News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sisir Perairan Juwana, Polres Pati Bagikan 1 Ton Beras ke Nelayan Terdampak Kenaikan Harga BBM

Bantu warga terdampak kenaikan harga BBM bersubsidi, Polres Pati, Jawa Tengah, menyisir perairan laut Juwana, untuk bagikan 1 ton beras atau 200 paket sembako.
Selasa, 13 September 2022 - 13:26 WIB
Kapolres Pati AKBP Christian Tobing memberikan bantuan beras kepada nelayan kecil di Juwana.
Sumber :
  • Tim tvOne - Abdul Rohim

Pati, Jawa Tengah - Bantu warga yang terdampak kenaikan harga BBM bersubsidi, Polres Pati, Jawa Tengah, menyisir perairan laut Juwana, Kabupaten Pati, untuk membagikan 1 ton beras atau 200 paket sembako kepada nelayan kecil.

Selain membagikan beras, Polres Pati juga menghimbau nelayan agar lebih berhati hati disaat mereka melaut mengingat cuaca yang tidak menentu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan menaiki speedboat milik Satpolairud, Kapolres Pati, Jawa Tengah, bersama jajarannya menyisir perairan laut juwana untuk membagikan 1 ton beras atau 200 sembako kepada para nelayan kecil, Selasa (13/9/2022).

Satu satu persatu nelayan yang sedang beraktifitas mencari ikan disambangi oleh polisi dan langsung diberikan bantuan beras. Upaya ini dilakukan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak dengan kenaikan harga BBM bersubsidi.

Salah satu nelayan, Teguh, mengaku sangat senang dengan pemberian bantuan beras ini. Pasalnya, saat harga BBM naik, harga sembako kian melambung dan biaya perbekalan untuk melaut juga meningkat. Sehingga pendapatan mereka berkurang karena biaya pembelian solar untuk melaut bertambah.

“Terima kasih bapak Kapolres Pati, bantuan beras ini sangat membantu bagi kami nelayan kecil. Bisa untuk makan sekeluarga, karena pasca kenaikan bbm pendapatan kami berkurang karena pengeluaran beli solar untuk melaut bertambah,” ujar Teguh.

Sementara itu, Kapolres Pati, AKBP Christian Tobing, mengatakan, pembagian sembako ini merupakan bentuk kepedulian Polres Pati kepada warga yang terdampak kenaikan harga BBM.

“Hari ini Polres Pati bersama Satpolairud Polres Pati melaksanakan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat yang ada diperairan juwana. Kita menyisir sungai juwana apabila kita menemui perahu nelayan, kita berikan bantuan berupa paket sembako beras. Hari ini total yang kita bagikan 1 ton beras,” kata AKBP Christian Tobing.

Diharapkan dengan pemberian bantuan beras ini dapat meringankan beban nelayan kecil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Harapan kami bantuan beras ini bisa meringankan beban ekonomi nelayan kecil pasca kenaikan harga bbm,” lanjutnya.

Sebelumnya Polres Pati juga membagikan beras kepada warga kurang mampu di sejumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Pati. (Arm/Buz)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT