GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengintip Suasana Lebaran di Bandung pada Zaman "Baheula"

Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran memiliki makna tersendiri. Yakni, waktu bersilaturahim bersama sanak saudara dan handai taulan sembari bermaaf-maafan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.
Senin, 31 Maret 2025 - 23:24 WIB
Ilustrasi Lebaran di Bandung tahun 1930 (Chat GPT)
Sumber :
  • Antara

Bandung, tvOnenews.com - Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran memiliki makna tersendiri. Yakni, waktu bersilaturahim bersama sanak saudara dan handai taulan sembari bermaaf-maafan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.

Punya kenikmatan tersendiri saat di ujung Ramadhan itu dan butuh pengorbanan. Terkadang di luar akal nalar. Bayangkan saja, mereka harus ikhlas menggunakan kendaraan baik roda empat maupun roda dua belasan jam saat mudik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Belasan jam yang bukan pendek alias singkat menempuh ratusan sampai ribuan kilometer. Mereka hanya ingin menikmati suasana Lebaran di kampung halaman. Pemandangan perjalanan mudik kembali terlihat beberapa hari sebelum Lebaran 2025 yang ditetapkan pemerintah berlangsung pada 31 Maret. 

Nah bagaimana suasana menjelang dan pelaksanaan Lebaran di zaman Hindia Belanda? 

Soal mudik Lebaran juga sudah ramai kala itu. Bahkan jawatan kereta api saat itu harus menyiapkan gerbong tambahan.

Koran Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië 21-11-1938 memberitakan, perusahaan kereta api kala itu menyiapkan beberapa kereta tambahan dari Madiun ke Bandung untuk staf pribumi di perusahaan tersebut. Namun orang di luar perusahaan diberi kesempatan untuk naik.

Kereta tambahan itu bukan hanya ke Madiun, tapi juga ke Yogyakarta dan Batavia mengingat banyaknya penumpang pada saat Lebaran, kata koran De locomotief edisi 21-11-1938. 

Masalah petasan juga muncul di Kota Bandung saat zaman Belanda ketika pembuat petasan menjadi korban dari barang buatannya sendiri.

Koran  De Locomotief edisi 18 Februari 1931 menceritakan seorang pembuat petasan bernama Mad Kasim terluka serius di kepalanya setelah produk buatannya meledak. Ledakan itu begitu besar hingga tubuh Mad Kasim terpental.

Koran itu menyebutkan pembuatan petasan yang menelan korban itu terjadi di Cibeunying, Bandung.

“Mad Kasim tentunya menginginkan miliknya itu disumbangkan dan digunakan sendiri. Tapi alat peledak itu membuatnya terpental dan melukainya sangat serius di kepala,” sebut koran itu.

Suasana liburan Lebaran juga saat itu diisi dengan vakansi ke tempat wisata di Kota Bandung, seperti diberitakan  koran Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië edisi 11-01-1935. Warga Bandung berbondong-bondong mengunjungi kebun binatang yang kala itu disebut derenten, yang lokasinya sama dengan Taman Zoologi Bandung atau Bandung Zoo saat ini.

Koran itu menyebutkan pada 7 Januari 1935 tercatat sebanyak 1.500 orang pribumi atau Indonesia mengunjungi tempat wisata tersebut serta 160 orang Eropa. Kemudian pada 8 Januari 1935 sebanyak 1.500 orang Eropa dan 900 orang pribumi.

Saat itu diperkirakan jumlah pengunjung akan lebih banyak lagi. Mengingat pelabuhan di Batavia menerima dua ekor kanguru serta dua ekor emus dari Perth, Australia, satu ekor anoa dari Sulawesi.

Untuk menata kebun binatang itu, pengelola melalui Dinas Pembibitan Kota kala itu telah tmelakukan perbaikan dan perluasan material pohon.

"Langkah-langkah untuk menyediakan tempat bermain anak-anak akan dibahas. Pengawal malam dari kebun binatang kemudian mendapat perhatian. Beberapa tindakan akan diambil. Berbagai rencana perbaikan telah disetujui," sebut koran itu.

Koran De Sumatera Post edisi 28-05-1923 menuliskan ada alasan untuk bersuka cita. "Hari-hari puasa yang panjang telah berlalu, sekarang orang-orang telah memenuhi kewajiban-kewajibannya, yang ditegakkan oleh agama, setidaknya dalam hal pilar ketiga Islam, dan sekarang orang-orang menyambut tahun baru (Lebaran) dengan pakaian yang bersih dan bersih."

"Pagi itu, hampir malam dan langit masih bersinar terang, banyak orang percaya berkumpul di Masjid Bandung, di mana kepala penghulu hadir dan pimpinan pemerintah (raja) Bandung, berbicara kepada orang banyak, orang banyak yang sangat besar dan sangat luas, sehingga dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya orang-orang tampaknya merasakan kebutuhan yang lebih besar di bawah pengaruh bencana baru-baru ini oleh penduduk," tulis koran itu.

Setelah upacara selesai, banyak orang berbaris panjang menuju kediaman pimpinan pemerintah kota dengan mengenakan pakaian berwarna-warni dan sibuk dengan kembang api yang meledak, dari cara yang mewah di mana banyak memberikan udara untuk antusiasme mereka.

Kemudian upacara adat terjadi di kabupaten, menurut kebiasaan, dewan Bandung mengucapkan penghormatan kepada suami dan para pejabat, para priyayi dari semua tempat, berwarna-warni sambil berlutut.

Dan banyak orang dari komunitas pribumi yang datang untuk memberi salam dan ucapan selamat kepada pimpinan pemerintahan. Seiring berjalannya waktu, hari ini mungkin lebih formal, tapi sedikit lebih besar.

Seluruh hari, penduduk berdatangan. Pada malam itu, adalah giliran komunitas Eropa untuk memberikan ucapan selamat kepada raja dan istrinya di pusat pemerintahan kabupaten. Banyak sekali pengunjung yang memanfaatkan kesempatan itu. Seluruh Lebaran ini adalah hari yang istimewa karena kehadiran banyak orang di Bandung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Demikian suasana Lebaran di Kota Bandung dan sekitarnya pada zaman baheula atau zaman dahulu. Ternyata kemeriahan saat ini serupa dengan dahulu. Mari menikmati suasana hari yang fitri pada 2025, berkumpul bersama keluarga dan saudara dan rekan-rekan. Mari saling memaafkan.

(ant/ fis)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Ungkap Ada Modus Penggunaan Cukai Rokok Manual di Rokok Mesin

KPK Ungkap Ada Modus Penggunaan Cukai Rokok Manual di Rokok Mesin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ungkap modus perusahaan rokok mekanik gunakan cukai rokok manual agar lebih murah. Juru bicara KPK, Budi Prasetyo mengungkap
Perusahaan Keluarga Bupati Pekalongan Monopoli Pengadaan hingga Bagi-bagi Cuan Rp19 Miliar

Perusahaan Keluarga Bupati Pekalongan Monopoli Pengadaan hingga Bagi-bagi Cuan Rp19 Miliar

Pada hari Selasa (3/3/2026) menjadi hari apes yang dialami oleh Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. Pasalnya mantan penyanyi ini terjaring OTT KPK. Fadia diduga
KPK Telusuri Aset Milik Fadia Arafiq yang Dibeli dari Hasil Korupsi di Pemkab Pekalongan

KPK Telusuri Aset Milik Fadia Arafiq yang Dibeli dari Hasil Korupsi di Pemkab Pekalongan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telusuri sejumlah aset yang dimiliki oleh Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, usai ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi
DPR Soroti ‘Angkutan Umum Zombie’ saat Mudik Lebaran, Minta Pemerintah Tindak Tegas

DPR Soroti ‘Angkutan Umum Zombie’ saat Mudik Lebaran, Minta Pemerintah Tindak Tegas

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Saiful Huda menyoroti terkait maraknya angkutan umum ilegal atau angkutan umum zombie saat mudik Lebaran 2026. Huda mengungkapkan
Periode Mudik Bareng Hari Nyepi, Pemerintah Bakal Tutup Sejumlah Pelabuhan

Periode Mudik Bareng Hari Nyepi, Pemerintah Bakal Tutup Sejumlah Pelabuhan

Pemerintah akan melakukan penyesuaian terkait skema lalu lintas mudik Lebaran yang berbarengan pada Hari Raya Nyepi 2026. Direktur Jenderal Perhubungan Darat
Usai Bupati Pekalongan Ditetapkan Tersangka, KPK Akui Dapat Dukungan hingga Karangan Bunga Dari Masyarakat

Usai Bupati Pekalongan Ditetapkan Tersangka, KPK Akui Dapat Dukungan hingga Karangan Bunga Dari Masyarakat

Komisi Pemberantasan Korupsi mengaku mendapatkan banyak dukungan khususnya dari masyarakat Pekalongan usai menangkap dan menetapkan Fadia Arafiq sebagai

Trending

Strategi Benyamin Davnie Bangun SDM Tangsel: Beasiswa hingga Berobat Gratis

Strategi Benyamin Davnie Bangun SDM Tangsel: Beasiswa hingga Berobat Gratis

Pemerintah Kota Pemkot Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus menegaskan komitmennya mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan melalui penguatan sektor pendidikan dan kesehatan.
Imbas Petasan dan Ujaran Kebencian di Laga Vs Persib, Persebaya Resmi Tutup Tribun Penonton 

Imbas Petasan dan Ujaran Kebencian di Laga Vs Persib, Persebaya Resmi Tutup Tribun Penonton 

Persebaya Surabaya mengumumkan penutupan Tribun Utara Gelora Bung Tomo sampai akhir musim 2025-2026 melalui akun sosial media klub, Kamis (5/3/2026). 
Detik-detik Warga Jarah Uang dari Pesawat Hercules Bawa Duit Rp1 Triliun Jatuh di Bolivia

Detik-detik Warga Jarah Uang dari Pesawat Hercules Bawa Duit Rp1 Triliun Jatuh di Bolivia

mencuat kabar detik-detik warga jarah uang dari pesawat angkut Hercules C-130 yang bawa duit Rp1 triliun yang jatuh  di Bandara Internasional El Alto, Bolivia
Jadwal Lengkap Final Four Proliga 2026: Megawati Hangestri Cs Langsung Main, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Electric PLN Usai Lebaran

Jadwal Lengkap Final Four Proliga 2026: Megawati Hangestri Cs Langsung Main, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Electric PLN Usai Lebaran

Jadwal lengkap final four Proliga 2026, di mana Megawati Hangestri dan kawan-kawan akan unjuk gigi setelah lebaran di laga yang berlangsung di tiga kota berbeda.
Terpopuler: AFC Resmi Umumkan Hasil Sidang Komdis, Skenario Gila Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026 hingga John Herdman Full Senyum

Terpopuler: AFC Resmi Umumkan Hasil Sidang Komdis, Skenario Gila Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026 hingga John Herdman Full Senyum

Tiga berita sepak bola paling populer di tvOnenews.com: hasil sidang AFC soal Persib sudah keluar? skenario Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026, hingga kabar gembira untuk John Herdman.
Update Pemain Timnas Indonesia yang Dicoret John Herdman di FIFA Series 2026: 6 Nama Hampir Dipastikan, Satu Bintang Berpotensi Menyusul

Update Pemain Timnas Indonesia yang Dicoret John Herdman di FIFA Series 2026: 6 Nama Hampir Dipastikan, Satu Bintang Berpotensi Menyusul

Timnas Indonesia terancam kehilangan banyak pemain jelang FIFA Series 2026. Enam pemain sudah absen karena sanksi dan cedera, Mauro Zijlstra juga berpotensi menyusul.
PBVSI Rencana Datangkan 4 Pemain Naturalisasi dari Brasil untuk Timnas Voli Indonesia, Siapa Saja?

PBVSI Rencana Datangkan 4 Pemain Naturalisasi dari Brasil untuk Timnas Voli Indonesia, Siapa Saja?

Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) mengungkapkan rencana naturalisasi empat pemain dari Brasil untuk memperkuat Timnas Voli Indonesia di masa depan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT