News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ratapan Petani Garam di Rembang, Sebut Puluhan Hektare Tambak Garam Tercemar Limbah Industri

Petani garam di Desa Dasun, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mengeluhkan kondisi aliran Sungai Dasun yang diduga tercemar limbah industri.
Kamis, 12 Oktober 2023 - 14:46 WIB
Areal tambak garam di Desa Dasun, Lasem, Rembang, Jawa Tengah tercemar limbah industri.
Sumber :
  • Tim tvOne - Abdul Rohim

Rembang, tvOnenews.com - Petani garam di Desa Dasun, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mengeluhkan kondisi aliran Sungai Dasun yang diduga tercemar limbah industri, lantaran air yang mengalir dari aliran sungai berwarna keruh dan berbusa.

Meski tercemar, air dari aliran Sungai Dasun masih tetap digunakan para petani garam untuk produksi garam di area tambak mereka. Para petani menduga aliran air di Sungai Dasun tercemar limbah yang disinyalir dari hasil pembuangan limbah industri yang berada di kawasan Sungai Dasun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya dikeluhkan karena air tercemar, namun kondisi ini juga berdampak pada puluhan hektare tambak garam dan membuat kualitas produksi garam petani menurun.

“Airnya kadang merah kadang hijau berbusa. Ini sangat merugikan kami para petambak karena produksi garam menjadi turun, kualitasnya juga jelek,” kata salah seorang petambak garam, Nur Karim, Kamis (12/10/2023).

Tak hanya itu, akibat pencemaran air Sungai Dasun ini menjadikan tumbuh kembang ikan dan udang yang berada di sekitar tambak menjadi melambat dan mati.

Salah satu petambak ikan, Danar Ristanto, mengungkapkan kualitas air Sungai Dasun yang mengaliri puluhan hektare area tambak mereka semakin memburuk. Pasalnya, sudah bertahun tahun warna air sungai yang dialirkan ke area tambaknya berubah ubah dan berbusa.

“Menurut saya ini sudah ada pencemaran, airnya berubah ubah kadang kadang kehijaunan. Hijaunya bukan di bawah tapi dia atas, ngambang terus banyak busanya,” ungkapnya.

"Perkembangan ikan saat saya mengembangkan organik dulu tidak pernah pakai pakan atau pelet. Bandengnya itu dagingnya terkenal manis. Sekarang perkembangannya selama 3 sampai 4 tahun ini sulit, nggak bisa gemuk panjang, artinya itu kan organiknya banyak yang kurang,” lanjut dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini para petani garam di Desa Dasun, Kecamatan Lasem, Rembang, kata Danar hanya bisa berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan penelitian dan penanganan agar air dari aliran Sungai Dasun bisa kembali jernih seperti sediakala.

“Limbah itu kan banyak, orang buang sampah, industri industri yang disini itu yang perlu di amdal. Saya tercemar ini sudah ada 8 tahun, selama ini penanganan nggak ada, belum pernah saya rasakan. Untuk itu kami mohon perhatian dari pemerintah untuk menangani masalah pencemaran Sungai Dasun ini,” pungkasnya. (arm/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT