News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kreatif! IRT di Pati Olah Sampah Dapur Jadi Pupuk Organik Padat dan Cair

Sampah dapur yang biasanya dibuang, di tangan dingin Ibu Rumah Tangga (IRT) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dapat diolah menjadi pupuk organik padat maupun cair
Rabu, 2 Februari 2022 - 16:16 WIB
Seorang anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Kab. Pati, Jateng, menyemprot sayuran menggunakan pupuk organik cair berbahan sampah dapur
Sumber :
  • Tim tvOne/Abdul Rohim

Pati, Jawa Tengah – Sampah dapur yang biasanya hanya dibuang begitu saja dan menyebabkan polusi lingkungan, di tangan dingin Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dapat diolah menjadi pupuk organik padat maupun cair.

Melalui bimbingan Balai Pelatihan dan Penyuluhan (BPP) Kecamatan Gabus, puluhan IRT yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) dari sejumlah Desa di Kecamatan Gabus, dilatih membuat pupuk organik berbahan sampah rumah tangga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan pemanfaatkan sampah dapur menjadi pupuk organik ini, diharapkan dapat menekan volume limbah rumah tangga yang banyak dibuang atau dibakar

Anggota KWT Sekar Tanjung, Desa Tanjunganom, Kecamatan Gabus, Sumiati mengaku, awalnya sampah sisa makan dan sisa memasak di dapur dibuang begitu di tempat sampah atau pekarangan rumah. Namun, setelah mendapatkan pelatihan dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan (BPP) Kecamatan Gabus, sampah dapur diolahnya menjadi pupuk organik.

“Setelah mendapat pelatihan dari BPP Kecamatan Gabus, sampah rumah tangga yang biasanya saya buang ditempat sampah kini saya buat pupuk organik. Ini kan organik, sehingga lebih sehat untuk tanaman. Bisa digunakan untuk pupuk semua tanaman dan bunga, untuk sayuran, kangkung, sawi, terong, kacang, dan cabe juga bisa,” kata Sumiati, rabu (2/2/2022).

Untuk membuat pupuk organik padat maupun cair, lanjutnya, dari bahan sampah dapur sangatlah mudah. Caranya, sisa-sisa sampah dapur yang ada di rumah, seperti kulit telur, kepala ikan, dan potongan sayuran yang tidak terpakai dimasukan ke ember dan dibiarkan selama beberapa hari.

Sejak menggunakan pupuk organik dengan memanfaatkan sampah dapur rumah tangga ini, tanaman sayuran dan buah-buahan yang ditanamnya lebih subur dibandingkan dengan menggunakan pupuk kimia.

“Alhamduillah, sekarang tanaman yang saya tanam dipekarangan rumah lebih hijau dan sehat. Sampah dapur juga bisa termanfaatkan dan tidak lagi mengotori lingkungan,” imbuhnya.

Koordinator BPP Kecamatan Gabus, Eny Prasetyowati menjelaskan, pembuatan pupuk organik padat dan cair dari sampah dapur dengan menggunakan teknik ember tumpuk ini caranya sangat mudah dan biayanya murah.

“Proses pertama kita membuat dekomposer (pengurainya) dengan memasukan khusus buah-buahan saja. Nanti setelah dua bulan, kita panen limbinya atau airnya," jelasnya.

Setelah berubah warna kemudian kita jemur untuk mengaktifkan mikrobanya. Proses selanjutnya baru memasukan sampah dapur apa saja. Sementara yang dari buah-buah yang kita encerkan limbinya atau airnya kita semprotkan di sampah dapur supaya cepat terurai dan menjadi pupuk organik. (Abdul Rohim/mii)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT