News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gelar Wiwit Mbako, Masyarakat Temanggung Berdoa agar Tembakau Tidak Disamakan dengan Narkotika

Masyarakat Desa Tlahap, Kledung tumpah ruah di tengah ladang tembakau. Ratusan warga dari setiap rukun tetangga (RT) membawa ambengan (nasi tumpeng) sebagai wujud syukur dan permohonan kepada Yang Maha Kuasa dalam ritual Wiwit Mbako.
Minggu, 11 Juni 2023 - 16:29 WIB
Masyarakat Temanggung gelar Wiwit Mbako, Minggu (11 Juni 2023).
Sumber :
  • tim tvOne - Purnomo

Temanggung, tvOnenews.com- Masyarakat Desa Tlahap, Kledung tumpah ruah di tengah ladang tembakau. Ratusan warga dari setiap rukun tetangga (RT) membawa ambengan (nasi tumpeng) sebagai wujud syukur dan permohonan kepada Yang Maha Kuasa dalam ritual Wiwit Mbako.

Doa khusus yang dipanjatkan masyarakat Desa Tlahap selain berisi harapan agar panen tembakau lancar dan harga terjaga, juga berisi harapan kepastian terhadap keberlangsungan mata pencaharian mereka di tengah polemik Pasal 154 mengenai Pengamanan Zat Adiktif dalam RUU Kesehatan yang menyamakan tembakau dengan narkotika, psikotropika dan minuman beralkohol.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam doa dan ritual Wiwit Mbako ini, masyarakat Desa Tlahap ingin menunjukkan bahwa tembakau yang merupakan berkah semesta alam ini telah membawa kemaslahatan bagi banyak orang.

"Dapur kami, pendidikan anak-anak kami, semua berasal dari tembakau. Tembakau yang menyejahterakan kami. Kami tidak terima dan terus menyuarakan penolakan agar tembakau tidak disamakan dengan narkotika, psikotropika dan minuman beralkohol seperti yang ada di Pasal 154 RUU Kesehatan," ujar Hariyanto, petani tembakau Desa Tlahap, Minggu (11/6). 

Wiwit Mbako biasanya memang dilakukan setelah usia tembakau yang ditanam 2-3 bulan. Sesuai proyeksi BMKG, tahun ini cuaca bersahabat bagi petani tembakau. Oleh karena itu, para petani memiliki harapan tinggi sampai akhir musim tembakau nanti.

"Tembakau adalah andalan kami. Tembakau mata pencaharian kami. Kami siap memperjuangkan tembakau sampai titik darah penghabisan," tegas Hariyanto. 

Senada, Cipto Utomo dari kelompok tani Sarwodadi menuturkan bahwa upaya meloloskan klausul tembakau di RUU Kesehatan adalah bentuk pengkhianatan pemerintah yang selama ini selalu menjanjikan pemberdayaan petani.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sangat tidak masuk akal Pasal 154 ini. Petani jelas dan tegas menentang. Tembakau adalah berkah dari Yang Maha Kuasa bagi petani. Kami bisa berdaya, ekonominya tetap berputar karena tembakau. Menanam tembakau bukan kegiatan melanggar hukum. Kami petani taat pada undang-undang. Kenapa kami dikhianati? Harusnya sumber mata pencaharian kami dijaga dan dilindungi," tutur Cipto.

Ahmad Ismayudin, Lurah Desa Tlahap menuturkan bahwa ritual Wiwit Mbako ini diakukan secara mandiri oleh masyarakat Desa Tlahap dengan melibatkan seluruh kepala desa se-Kecamatan Kledung. Desa yang 90 persen masyarakatnya adalah petani tembakau ini, melalui budaya dan tradisi turun-temurun memohon perlindungan dari regulasi yang tidak adil, yang menyakiti, dan mengabaikan hak-hak serta masa depan petani. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.
Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Rasa duka menyelimuti kediaman almarhumah Nurlaela di Kampung Ceger, Cikarang Timur, saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang berkunjung, Selasa (28/4). 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT