Nilainya Fantastis, Disdik Jabar Selidiki Kasus Dugaan Praktek Pungli Berkedok Biaya Seragam di SMKN Cihampelas Bandung BaratÂ
- Sumber : Pixabay
Bandung Barat, tvOnenews.com - Jagat dunia pendidikan di Jawa Barat kembali dihebohkan dengan adanya dugaan aksi pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Â
Â
Kali ini sekolah yang menjadi sorotan yaitu SMK Negeri Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Diduga diinisiasi oleh oknum wakil kepala sekolah.
Â
Â
Nilai nominal hasil kejahatan pungli yang terkumpul disinyalir mencapai lebih dari Rp700 juta, dengan rincian satu siswa ditarif Rp1,5 juta.
Â
Â
Sekretaris Dinas Pendidika Jawa Barat Deden Saepul Hidayat mengungkapkan, aksi dugaan praktik pungutan liar tersebut diduga dilakukan oleh oknum PNS yang menjabat sebagai Wakil Kepala Kesiswaan di sekolah tersebut.
Â
Â
"Saat ini sedang diproses. Sesuai aturan kita juga sudah melakukan proses pemanggilan berkaitan dengan disiplin. Yang bersangkutan mengakui perbuatannya,"kata Deden, Jumat (09/01/2025).
Â
Â
Deden menerangkan dugaan pungli ini terjadi sejak awal penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMKN Cihampelas Kabupaten Bandung Barat.
Â
Â
Â
Saat itu, tiba-tiba siswa baru menerima pemberitahuan untuk melakukan pembayaran seragam sekolah sebanyak 5 item senilai Rp 1,5 juta melalui pesan Whatsapp siswa.
Â
Â
Terduga pelaku mewajibkan semua siswa baru kelas X untuk membeli 5 item seragam, seragam batik, seragam olahraga, baju koko, seragam produktif, dan atribut sekolah.
Â
Â
"Jika melihat dari jumlahnya, itukan Rp1,5 juta dikali 493 siswa. Memang akan mencapai lebih dari Rp 500 juta. Dan itu juga sudah diakui juga oleh yang bersangkutan,"terangnya.
Â
Â
Proses pemungutan itu dilakukan tanpa melalui pengumuman resmi lembaga sekolah maupun koperasi. Pengumuman kewajiban pembelian seragam dilakukan sepihak tanpa melalui rapat orangtua siswa terlebih dahulu.
Â
Â
"Dari berita acara, yang bersangkutan memungut tanpa melakukan rapat orang tua siswa. Kepsek juga menyatakan, ini di luar koordinasinya sebagai kepala sekolah,"kata dia.
Â
Â
Saat ini, terduga pelaku pungli masih aktif di sekolah dan belum mendapatkan sanksi disiplin. Pemprov Jabar masih harus melakukan pemanggilan untuk melengkapi konstruksi perkara.
Â
Â
"(Terduga) masih aktif. Karena kita menunggu hasilnya. Sekarang sedang dalam proses sanksi di tim BKD Jabar. Apakah nanti pengurangan pangkat, atau pemecatan kalau memang terbukti pelanggarannya berat,"pungkasnya.
Load more