News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Padagang Ecer di Salatiga Tak Dapat Gas Elpiji 3 Kg, Akui Kosong Satu Pekan Terakhir

Kebijakan Pemerintah yang meniadakan penjualan gas elpiji 3 Kg bersubsidi di tingkat pengecer, membuat para pedagang toko kelontong yang menyediakan penjualan gas elpiji 3 Kg bersubsidi tak lagi mendapatkan pasokan.
Selasa, 4 Februari 2025 - 08:58 WIB
Pedagang kumpulkan tabung gas elpiji 3 kg yang kosong.
Sumber :
  • Tim tvOne - Aditya Bayu

Salatiga, tvOnenews.com - Kebijakan Pemerintah yang meniadakan penjualan gas elpiji 3 Kg bersubsidi di tingkat pengecer, membuat para pedagang toko kelontong yang menyediakan penjualan gas elpiji 3 Kg bersubsidi tak lagi mendapatkan pasokan.

Hal ini seperti yang telah terjadi di Salatiga Jawa Tengah dimana sudah satu pekan terakhir, pedagang toko kelontong tidak menjual gas elpiji 3 kg karena tidak ada stok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini diungkapkan Erli pemilik toko kelontong di perumahan prajamulya kelurahan Randuacir Kecamatan Argomulyo,kota Salatiga,Jawa Tengah. Sudah satu pekan terakhir ini Ia tidak menjual elpiji 3 Kg atau gas melon karena tidak adanya stok.

" Dari saya sendiri memang berdampak ya, karena tidak lagi jualan gas elpiji 3 Kg. Tapi mikir lagi kalau untuk kebaikan masyarakat sih tidak apa-apa ya, karena kalau masyarakat beli di pangkalan kan memang harganya lebih murah. Mereka bisa dapat harga di Rp. 16.000 hingga Rp. 17.000 dan kalau di warung harganya pasti lebih mahal," ungkap Erli saat dijumpai di warungnya, Senin (03/02/2025).

Erli mengatakan, jika dirinya mendapatkan pasokan gas elpiji tersebut juga sudah mahal. Berkisar antara Rp.19.000 hingga Rp.20.000 sehingga Ia juga akan menjualnya dengan harga uang lebih tinggi.

" Biasanya kita jual dikisaran Rp.22.000 jadi ya memang banyak selisihnya jika masyarakat beli langsung ke agen atau pangkalan," imbuhnya.

Erli juga mengatakan bahwa sudah satu pekan ini, Ia tidak mendapatkan pasokan elpiji 3 Kg. Biasanya dalam satu oekan ia mendapatkan pasokan kurang kebih 10 tabung.

" Kalau saya ga banyak ya. Seminggu paling 10 tabung. Jadi kalau pas ada langsung habis dibeli masyarakat yang butuh untuk mendapat gas elpiji dengan segera," lanjutnya.

Dilanjutkan oleh Erli dampak dari kebijakan ini memang meruhikan bagi pedagang kelontong yang juga menyediakan elpiji karena saat ini sulit mendapatkan barang.

Namun Ia lebih melihat kebutuhan masyarakat yang tinggi namun saat ini sulit membeli elpiji bersubsidi tersebut karena hanya dijual di lokasi tertentu. (abc/buz)

 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT