Syaiful Bachri menyebutkan, pihaknya mengutuk dan prihatin terhadap kasus pencabulan yang menimpa sejumlah siswi ini. Apalagi pelaku pencabulan  tersebut  dilakukan oleh oknum guru berinisial A-S yang mengajar di kelaas 4. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekjen Komnas Perlindungan Anak  Jatim, Syaiful Bachri mengatakan pihaknya dalam minggu ini akan datang ke sekolah dan rumah siswi yang menjadi korban pencabulan. Komnas Anak akan melakukan perlindungan dan penanganan trauma healing.

“Anak-anak yang menjadi korban ini akan mengalami trauma. Karena itu, pihaknya akan melakukan pendampingan dan penanganan pemulihan masa trauma,” ujar Syaiful Bachri, di sela mengunjungi kantor Perwakilan BKKBN Jawa Timur.

Pihak Komnas Perlindungan Anak akan bekerjasama dengan petugas dinas DP5A Pemkot Surabaya untuk pemulihan trauma pada korban.

“Pemulihan trauma pada para korban ini membutuhkan waktu lama. Kraena itu, kami akan melakukan trauma healing dan terus memantau perkembangan mereka,” ujarnya.

Selain melakukan penanganan pada siswi yang menjadi korban pencabulan, pihak Komnas Perlindungan Anak Jawa Timur juga meminta polisi dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya,  untuk melakukan proses hukum terhadap guru berusia 32 tahun tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Untuk penanganan pelaku, tidak ada kompromi. Polisi terus memproses hokum, karena ini berhubungan dengan masa depan anak-anak. Ini juga untuk masa depan Kota Surabaya dan masa depan Indonesia,” ungkap Syaiful.

Komnas Perlindungan Anak Jawa Timur juga meminta dari Dinas Pendidikan maupun dari Kementerian Agama untuk memberikan perhatian dan catatan khusus kepada anak-anak yang menjadi korban pencabulan gurunya sendiri ini, sehingga mereka tidak terbebani dengan kasus tersebut. (msi/hen)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT