News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dugaan Pencabulan 20 Siswa SD di Surabaya, Polisi Periksa Sejumlah Siswi yang Ikut Pelajaran Guru AS

oknum guru SD/MI di Tambaksari yang melakukan pencabulan ke 7 siswa, diselidiki Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya.
Kamis, 23 Februari 2023 - 09:48 WIB
kasus dugaan pencabulan, polisi periksa sejumlah siswi yang ikut pelajaran guru AS
Sumber :
  • tim tvone - zainal ashari

Surabaya, Jawa Timur - Laporan oknum guru SD/MI di Tambaksari yang melakukan pencabulan ke 7 siswa, terus diselidiki Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya. Secara maraton Polrestabes surabaya mulai memeriksa sejumlah siswa kelas 4 yang ikut pembelajaran mengenal indera perasa dan peraba yang dilakukan terlapor oknum guru AS.

Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Muhamad Fakih saat dikonfirmasi wartawan Kamis (23/02) membenarkan terkait pemeriksaan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami mulai memeriksa seluruh siswa yang ikut dalam pelajaran panca indera yang diajarkan terduga terlapor (AS) kepada seluruh muridnya , memang tedapat kejanggalan karena hampir seluruhnya siswa yang diajarkan tersebut wanita," kata Fakih.

Selain memeriksa sejumlah siswa, polisi juga telah memeriksa ruangan kelas yang diduga menjadi lokasi terjadinya pencabulan tersebut, bahkan telah memangil terlapor (AS). 

"Setelah memeriksa sejumlah siswa atau saksi kami juga sedang berupaya memanggil terduga terlapor (AS) untuk segera bisa kami periksa, namun yang bersangkutan belum hadir," ujarnya. 

Sementara itu seluruh orang tua siswa pasca kejadian tersebut mengorek info dari anaknya di rumah dan hasilnya dari mulanya tiga siswi yang telah melapor bersama orang tuanya ke Mapolrestabes Surabaya, kini bertambah menjadi 7 siswi.

Bahkan belakangan pihak sekolah telah menerima laporan 20 siswi yang pernah mengalami perlakuan serupa dari terlapor oknum guru AS.

Alaika Habibur Rahman saat dikonfirmasi melalui telfon membenarkan peristiwa tersebut dan menjelaskan jika dugaan perbuatan tak senonoh itu diungkapkan salah satu sisiwi didiknya yang mengikuti pelajaran guru AS.

Salah satu siswi kelas 4  sebut saja (bunga), anaknya sempat melihat (AS) membetulkan ikat pinggang celananya usai memberikan pembelajaran tersebut. Setelah mengetahui cerita dari salah satu walimurid, Alaika segera memanggil AS untuk dimintai keterangan.

"Habis itu saya panggil (AS), saya tanya ada pelajaran gini-gini ta? Dijawab ada. Trus pakai apa? Pakai timun. Mana timunnya? Ada di tas. Ya wis bawa sini. Diambillah timun itu diwadahi kresek, kok cuma timun, katanya ada wortel, terong. Saya batin kok telatenne (rajin) kapan nang pasare. Saya marah, saya gebrak meja. Akhirnya (AS) cuma bisa nunduk terbata-bata minta maaf, matanya berkaca-kaca," ceritanya.

Mengetahui hal itu, Alaika langsung menyiapkan surat dan administrasi pemberhentian A tiga hari setelah itu. Bahkan walimurid datang ke sekolah untuk demo. Mereka menuntut pihak sekolah menindak tegas oknum guru tersebut.

"Waktu orang tua siswa demo (16/2) sudah saya katakan bahwa guru AS sudah dipecat dari sekolah. Kalau hukum bukan ranah saya," ujarnya.

Alaika tidak bisa memastikan jumlah laporan pelecehan berkedok pelajaran indera perasa ini. Mulanya pihak sekola mendapat tiga laporan. 

"Saya gak tahu berapa korbannya, yang jelas ke sini tiga, namun pengakuan siswi yang merasa ikut dalam pelajaran tersebut terus bertambah," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alaika menyebut keseharian guru A positif. Bahkan rajin beribadah, sehingga membuatnya tak menyangka bisa melakukan hal tersebut.

"Keseharian Pak AS sholatnya tekun bahkan tiap pagi sholat duha. Saya sendiri tidak menyangka bisa berbuat demikian," pungkasnya. (zaz/hen)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT