News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

66 Sertifikat Bermasalah dan Rumah Rusak di Punsae Ungaran, Menteri PKP Turun Tangan

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait melakukan inspeksi mendadak pada Senin (28/4) di Perumahan Ungaran Asri Regency, Kab Semarang
  • Reporter :
  • Editor :
Selasa, 29 April 2025 - 08:56 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait Periksa Bangunan Rusak Perumahan Punsae Kab. Semarang
Sumber :
  • tvOne - Aditya Bayu

Semarang, tvOnenews.com - Warga Perumahan Ungaran Asri Regency (Punsae) di Desa Kalongan Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang antusias menyambut kedatangan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait saat melakukan inspeksi mendadak pada Senin (28/4/2025).

Warga menyampaikan keluhan terkait dengan permasalahan perumahan yang tak kunjung selesai terkait dengan 66 sertifikat yang bermasalah dan 10 rumah yang rusak akibat longsor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua RW 20 Perum Punsae, Julianto Deni Saputra, mengatakan sebanyak 66 warga yang telah melunasi pembayaran rumah hingga kini belum menerima sertifikat.

"Sudah sejak enam tahun lalu, ternyata sertifikat diagunkan ke BTN oleh pengembang. Terus terang kami tergiur karena harga rumah memang murah dan pengembang perumahan ini mendapat penghargaan dari BTN sebagai pengembang terbaik, jadi kami tambah percaya," ungkapnya.

Selain itu Deni juga menyebutkan, ada 10 rumah warga yang rusak akibat longsor dan hingga kini belum diperbaiki meski pengembang sempat berjanji. 

"Selain persoalan sertifikat yang kami tidak tahu kalau diagunkan, 10 rumah juga rusak karena longsor sehingga tidak bisa ditempati. Pengembang janji akan memperbaiki, tapi hingga saat ini tidak terbukti," imbuhnya.

Mendapati laporan masyarakat dan melihat langsung kondisi perumahan bersubsidi 'Punsae' Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mengungkapkan kekecewaannya.

"Ini sangat menyakitkan dan menyedihkan. Presiden Prabowo telah menegaskan kepada saya untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, terutama untuk rumah subsidi," ungkapnya.

Maruarar juga menegaskan bahwa negara harus hadir di depan, melindungi rakyat, bukan hanya melakukan evaluasi setelah masalah terjadi. la meminta agar izin pembangunan di lokasi berisiko seperti Punsae diaudit oleh BPK atau BPKP dan siapapun yang terlibat dalam pelanggaran hukum ini harus dihukum seberat-beratnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya minta dilakukan audit penuh. Ini pelanggaran hukum 100 persen. Jangan sampai rakyat yang jadi korban. Sistem juga harus diperbaiki, termasuk bank dan TAPERA yang memberi kredit agar tidak memilih pengembang yang buruk," imbuhnya.

Dikatakan juga oleh Bupati Semarang, Ngesti Nugraha Bupati Semarang, bahwa izin pembangunan Perumahan Punsae tidak diterbitkan di masa pemerintahannya. 

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT