News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Teriak-teriak Cari Linggis, KDM Turun Evakuasi Korban Bencana Longsor di Bandung Barat

Kondisi itu tidak hanya dialami petugas, tetapi juga Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) yang turun langsung membantu proses evakuasi korban. Ia terlihat ...
Minggu, 25 Januari 2026 - 11:10 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di lokasi bencana longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026).
Sumber :
  • Tangkapan layar

“Kita belum bisa mengidentifikasi. Fokus saya hari ini adalah mengangkat jenazah secara bertahap, kemudian melakukan pemulihan lingkungan,” kata Dedi.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di lokasi bencana longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026).
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di lokasi bencana longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026).
Sumber :
  • Tangkapan layar

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan komitmennya untuk memberikan bantuan sebesar Rp10 juta per kepala keluarga (KK) kepada para korban terdampak longsor. Ia juga membawa sebanyak 1.000 kotak nasi untuk para pengungsi.

“Nanti bantuannya Rp10 juta per kepala keluarga, dipakai untuk ngontrak dulu, di mana saja terserah,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, para pengungsi berpotensi mengalami tekanan psikologis jika terlalu lama tinggal di posko pengungsian.

“Kalau di sini terus, tambah stres, bisa jadi penyakit,” ucapnya.

Ia pun menginstruksikan Sekda Jabar Herman Suryatman untuk segera menyiapkan alokasi anggaran bantuan tersebut.

Bantuan itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar korban, sehingga pemerintah bisa lebih fokus pada pencarian korban yang masih tertimbun dan pemulihan pascabencana.

“Rp10 juta per kepala keluarga untuk kontrakan dan bekal hidup sekitar dua bulan, supaya kita fokus pada recovery dan penyelesaian pencarian korban,” jelas Dedi.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa bencana alam dapat menimpa siapa saja, termasuk mereka yang tidak secara langsung menyebabkan bencana tersebut.

“Longsor di Bandung Barat menjadi catatan penting bahwa bencana bisa menimpa siapa saja,” kata Dedi.

Ia menyoroti perubahan fungsi alam, seperti lereng gunung yang dialihfungsikan menjadi lahan sayuran dan kebun bunga dengan sistem green house berbahan plastik.

“Itu fakta bahwa kita telah berbuat salah terhadap kawasan perbukitan,” ujarnya.

Dedi juga menyinggung alih fungsi sawah menjadi perumahan serta pendangkalan sungai sebagai bentuk ketidakpedulian manusia terhadap alam.

Orang nomor satu di Jawa Barat itu mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan introspeksi dan mulai menghentikan perilaku yang merusak lingkungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sudah saatnya kita mengubah perilaku buruk yang menjadikan alam sekadar objek eksploitasi, tanpa memperhatikan keharmonisan dan keselarasan hidup,” tuturnya.

Tak hanya masyarakat, Dedi juga meminta pemerintah untuk berani mengakui kesalahan dalam pengelolaan lingkungan.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Reza Arap Beri Keterangan ke Polisi Soal Kematian Lula Lahfah Hari Ini, Fakta Baru akan Terungkap?

Reza Arap Beri Keterangan ke Polisi Soal Kematian Lula Lahfah Hari Ini, Fakta Baru akan Terungkap?

Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk Reza Arap, terkait meninggalnya selebgram dan influencer kenamaan, Lula Lahfah.
Longsor di Kab. Bandung Barat, Wagub Jabar Ancam Tindak Tegas Alih Fungsi Lahan

Longsor di Kab. Bandung Barat, Wagub Jabar Ancam Tindak Tegas Alih Fungsi Lahan

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan bahwa pihaknya akan menindak tegas praktik alih fungsi lahan di wilayah hutan Perhutani, yang diduga kuat menjadi pemicu longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Marak Kawin Kontrak dan Nikah Semu dengan WNA di Bogor, DPR Desak Imigrasi Bertindak

Marak Kawin Kontrak dan Nikah Semu dengan WNA di Bogor, DPR Desak Imigrasi Bertindak

DPR RI menyoroti praktik kawin kontrak, nikah siri, hingga perkawinan semu yang melibatkan warga negara asing (WNA) yang marak terjadi di Bogor, Jawa Barat. 
Kalah dari Jay Idzes, Emil Audero Malah Tertinggal Bus Cremonese Gara-gara Ditanya Soal Timnas Indonesia

Kalah dari Jay Idzes, Emil Audero Malah Tertinggal Bus Cremonese Gara-gara Ditanya Soal Timnas Indonesia

Emil Audero gagal membawa poin bagi timnya, Cremonese setelah kalah dari Sassuolo, klub yang dibela Jay Idzes di Stadion Mapei, pada Minggu (25/1/2026). Lewat gol cepat, Cremonese kalah tipis 0-1 dari Sassuolo. 
Nostalgia Persija-Persib: 5 Laga Tak Terlupakan Macan Kemayoran vs Maung Bandung dalam 2 Dekade Terakhir

Nostalgia Persija-Persib: 5 Laga Tak Terlupakan Macan Kemayoran vs Maung Bandung dalam 2 Dekade Terakhir

Berikut telah dirangkum lima pertandingan paling bersejarah yang menjadi saksi bisu rivalitas abadi antara Macan Kemayoran vs Maung Bandung dalam 2 dekade terakhir.
Bukan Sekadar Ibadah, Jadikan Shalat Dhuha Sebagai Ikhtiar Terkabulnya Hajat, Begini Bacaan Doa Setelah Shalat Dhuha

Bukan Sekadar Ibadah, Jadikan Shalat Dhuha Sebagai Ikhtiar Terkabulnya Hajat, Begini Bacaan Doa Setelah Shalat Dhuha

Shalat Dhuha menjadi wasilah spiritual bagi mereka yang sedang ikhtiar demi terkabulnya hajat. Jadi sangat dianjurkan menutup shalat Dhuha dengan doa khusus,

Trending

Kalah dari Jay Idzes, Emil Audero Malah Tertinggal Bus Cremonese Gara-gara Ditanya Soal Timnas Indonesia

Kalah dari Jay Idzes, Emil Audero Malah Tertinggal Bus Cremonese Gara-gara Ditanya Soal Timnas Indonesia

Emil Audero gagal membawa poin bagi timnya, Cremonese setelah kalah dari Sassuolo, klub yang dibela Jay Idzes di Stadion Mapei, pada Minggu (25/1/2026). Lewat gol cepat, Cremonese kalah tipis 0-1 dari Sassuolo. 
Marak Kawin Kontrak dan Nikah Semu dengan WNA di Bogor, DPR Desak Imigrasi Bertindak

Marak Kawin Kontrak dan Nikah Semu dengan WNA di Bogor, DPR Desak Imigrasi Bertindak

DPR RI menyoroti praktik kawin kontrak, nikah siri, hingga perkawinan semu yang melibatkan warga negara asing (WNA) yang marak terjadi di Bogor, Jawa Barat. 
Longsor di Kab. Bandung Barat, Wagub Jabar Ancam Tindak Tegas Alih Fungsi Lahan

Longsor di Kab. Bandung Barat, Wagub Jabar Ancam Tindak Tegas Alih Fungsi Lahan

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan bahwa pihaknya akan menindak tegas praktik alih fungsi lahan di wilayah hutan Perhutani, yang diduga kuat menjadi pemicu longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Meninggalnya Lula Lahfah Dikaitkan dengan Overdosis, Polisi Akui Ada Rekam Medis Soal Ini

Meninggalnya Lula Lahfah Dikaitkan dengan Overdosis, Polisi Akui Ada Rekam Medis Soal Ini

Peristiwa meninggal dunianya Lula Lahfah yang juga kekasih hati dari Reza Arap masih menyisakan teka-teki usai kematian selebgram muda itu dikaitkan dengan overdosis obat atau zat terlarang.
Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Menguat, PAN dan Golkar Langsung Bereaksi Singgung Kewenangan Presiden: Penilaiannya Murni

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Menguat, PAN dan Golkar Langsung Bereaksi Singgung Kewenangan Presiden: Penilaiannya Murni

Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar memberikan reaksi terkait isu reshuffle Kabinet Merah Putih yang kabarnya akan dilakukan Presiden Prabowo dalam waktu dekat.
Hasil UFC 324: Hantam Paddy Pimblett Hingga Berdarah-darah, Justin Gaethje Raih Gelar Juara Interim Kelas Ringan

Hasil UFC 324: Hantam Paddy Pimblett Hingga Berdarah-darah, Justin Gaethje Raih Gelar Juara Interim Kelas Ringan

Hasil UFC 324 yang dimenangkan oleh Justin Gaethje usai mengalahkan Paddy Pimblett dalam lima ronde.
Sepekan Lagi Girik hingga Letter C Tak Diakui Pemerintah, Deadline 2 Februari 2026!

Sepekan Lagi Girik hingga Letter C Tak Diakui Pemerintah, Deadline 2 Februari 2026!

Mulai 2 Februari girik, letter c, atau bukti kepemilikan tanah lama tidak lagi berlaku. Bagaimana nasib tanah yang belum disertifikatkan hingga 2 Februari 2026?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT