GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gempa Cianjur, Tim SAR Gabungan Evakuasi Satu Jenazah di Desa Cijedil

Petugas menemukan jenazah seorang pria dewasa dengan tanda lahir berupa titik hitam pada lengan kanan atas dalam operasi pencarian korban gempa di Cijedil.
Minggu, 27 November 2022 - 12:57 WIB
Petugas mengevakuasi satu jenazah korban gempa bumi di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Minggu (27/11/2022).
Sumber :
  • ANTARA

Cianjur, Jawa Barat - Satu jenazah korban gempa bumi di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat kembali dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan, pada Minggu sekitar pukul 09.50 WIB.

Petugas menemukan jenazah seorang pria dewasa dengan tanda lahir berupa titik hitam pada lengan kanan atas dalam operasi pencarian korban gempa di Cijedil. Pria tersebut mengenakan baju abu-abu bermotif garis dan celana kain hitam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Petugas membawa jenazah korban gempa yang ditemukan di Desa Cijedil ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang agar bisa diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Sabtu (26/11) gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Cianjur pada 21 November 2022 telah menyebabkan 318 orang meninggal dunia.

Selain itu, gempa bumi menyebabkan 7.729 orang terluka dan 108 orang di antaranya dirawat di rumah sakit karena terluka berat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung Jumaril sebelumnya mengatakan bahwa petugas SAR fokus melakukan pencarian korban gempa di area Warung Sate Shinta, Cijedil, dan Cicadas karena masih ada warga yang dilaporkan hilang di ketiga area tersebut.

Di samping mengoperasikan alat berat, dia mengatakan, tim SAR mengerahkan anjing pelacak untuk mendukung upaya pencarian korban gempa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kendala yang dihadapi petugas selama enam hari upaya pencarian, menurut Jumaril, antara lain kondisi cuaca yang kadang tidak mendukung serta gempa susulan yang masih terjadi.

"Basarnas sudah menempatkan safety officer (petugas keamanan) di setiap area untuk memantau pergerakan yang sekiranya bisa membahayakan tim SAR gabungan," katanya. (ant/ito)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

ADVERTISEMENT