News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nasi Bakar Kendil Semarang, Aromanya Sungguh Menggugah Selera

Di Semarang ada sebuah tempat makan yang mengolah nasi dengan cara dibakar kendil. Kendil dari tanah liat memberi aroma khusus yang bisa menggugah selera makan.
Sabtu, 8 Januari 2022 - 10:46 WIB
Nasi Bakar Kendil yang Menggugah Selera.
Sumber :
  • Tim tvOne - Teguh Joko Sutrisno

Semarang, Jawa Tengah - Sebagai pemakan nasi, orang Indonesia dikenal sangat kreatif mengolah beras menjadi aneka masakan. Cara memasak pun beragam. Ada yang direbus, ada yang dikukus, ada yang ditim, bahkan ada juga yang dibakar. Nah, di Semarang ada sebuah tempat makan yang mengolah nasi dengan cara dibakar kendil. Kata yang memasak, kendil dari tanah liat memberi aroma khusus yang bisa menggugah selera makan.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Cara orang dulu kan awalnya memasak itu pakai gerabah tanah liat. Ada kendil, ada klenting, dan lain-lain. Kita ingin coba tawarkan nih, masak tempo dulu dengan alat tanah liat, dan ternyata taste dan aromanya beda dan menggugah selera," kata Toyo, salah satu juru masak nasi bakar kendil Semarang.

 

Kalau dilihat dari tampilannya, nasi bakar kendil ini mirip dengan nasi tim. Bedanya, kalau nasi tim pemanasannya dengan menempatkan beras di panci kecil lalu ditaruh di tengah air panas dan ditutup, sedangkan nasi bakar kendil nasinya ditaruh di kendil dan dipanaskan langsung dengan api.

 

"Karena langsung dipanaskan dengan api, maka harus rutin kita aduk, sehingga bagian bawahnya tidak gosong," jelasnya.

 

Isian nasi bakar memakai beberapa bahan dan bumbu. Ada bumbu bawang, cabe, sedikit rempah, santan, dan daging ayam. Nasi lebih dulu dimasak hingga setengah matang. Baru kemudian dimasukkan bahan bumbu dan daging ayam. Diaduk terus dan dibolak-balik sampai matang. Istilah tradisionalnya, sampai tanak.

 

Barulah nasi bakar kendil dihidangkan di meja. Bisa langsung dimakan karena sudah ada lauknya, bisa juga dengan tambahan sayur seperti oseng dan lauk tahu dan tempe.

 

"Beda sih. Terutama aroma asap dan tanah liatnya. Dan hasil nasinya pulen tapi tidak lembek. Kalau bumbu bisa divariasi, kan selera orang masing-masing. Ada yang suka pedas ada yang tidak. Kalau saya kebetulan suka pedas ya, jadi cocok untuk yang ini," kata Mutia, pegiat wisata kuliner di Semarang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Menu ini dijual dalam porsi satu kendil yang bisa disantap untuk dua orang. Ada beberapa lokasi di Semarang yang menyajikannya. Antara lain di Wujil Ungaran, juga di kawasan kuliner Erlangga dekat Simpang Lima Kota Semarang. (Teguh Joko Sutrisno/dan)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT