Boyolali, Jawa Tengah – Meski diterjang pandemi selama dua tahun, para perajin keranjang buah dari bambu di Boyolali tetap eksis.
Salah satu perajin keranjang bambu di Desa Selodoko, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Umardani mengatakan, meskipun pandemi masih berlangsung, dirinya dan warga lain tetap menekuni bisnis produksi keranjang buah dari bambu.
“Saya baru tiga tahun ini membuat keranjang buah dari bambu dan hasilnya bisa untuk mencukupi kebutuhan hidup,” kata Umardani, perajin keranjang bambu, Minggu (13/2/2002).
Menurutnya, di kampung tersebut, bisnis kerajinan tangan keranjang bambu ini telah ada sejak dulu. Selain dirinya, ada beberapa tetangga yang juga membuat keranjang seperti dirinya.
“Meskipun tetangga menekuni bisnis yang sama, tidak ada persaingan berarti di antara kami,” ujarnya.
Untuk membuat keranjang bambu, dibutuhkan ketelitian dan kesabaran. Jika sudah mahir, seseorang bisa membuat 3 keranjang per hari.
“Ya cara membuatnya sebenarnya gampang. Bambu kita potong dan belah sesuai ukuran. Kita ambil yang bagian luar lalu dianyam sesuai bentuk yang diinginkan.”
Bambu yang digunakan pun tak boleh sembarangan. Hanya bambu jenis apus yang bisa dipergunakan. Bambu ini gampang diperoleh di kawasan Ampel,Boyolali ini. Dengan harga 6 ribu Rupiah, satu pohon bambu utuh bisa dibuat menjadi 2 - 3 keranjang.
Perajin keranjang buah lainnya, Mansuri menjelaskan, harga jual keranjang buah adalah 15 ribu Rupiah.
“Keranjang hasil kerajinan diambil setiap sebulan sekali,” ujarnya. (Agus Saptono/Ard)
Load more