News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pencarian Korban Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Bogor, Petugas Temui Beberapa Kendala

Hingga hari ketiga, Basarnas masih lakukan pencarian korban hilang yang tertimbun tanah longsor di Desa Cibunian, Kec. Pamijahan, Kab. Bogor, Rabu (22/6/2022).
Sabtu, 25 Juni 2022 - 18:50 WIB
Petugas Lakukan Evakuasi di Lokasi Longsor yang Terjadi di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor
Sumber :
  • BNPB

Kab. Bogor - Bencana banjir dan tanah longsor yang kini tengah melanda Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor pada Rabu (22/6/2022) malam sekitar 19.00 WIB. Banjir dan tanah longsor diakibatkan adanya intensitas hujan yang deras hingga meluapnya aliran sungai di desa tersebut.

Hingga pada hari ketiga, Basarnas masih akan melakukan pencarian kepada korban yang hilang tertimbun tanah longsor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Iya, pencarian hari ini tetap kami lanjutkan," kata Kasiops dan Siaga Basarnas Jakarta Agung Priambodo di Desa Cibunian, Sabtu (25/6/2022).

Pencarian hari ini akan dibantu menggunakan backhoe berukuran kecil, alat ini dipergunakan karena adanya beberapa batu besar yang menghalangi pencarian. Sebelumnya backhoe besar ingin dipergunakan, namun karen kondisi medan yang tertutup tersebut menjadi tidak bisa dipakai.

"Kalau untuk alat berat kita masih mengusahakan backhoe. Jadi kemarin kita pakai backhoe yang besar, ternyata tidak masuk ke lokasi karena terhalang batu besar. Jadi untuk hari ini saran operator, mereka mau menggunakan backhoe kecil agar bisa naik menuju ke lokasi," bebernya.

Agung menjelaskan, alat backhoe ini masih belum bisa beroperasi karena operator yang menjalankan alat tersebut hingga sekarang belum sampai di lokasi.

"Sementara masih satu (backhoe), nanti mudah-mudahan kalau ada bantuan tambahan backhoe lagi bisa dikerahkan. Untuk backhoe masih ada di sini, nanti kita bergerak bareng ke lokasi, kita juga masih nunggu operatornya untuk bergerak secepatnya ke lokasi," ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Agung, kondisi dari tanah yang sangat labil di sekitar lokasi menjadi salah satu kendala pencarian korban longsor, sedangkan untuk tanah yang menimbun perumahan tersebut bisa 3-4 meter. 

"Kalau kendala sebenarnya di sana tuh daerah yang labil ya. Tanahnya tuh tanah labil, terus juga masih rawan longsor lah. Jadi kalau sudah hujan saja, kita sudah mulai minggir gitu, sudah mulai kita tarik. Karena ada beberapa titik yang sedikit mulai longsor-longsor gitu," jelasnya. (mg5/put)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT