News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Vaksinasi Covid-19 Booster, Pemkab Semarang Terima 47.500 dosis

Pemkab Semarang mendapat alokasi vaksinasi booster sebanyak 47.500 dosis jenis Moderna, di mana 47.000 dosis didistribusikan ke puskesmas dan sisanya cadangan.
Rabu, 19 Januari 2022 - 13:14 WIB
Pelaksanaan Vaksinasi Booster di Kabupaten Semarang.
Sumber :
  • Tim tvOne - Aditya Bayu

Semarang, Jawa Tengah - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 Booster di Kabupaten Semarang mulai dilaksanakan Rabu (19/1/2022). Dalam pelaksanaan hari pertama, penyuntikan dilakukan secara serentak di 19 kecamatan melalui puskesmas setempat. 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk vaksinasi booster ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang mendapat alokasi vaksin sebanyak 47.500 dosis vaksin jenis Moderna, di mana 47.000 dosis didistribusikan ke seluruh puskesmas dan 500 dosis akan menjadi cadangan. 

 

Bupati Semarang, Ngesti Nugaraha menjelaskan vaksinasi booster akan menyasar warga lanjut usia dan warga berusia 18 tahun ke atas dan diprioritaskan bagi mereka yang rentan terpapar Covid-19. Sebelumnya, Pemkab Semarang telah melakukan vaksinasi booster kepada tenaga kesehatan. 

 

"Sebelum kami launching hari ini (Rabu, 19/1/2022) vaksinasi booster sudah kami lakukan untuk semua tenaga kesehatan. Dan hari ini semua masyarakat sudah bisa menerima vaksinasi booster secara gratis di semua puskesmas di 19 Kecamatan," jelas Bupati Semarang. 

 

Meskipun vaksinasi booster telah dilaksanakan, Pemkab Semarang juga terus melakukan jemput bola kepada masyarakat yang belum menyelesaikan vaksinasi Covid-19 dosis pertama maupun dosis kedua.

 

"Saat ini vaksinasi lansia telah mencapai 78 persen dan kami terus lakukan jemput bola agar semua target sasaran bisa kami selesaikan. Selain itu, bagi pelajar juga kita terus lakukan percepatan dengan berikan layanan vaksin setiap hari. Saat ini sudah 74 persen," ujarnya. 

 

Sementara itu, terkait dengan perkembangam Covid-19 di Kabupaten Semarang, saat ini terdapat dua kasus aktif. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

"Saat ini kami masih terus menyiapkan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan rumah isolasi terpusat sebagai bentuk upaya siap siaga jika ada lonjakan kasus Covid-19. Kami terus mengimbau masyarakat agar taat prokes meski sudah menerima vaksin booster, agar angka kasus Covid-19 tidak kembali naik," pungkas Bupati. (Aditya Bayu/dan)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT