News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pria di Semarang Patahkan Rahang Istrinya usai Pergoki Istri Chat dengan Selingkuhan

Seorang pria di Kota Semarang nekat menganiaya istrinya karena memergoki chat dengan pria lain yang dianggap selingkuhannya.
Jumat, 17 Mei 2024 - 18:58 WIB
Rilis kasus KDRT pria aniaya istri usai pergoki selingkuh, di Polrestabes Semarang Jumat (17/6/2024).
Sumber :
  • Tim tvOne - Didiet Cordiaz

Semarang, tvOnenews.com - Seorang pria di Kota Semarang nekat menganiaya istrinya karena memergoki chat dengan pria lain yang dianggap selingkuhannya.

Korban bernama Septiana Nurjanah (28) kini harus mendapatkan perawatan karena mengalami patah tulang pada rahangnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wanita berusia 28 tahun itu juga sempat diancam akan dibunuh oleh pelaku bernama Tri Mulyono jika berani melaporkan aksi kekerasan itu ke kepolisan.

KanitPPA Polrestabes Semarang, AKP Agus Tri menjelaskan, peristiwa ini diketahui ketika adanya laporan dari SOS Aplikasi Libas oleh kerabat korban secara diam-diam pada Kamis (16/5/2024) sore.

Menerima informasi itu, petugas kepolisian langsung menuju ke RS Bhayangkara tempat dimana korban mendapatkan perawatan medis untuk melakukan pemeriksaan. 

Saat dicek, ternyata betul ada korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Setelah memastikan peristiwa itu, kepolisian kemudian mengamankan pelaku tak lama setelah adanya laporan, di rumah kos wilayah Mranggen Kabupaten Demak. 

Usai diamankan, petugas melakukan interogasi terhadap pelaku. Menurut keterangan yang diterima, aksi itu ternyata sudah dilakukan sejak satu bulan yang lalu di kos Bangetayu Kulon Kecamatan Genuk. 

Artinya selama waktu itu korban hidup dengan rahang kanan patah dan luka lebam ditubuhnya. Ditambah korban merasa tertekan karena ancaman pembunuhan oleh pelaku. 

“Peristiwa tanggal 16 April 2024 pukul 02.00 di kos. Jadi tersangka membuka handphone istrinya kemudian melihat chat yang sekira menimbulkan kecembururan ada kata sayang. Setelah itu korban ditanya mengakui tapi sebelum ada pembuktian itu dan tersangka langsung emosi memukul menendang beberapa kali memukul menggunakan hanger,” ujarnya saat rilis kasus di kantornya, Jumat (17/5/2024).

“Di rahang sebelah kanan dipukul, posisi korban tidur berdiri korban diinjak lalu dipukul beberapa kali menggunakan hanger mengenai punggung dan korban diancam agar tidak melapor ke polisi. Sehingga korban menderita rahang patah dari tanggal 16 April sampai satu bulan menderita patah rahang dan diancam tidak boleh melapor,” lanjutnya. 

Ketiga anak korban kini dititipkan ke neneknya untuk dirawat. Sedangkan korban masih mendapatkan perawatan medis di rumah sakit sejak tiga hari yang lalu. 

“Korban dilakukan operasi menyambungkan rahang dengan pen. Tersangka tidak ikut karena alasan menjaga anak dan pelaku diamankan setelah pindah kos di Mranggen,” paparnya. 

Sementara itu, dihadapan polisi dan awak media, pelaku mengakui jika memang melakukan kekerasan karena kesal diselingkuhi. Bahkan ia menyebut jika komunikasi dengan selingkuhannya membicarakan perceraian. 

“Memang dari salah satu aplikasi tiktok ada mau kata-kata mau cerai ada kata-kata lagi dia suka sama bujang,” jelasnya.

Dirinya juga mengatakan jika sudah melakukan kekerasan beberapa kali. Alasan ia mengancam korban untuk tidak melapor lantaran takut tidak ada yang menjaga anaknya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami nikah sudah 6-7 tahun, punya tiga anak paling kecil 1 tahun lebih dan paling besar 6 sampai 7 tahun umurnya,” imbuhnya. 

Saat ini pelaku sudah diamankan di Polrestabes Semarang untuk pemeriksaan selanjutnya. Atas perbuatannya, tersangka terancam 15 tahun penjara dijerat Pasal 44 Ayat 2 dan Ayat 1 UU 23 Tahun 2004 Tentang penghapusan KDRT. (dcz/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT