News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Keren! 2 Siswa PGRI 2 Kayen Pati Membuat Aplikasi Tuberculosis (TB) Cleaner

Dua siswa SMA PGRI 2 Kayen, Pati, Jawa Tengah berhasil membuat aplikasi TB Cleaner, yang dapat menscreening dan mentracing pasien selama masa Pandemi Covid-19.
Sabtu, 26 Februari 2022 - 11:18 WIB
Aplikasi Tuberculosis (TB) Cleaner Buatan Dua Siswa SMA PGRI 2 Kayen Kab. Pati, Jateng.
Sumber :
  • Tim tvOne - Abdul Rohim

Pati, Jawa Tengah - Prestasi gemilang diraih oleh dua siswa SMA PGRI 2 Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang berhasil membuat aplikasi TB Cleaner yang dapat menscreening dan mentracing pasien Tuberculosis selama masa Pandemi Covid-19.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aplikasi ini membawa keduanya meraih medali perak dalam ajang Indonesian Science Project Olimpiade (ISPO) 2022.

 

Banyak masyarakat yang mengidap penyakit Tuberculosis (TBC) dan seringkali tidak terdeteksi. Oleh karena itu, penanganan Tuberculosis pun tidak tertangani secara maksimal.

 

Dari fenomena itulah dua siswa SMA PGRI 2 Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Diah Kusuma Wardani dan Bagas Nur Ardianto terinspirasi membuat aplikasi yang bernama TB Cleaner.

 

“Ide ini berawal dari keresahan kami terhadap permasalahan penanganan Tuberculosis di daerah kami yang kurang maksimal, yaitu sulitnya mencari pasien baru dan screening pasien. Kemudian, kami mencoba membuat aplikasi Tuberculosis yang ada fitur untuk screening dan mencari suspect baru. Ini sangat membantu tenaga kesehatan,” ujar Diah Kusuma Wardani, Sabtu (26/2/2022).

 

Proses pembuatan aplikasi ini memakan waktu yang cukup lama, yakni sekitar 7 bulan untuk menjadi sempurna. Dengan aplikasi TB Cleaner, maka akan dapat menscreening dan mentracing pasien Tuberculosis di masyarakat sehingga pengidap Tuberculosis akan bisa terdeteksi. 

 

“Kami butuh waktu 7 bulan untuk membuat aplikasi TB Cleaner ini. Kendalanya, kadang waktu pengcodingan error, trus kami coba lagi berulangkali sampai hasilnya maksimal,” jelasnya.

 

Aplikasi TB Cleaner ini sudah diuji coba di Puskesmas Kayen, dan hasilnya luar biasa. Tenaga kesehatan terbantu untuk mengetahui masyarakat yang mengidap penyakit Tuberculosis.

 

“Aplikasi TB Cleaner ini sudah dicoba di Puskesmas Kayen. Hasilnya, tenaga kesehatan merasa terbantu dengan adanya aplikasi ini untuk menangani Tuberculosis. Selain cukup memudahkan dalam proses screening maupun tracing, aplikasi ini juga dilengkapi fitur googlemaps untuk melihat peta persebaran pasien Tuberculosis,” imbuhnya.

 

Guru pembimbing Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMA PGRI 2 Kayen, Betty Shinta Indriani berharap temuan ini bisa dikembangkan dan dikerjasamakan dengan pihak terkait. Dengan begitu penanganan TB pun bisa dimaksimalkan.

 

“Aplikasi ini fungsinya untuk mendeteksi dan melacak pasien Tuberculosis baru, sementara kami gunakan di wilayah Kayen dulu. Rencana pengembangan mungkin kita akan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait agar penanganan Tuberculosis di Kabupaten Pati ini bisa masif,” kata Betty Shinta Indriani.

 

Sementara itu, Kepala SMA PGRI 2 Kayen, Surata mengapresiasi terhadap pencapaian prestasi yang berhasil diraih tim sains sekolahnya. Dalam satu bulan ini, mereka berhasil meraih dua penghargaan di tingkat internasional dan nasional.

 

 

“Pada awal bulan ini kami berhasil meraih juara di Asean Innovative Science Environmenal N Entrepreneur Fair dan tanggal 20 Februari kami berhasil membawa pulang medali ISPO tingkat nasional. Kami berharap keberhasilan ini bisa menginspirasi guru yang lain. Selain itu kami juga akan mendorong juara di tingkat nasional untuk melaju di tingkat internasional mewakili Indonesia,” jelasnya.

 

Berkat aplikasi Tuberculosis (TB) Cleaner buatannya, Diah Kusuma Wardani dan Bagas Nur Ardianto kini melaju ke kompetisi tingkat internasional mewakili Indonesia untuk mengikuti ajang Informatric yang akan digelar di Mexico pada Juni mendatang. (Abdul Rohim/dan)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT