News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cantiknya Batik Garuda Pancasila Buatan Perajin di Kudus Ini, Tertarik Beli?

Garuda pancasila sebagai lambang negara Indonesia menjadi inspirasi Yuli Astuti, salah seorang perajin batik tulis asal Kudus Jawa Tengah untuk membuat batik.
Rabu, 1 Juni 2022 - 11:33 WIB
Batik Motif Garuda Pancasila Karya Yuli Astuti Warga Kudus.
Sumber :
  • Tim tvOne - Galih Manunggal

Kudus, Jawa Tengah - Batik menjadi salah satu karya seni yang terus berkembang di tanah air. Setiap waktu bermunculan motif-motif baru di luar pakem yang sudah ada. Salah satunya motif burung Garuda Pancasila karya Yuli Astuti, perajin batik asal Kudus, Jawa Tengah. 

Garuda Pancasila sebagai lambang negara Indonesia menjadi inspirasi Yuli Astuti, untuk membuat batik bertemakan kebhinekaan, persatuan, dan semangat perjuangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui motif Garuda Pancasila sebagai motif utama, Yuli ingin menuangkan semangat cinta tanah air sekaligus melestarikan budaya.

“Keragaman Nusantara tertuang dalam batik, karena batik di Indonesia sudah diakui UNESCO dan sebagai wujud kita dalam melestarikan budaya dan cinta tanah air maka dibuatlah batik Nusantara dengan motif Garuda Pancasila,” ungkap Yuli, saat ditemui di Galeri Muria Batik miliknya.

Di galeri Muria Batik di Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kudus ini batik Garuda Pancasila dibuat. Sesuai namanya, terdapat lambang Garuda Pancasila lengkap dengan simbol-simbol yang menyertainya, yakni perisai bintang, tali rantai, pohon beringin, kepala banteng serta padi dan kapas.

Selain itu, ada pula gambar Indonesia dari Sumatra hingga Papua. Untuk bagian bawah, tergambar tangan mengepal dengan bendera Merah Putih yang menggambarkan semangat bangsa Indonesia.

Yuli mengatakan proses pembuatan batik Garuda Pancasila ini cukup lama yakni sekitar 4 bulan. Ini karena metode yang digunakan adalah teknik tulis, di mana motifnya dibuat dengan menulis menggunakan canting pada kain yang sudah digambar pola menggunakan tangan. Canting yang berisi malam atau lilin panas digunakan untuk menebalkan gambar pola batik. Karena itu pula, Yuli membatasi jumlah produksi batik motif Garuda Pancasila ini. Bagi yang berminat bisa memesan menggunakan sistem pre order.

“Yang sekarang tidak dijual karena untuk sampel dan biasanya untuk edukasi atau contoh jika ada pelatihan. Bagi yang ingin memesan, bisa dengan cara pre order dulu,” jelas Yuli.

Adapun harga yang dipatok untuk selembar kain batik motif Garuda Pancasila kisaran Rp 1 juta hingga Rp 4 juta dengan ukuran 2,7x1,5 meter. Bagaimana, Anda tertarik untuk memiliki batik motif Garuda Pancasila ini? (gml/dan)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

Nama Luke Vickery mendadak menjadi perbincangan hangat. Winger keturunan Australia itu diperebutkan 3 negara, batal dinaturalisasi dan bela Timnas Indonesia?
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Tanggal 4 Februari 2026 diprediksi menjadi hari spesial bagi beberapa zodiak yang secara finansial sedang berada di jalur emas. Apakah zodiakmu salah satunya?
MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT