News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tuntut Oknum Perangkat Desa Pelaku Asusila Mundur, Emak-emak di Purbalingga Demo Keliling Kampung

Ratusan emak-emak Desa Grantung, Purbalingga, Kamis (24/2/2022) keliling kampung. Mereka geram dengan kelakuan salah satu oknum perangkat desa pelaku asusila.
Kamis, 24 Februari 2022 - 13:20 WIB
Emak-emak Longmarch Membawa Spanduk dan Meneriakan Yel.
Sumber :
  • Tim tvOne - Sonik Jatmiko

Purbalingga, Jawa Tengah - Ratusan emak-emak warga Desa Grantung, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Kamis (24/2/2022) melakukan longmarch keliling kampung. Mereka menggelar unjuk rasa karena geram dengan kelakuan salah satu oknum perangkat desa yang ditengarai kerap berbuat asusila. Emak-emak meminta si perangkat desa dicopot.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan membawa aneka spanduk dan meneriakan yel, emak-emak berjalan keliling kampung. Spanduk dan yel berisi kecaman kepada salah seorang perangkat desa di berjenis kelamin laki-laki, berinisial RH. 

 

RH dituding telah melakukan tindakan asusila dengan seorang tenaga kesehatan desa setempat. Perbuatan itu terbongkar, setelah tangkapan layar di aplikasi obrolan menyebar.

 

Aksi demo adalah puncak kemarahan warga. Ditengarai RH tidak hanya sekali berbuat asusila, tetapi sebelumnya juga pernah dipergoki warga. Bahkan, warga menilai, ada unsur paksaan kepada pihak  perempuan.

 

"Warga sudah protes berkali-kali, tapi yang bersangkutan tidak ditindak. Demo ini adalah puncak dari kejengkelan warga," ujar Sumirah, salah seorang perempuan yang ikut demo.

 

Kita, lanjut Sumirah, sudah tidak mau dipimpin oleh perangkat itu. Karena sudah beberapa kali melakukan tindak asusila.

 

Usai longmarch keliling kampung, emak-emak mendatangi kantor desa. Mereka ingin bertemu dengan RH langsung. 

 

Kepala Desa Grantung, Karyono mengaku sudah mendengar aspirasi warga. Pihaknya sudah menyerahkan kasus ini ke Pemkab Purbalingga. 

 

"Kita tampung tuntutan warga, tapi kita tidak bisa memutuskan di tingkat desa. Karena ini ranahnya pemkab," ujar Karyono.

 

Pihaknya sudah mengajukan usulan untuk ditangani di tingkat kabupaten oleh instansi terkait, dengan melibatkan kepolisian, pemda dan warga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Sekitar dua jam menggelar aksi, warga membubarkan diri. Aksi dijaga oleh aparat Polres Purbalingga dan anggota TNI. Tidak ada insiden dalam aksi itu. (Sonik Jatmiko/dan)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT