News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Belum Terungkap, Kompolnas Bertemu Keluarga Bahas Kasus Pembunuhan Iwan Boedi

Keluarga Iwan Boedi bersama Polrestabes Semarang menemui Kompolnas) di Mapolrestabes Semarang untuk membahas kasus pembunuhan Iwan Boedi Prasetijo. Paulus.
Jumat, 25 November 2022 - 17:44 WIB
Pengacara Keluarga Iwan, Yunantyo Adi Setiawan dan Istri Iwan Boedi, Theresia Onee Anggarawati saat menemui Kompolnas di Mapolrestabes Semarang, Jumat (25/11/2022).
Sumber :
  • Tim tvOne - Didiet Cordiaz

Semarang, Jawa Tengah - Keluarga bersama kepolisian Polrestabes Semarang menemui Komisi Polisi Nasional (Kompolnas) di Mapolrestabes Semarang untuk membahas kasus pembunuhan Iwan Boedi Prasetijo Paulus, Jumat (25/11/2022) pagi.

Pertemuan secara tertutup tersebut dihadiri oleh, Ketua Harian Kompolnas, Benny Mamoto, istri Iwan Boedi, Theresia Onee Anggarawati, Pengacara Keluarga Iwan, Yunantyo Adi Setiawan, Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Lumbantoruan dan Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keluarga Iwan Boedi datang ke Polrestabes Semarang untuk dimintai informasi yang berkaitan dengan korban sebelum ditemukan meninggal dunia dalam keadaan hangus terbakar bersama motor dinasnya di CV Family kawasan Marina Kota Semarang pada Kamis (8/9/2022) malam lalu.

“Pada intinya Kompolnas ingin selain mendapat bahan dari kepolisian ingin mendengar dari keluarga misalnya dikeluhkan dari keluarga dengan bagaimana situasi pak Iwan hari-hari sebelumnya atau sampai berangkat pagi tanggal 24 Agustus yang kemudian hilang itu dan ditemukan meninggal,” ujar Pengacara Keluarga Iwan Boedi, Yunantyo Adi Setiawan kepada awak media di Polrestabes Semarang.

Keterangan yang diambil Kompolnas dari keluarga yaitu terkait pekerjaan korban atau pemanggilan saksi korupsi tentang penyerahan 8 bidang tanah di daerah Mijen Kota Semarang oleh Ditreskrimsus Polda Jateng.

“Karena kepolisian memasalahkan 8 bidang tanah itu tahun 2010 ada program sertifikasi dari tanah yang fasumnya (fasilitas umum) akan diserahkan ke Pemerintah Kota tapi tidak dibalik nama tapi anggaranya memang dibalikan ke kas daerah,” bebernya.

“Dari namanya itu masih swasta nah reskrimsus mempertanyakan itu pada bulan Mei (2022) memang ada rapat dengan para Pejabat Pemkot untuk membahas hal yang dimasalahkan kepolisian itu kenapa kalau diserahkan ke Pemkot namanya kok masih swasta,” tambahnya.

Meski demikian, kepolisian masih mendalami motif lain dari peristiwa pembunuhan Iwan Boedi. Disisi lain, keluarga ingin kasus pembunuhan Iwan Boedi segera terungkap karena dikhawatirkan kasus ini hilang.

“Kita sampaikan keluarga ingin kasus ini lekas terungkap tidak berlarut karena kita khawatir juga kalau berlarut tidak terungkap seperti kasus Udin dan Marsinah. Kita ingin ini lekas ada proses yang cepat pelakunya siapa bagaimana dan pengembangan terduganya gimana,” paparnya.

Sementara itu, istri Iwan Boedi, Theresia Onee Anggarawati mengucapkan terimakasih kepada kepolisian dan Kompolnas karena telah berjuang mengungkap kasus pembunuhan.

“Kiranya kasus ini dapat diselesaikan karena kalau tidak selesai saya takutkan ada lagi banyak korban dan pelaku akan kembali melakukan hal yang sama,” imbuhnya.(Dcz/Buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.
Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Rasa duka menyelimuti kediaman almarhumah Nurlaela di Kampung Ceger, Cikarang Timur, saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang berkunjung, Selasa (28/4). 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT