News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tertipu Investasi Kapal Ikan, Sejumlah Warga di Pati Rugi Miliaran Rupiah

Empat warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menjadi korban dugaan penipuan investasi di bidang perkapalan penangkap ikan. Kerugian korban mencapai miliaran rupiah.
Senin, 24 Oktober 2022 - 21:34 WIB
Korban penipuan investasi kapal perikanan bersama kuasa hukum menunjukkan bukti perjanjian investasi, Senin (24/10/2022).
Sumber :
  • Tim tvOne - Abdul Rohim

Pati, Jawa Tengah - Empat orang warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menjadi korban dugaan penipuan investasi di bidang perkapalan penangkap ikan. 

Keempat korban tersebut masing-masing Bambang Mulyono, Muhammad Ridwan Rustama, Siti Fatimah Al-Zana Nur Fatimah, dan Sumarni. Keempatnya mengalami kerugian dengan nilai yang berbeda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bambang Mulyono dan Muhammad Ridwan Rustama masing-masing mengalami kerugian Rp 1 miliar. Sementara itu, Sumarni rugi Rp 2,5 miliar dan Siti Fatimah Rp 3,7 miliar.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku dugaan penipuan berinisial TM, warga Kecamatan Juwana, modusnya berpura-pura memiliki kapal ikan dan membutuhkan investor untuk menanamkan modal. 

Pelaku menjanjikan kepada korbannya (investor) setiap bulan akan mendapatkan bagi hasil tujuh persen keuntungan dari modal yang ditanamkan. 

Pelaku berdalih penanaman modal tersebut digunakan untuk kebutuhan bahan bakar kapal serta mencukupi logistik kapal selama melaut. Dengan janji yang menggiurkan, pelaku berusaha merayu orang yang punya modal agar mau menjadi investornya. 

Salah satu korban, Siti Fatimah Al-Zana Nur Fatimah, mengaku tertarik menginvestasikan uangnya karena pelaku mengatakan jika dia sebagai pemilik kapal dan menjanjikan keuntungan 7 persen setiap bulan. 

"Awalnya TM bersama istrinya datang ke rumah saya menawarkan investasi. Pelaku TM mengaku punya 7 kapal. Dia menjanjikan keuntungan 7 persen per bulan. Tapi berjalan dua-tiga kali pembayaran macet. Dia bilang karena ada pembesaran kapal. Saya juga diberikan sembilan cek tapi ternyata ceknya palsu,” Kata Siti Fatimah Al-Zana Nur Fatimah, Senin (24/10/2022). 

Perjanjian investasi juga dilakukan di depan notaris dan ada kwitansi investasi. 

"Awal investasi bagi hasil yang dijanjikan dibayar kepada kami. Walaupun nominalnya tidak sesuai yang dijanjikan. Bulan berikutnya pelaku menghilang dan tidak bisa dihubungi," imbuhnya. 

Sementara itu, kuasa hukum korban Nimerodin Gulo, mengatakan kasus bermula saat TM menawarkan kerja sama pada korban. Kerja sama itu berupa penyertaan modal dan saham untuk pembiayaan perbekalan kapal penangkap ikan.

"Yang datang kesini itu ada 4 orang, dan nilai kerugiannya lebih dari 7 miliar. Klien kami dijanjikan setelah kapal mendapatkan hasil, dijanjikan mendapatkan keuntungan 4 persen hingga 7 persen setiap bulannya," ungkap Nimerodin Gulo. 

Beberapa kali transaksi, uang bagi hasil yang dijanjikan lancar. TM memberikan sebagian hasil tangkapan kapal. Ia pun menawarkan kepada para korban untuk berinvestasi lebih besar untuk membiayai kapal ukuran yang lebih besar.

"Dua tiga kali pembayaran bagi hasil, setoran terduga pelaku kepada para korban tersendat. Para korban beberapa kali diberikan cek. Tetapi setelah dicek, ternyata palsu," jelasnya. 

”Cek yang diberikan ternyata sudah tutup buku. Secara hukum perbankan ndak boleh diedarkan. Sama dengan uang palsu,” lanjutnya. 

Karena merasa tertipu, mereka pun melaporkan kejadian itu ke Polres Pati hingga Polda Jateng. 

"Kejadian mulai tahun 2017. Dilaporkan ke Polres Pati dan Polda Jateng pada 2019.

Sejauh ini kasus yg laporan atas nama klien kami Siti Fatimah Al-Zana Nur Fatimah alias bu janah itu perkaranya sudah ditingkatkan ke penyidikan, kemudian pelakunya TM sudah ditetapkan tersangka pada Selasa (18/10/2022), dan dilakukan penahanan Direskrimum Polda Jateng," ujarnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diduga penipuan berkedok penanaman investasi kapal perikanan ini memakan banyak korban penipuan. 

"Dugaannya ada banyak korban yang lain tapi belum memberikan kuasa ke saya. Mungkin nanti setelah ditangani akan datang korban-korban yang lain," pungkasnya. (Arm/Buz) 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT