GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Alami Sesak Nafas, Pendaki Gunung Lawu Asal Bandung Meninggal Dunia di Pos 3

Seorang pendaki Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah meninggal dunia saat akan melakukan pendakian bersama rombongan, Sabtu (10/5/2025).
Senin, 12 Mei 2025 - 07:47 WIB
Jenazah pendaki Gunung Lawu dari Bandung saat tiba di basecamp pendakian, Minggu (11/5/2025)
Sumber :
  • Tim tvOne - Mahfira Putri

Karanganyar, tvOnenews.com - Seorang pendaki Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah meninggal dunia saat akan melakukan pendakian bersama rombongan, Sabtu (10/5/2025).

Korban bernama Ricky Gumilar (41) seorang karyawan BUMN. Diketahui KTP korban berasal dari Bandung, namun ia berangkat bersama rombongan Tangerang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar Hendro Prayitno menginformasikan korban bersama rombongan tiba Sabtu sore.

Hendro mengatakan rombongan berjumlah 23 orang. Rombongan itu naik ke Gunung Lawu dari Cemoro Kandang menuju puncak Lawu.

"Kemudian sampai pos 3 salah satu dari 23 orang ini ada yang sesak napas, atau pingsan. Setelah diidentifikasi ternyata meninggal di pos 3," kata Hendro, Minggu (11/5/2025).

Lantas teman-reman relawan melapor ke BPBD Karanganyar. Setelah laporan itux pihaknya dan relawan menggerakkan seluruh potensi untuk naik menjemput jenazah dibawa kebawah.

"Kita lakukan awalnya pukul 20.00 WIB naiknya sekitar jam 16.00. Jam 20.00 koordinasi dengan Basarnas, relawan, sampai jam 1 baru pulang, itu belum selesai evakuasi sampai bawah," lanjut Hendro.

Hendro mengatakan medan yang licin setelah hujan menjadi salah satu kendala penurunan jenazah. Sehingga, korban baru bisa diturunkan ke basecamp Lawu pada Minggu (11/5) pagi.

Setelah sampai basecamp, korban langsung dibawa ke Puskesmas Tawangmangu dan dilanjutkan ke RSUD Karanganyar.

Ia mengatakan untuk pemulangan jenazah masih menunggu pihak keluarga. Untuk rombongan, Hendro mengatakan KTP yang bersangkutan dari Bandung.

"KTP yang bersangkutan dari Bandun, pekerjaan karyawan BUMN. Sempat dapat kabar orang Tangerang karena KTP yang dititipkan 1 dari 23 orang ialah KTP tangerang," terangnya.

Hendro tidak mengetahui rombongan tersebut tergabung dalam komunitas apa. Ia hanya mengetahui mayoritas usia dalam rombongan itu terdapat remaja hingga dewasa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita belum tahu rombongan apa, karena pendataan hanya nama dan KTP. Variasi usia ada remaja, dewasa juga ada," kata dia.

Untuk rombongan pendaki, Hendro mengatakan usai kejadian itu seluruh pendaki langsung turun ke basecamp. Dimungkinkan rombongan masih di Karanganyar menunggu jenazah dipulangkan. (map/buz) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Persija dan Timnas Indonesia Kena Dampaknya, Baru Datang, Mauro Zijlstra sudah Menepi

Persija dan Timnas Indonesia Kena Dampaknya, Baru Datang, Mauro Zijlstra sudah Menepi

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman dipastikan mendapat kabar kurang sedap. Salah satu penyerangnya Mauro Zijlstra, mengalami cedera saat memperkuat Persija -
Herdman Dipusingkan Absennya 7 Pilar Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Herdman Dipusingkan Absennya 7 Pilar Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Timnas Indonesia berpotensi tampil tanpa kekuatan penuh pada ajang FIFA Series 2026 yang digelar 27-30 Maret 2026. Sekitar tujuh pemain berlabel Timnas terancam
Emil Audero dan Jay Idzes Jadi Omongan di Serie A, Bukti Kualitas Pemain Timnas Indonesia

Emil Audero dan Jay Idzes Jadi Omongan di Serie A, Bukti Kualitas Pemain Timnas Indonesia

Perhatian publik Tanah Air musim ini tak hanya tertuju pada kiprah Timnas Indonesia, tetapi juga performa para pemainnya di kompetisi elite Eropa. Di Serie A -
Tiga Bintang Timnas Indonesia Absen di FIFA Series 2026, Ini Daftarnya

Tiga Bintang Timnas Indonesia Absen di FIFA Series 2026, Ini Daftarnya

Timnas Indonesia akan ambil bagian dalam ajang FIFA Series 2026 yang digelar pada 27 dan 30 Maret mendatang. Indonesia bahkan ditunjuk sebagai salah satu tuan -
Sesumbar Donald Trump Jika Dirinya Mati Kena Serangan Iran, Maka Ini yang Akan Dilakukan Amerika

Sesumbar Donald Trump Jika Dirinya Mati Kena Serangan Iran, Maka Ini yang Akan Dilakukan Amerika

Pernyataan lama Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi perbincangan hangat. Ucapan tersebut ramai dibahas ulang setelah serangan gabungan Amerika
Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Masjid Jami'e Darussalam di Jalan Kotabumi Ujung No. 23, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menghadirkan konsep arsitektur berbeda dengan bentuk bangunan segitiga. 

Trending

Karier Mentereng di Korea dan Turki, Megawati Hangestri Blak-blakan soal Perbedaan Pembinaan Voli di Luar Negeri dan Indonesia

Karier Mentereng di Korea dan Turki, Megawati Hangestri Blak-blakan soal Perbedaan Pembinaan Voli di Luar Negeri dan Indonesia

Megawati Hangestri, yang memiliki pengalaman karier internasional di Korea dan Turki, ungkap perbedaan sistem pembinaan voli di luar negeri dibanding Indonesia.
Inginkan Rematch, Dricus du Plessis Klaim Sudah Temukan Celah Tumbangkan Khamzat Chimaev

Inginkan Rematch, Dricus du Plessis Klaim Sudah Temukan Celah Tumbangkan Khamzat Chimaev

Dricus du Plessis menyatakan siap menantang rematch melawan Khamzat Chimaev. Mantan juara kelas menengah UFC itu yakin telah menemukan kelemahan sang juara.
Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Masjid Jami'e Darussalam di Jalan Kotabumi Ujung No. 23, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menghadirkan konsep arsitektur berbeda dengan bentuk bangunan segitiga. 
Pihak Ibu Tiri Curiga Ayah Kandung Diduga Paksa Nizam Syafei Minum Air Mendidih

Pihak Ibu Tiri Curiga Ayah Kandung Diduga Paksa Nizam Syafei Minum Air Mendidih

​​​​​​​Kasus Nizam Syafei memanas, kuasa hukum ibu tiri curiga ayah kandung diduga paksa Nizam minum air mendidih. Acong Latif ungkap dugaan kekerasan.
Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komdis Terbaru, Persib Bandung Dapat Sanksi Berat usai Kericuhan di ACL 2 Lawan Ratchaburi?

Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komdis Terbaru, Persib Bandung Dapat Sanksi Berat usai Kericuhan di ACL 2 Lawan Ratchaburi?

AFC merilis hasil sidang Komite Disiplin usai kericuhan laga Persib vs Ratchaburi di ACL 2. Apakah Maung Bandung dijatuhi sanksi? Ini keputusan resmi dari AFC.
Dulu Kiper Andalan Timnas Indonesia, Eks Pemain Arema FC Ini Kini Aktif Live di TikTok

Dulu Kiper Andalan Timnas Indonesia, Eks Pemain Arema FC Ini Kini Aktif Live di TikTok

Dulu jadi kiper andalan Timnas Indonesia, mantan pemain Arema FC ini kini aktif live di TikTok untuk berjualan keripik.
Siapa Sangka Takdir Megawati Hangestri Memang di Red Sparks: Dari Lawan Asian Games 2018 Menjadi Rekan Setim

Siapa Sangka Takdir Megawati Hangestri Memang di Red Sparks: Dari Lawan Asian Games 2018 Menjadi Rekan Setim

Menghadapi pemain Red Sparks sebagai lawan di Asian Games 2018. Pertemuan kembali seolah menegaskan perjalanan takdir yang mempertemukan Megawati Hangestri.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT