News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Akibat Banjir Rob, Ratusan Nelayan di Cilacap Gagal Melaut

Nelayan di Tegalkatilayu, Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, gagal melaut karena tingginya banjir rob yang terjadi pada Jum'at (20/05/2022). 
Jumat, 20 Mei 2022 - 09:38 WIB
Kondisi perahu nelayan di TPI Tegalkatilayu, Cilacap yang tidak bisa melaut.
Sumber :
  • Tim tvOne - Ian Sutriana

Cilacap, Jawa Tengah - Banjir rob yang kerap terjadi akibat luapan air laut, kini berdampak terhadap para nelayan di Tegalkatilayu, Kelurahan Tegalkamulyan, Cilacap Selatan, Cilacap, Jawa Tengah. Ratusan Nelayan kini gagal melaut karena tingginya banjir rob, Jum'at (20/05/2022). 

Gagalnya para nelayan melaut ini, karena perahu yang mereka pakai, tidak bisa melintasi jembatan yang berada perisis di depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Cilacap. Hal ini diakibatkan oleh debit air yang berada di sungai cukup besar, hingga akan mencapai bibir jembatan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari keterangan warga, bahwa hanya nelayan yang perahu berukuran kecil yang bisa melakukan aktivitas melaut. Untuk nelayan yang perahu berukuran besar tertahan di dekat jembatan. 

"Ada ratusan nelayan disini, ya sekitar 400 nelayan yang terdampak langsung oleh Banjir Rob ini. Mereka tidak bisa melaut karena debit air cukup tinggi hingga akan menyentuh bibir jembatan" Ujar Subardi, salah satu warga di sekitar TPI.

Bukan hanya berdampak pada nelayan, aktivitas pelelangan ikan yang kerap dilakukan di TPI Tagalkatilayu tidak bisa berjalan, selain nelayan yang tidak melaut, atau mencari ikan, TPI ini pun ikut terendam banjir rob, terutama bagian depan TPI. 

Warga yang berada disekitar sungai ini, sudah terbiasa dengan adanya banjir rob ini. Menurut mereka banjir rob ini sering terjadi pada setiap tahunnya pada musim panca roba, dengan durasi yang cukup lama, sekitar satu minggu atau tujuh hari. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Banjir rob ini sering terjadi jadi warga sudah tidak kaget lagi, banjir rob sering terjadi setiap tahun mas, pada musim Pancaroba" tambah Subardi. 

Selain menggenangi TPI, banjir rob ini pun menggenangi puluhan rumah yang berada disekitar bantaran sungai. Aktivitas warga atau nelayan di sekitar sungai kini terhambat. (Isa/Buz)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT