News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

3 Jenderal NII Didakwa Pemufakatan Menggulingkan Pemerintahan yang Sah, Terancam Penjara 15 Tahun

Jajang Koswara, Sodikin, dan Ujer, ketiga jenderal NII menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Garut.
  • Reporter :
  • Editor :
Kamis, 17 Februari 2022 - 12:37 WIB
Sidang perdana tiga jenderal NII di PN Garut
Sumber :
  • Taufiq Hidayah

Garut, Jawa Barat - Sidang perdana dengan agenda dakwaan terhadap tiga Jenderal Negara Islam Indonesia (NII), digelar di Pengadilan Negeri Garut, Jawa Barat, Kamis (17/2/22). 

Jajang Koswara, Sodikin, dan Ujer, ketiga jenderal NII menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Garut. Mereka didakwa pemufakatan menggulingkan negara atau makar, termasuk propaganda yang diunggah di media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Untuk keadilan surat dakwaan nomor register perkara tdm/ 06/grt/ 01/ 2022. Terdakwa satu Jajang Koswara, kedua terdakwa Sodikin, ketiga atas nama Ujer, penahanan dilakukan sejak bulan oktober hingga saat ini," ujar tim JPU Kejaksaan Negeri Garut yang dipimpin Neva Sari Susanti, di ruang sidang Kartika PN Garut.

Dakwaan ke satu primer menyebutkan bahwa terdakwa satu, terdakwa dua, terdakwa tiga pada hari Kamis tanggal  30 September 2021 sebagai orang yang melakukan dan turut serta melakukan makar hendak menggulingkan pemerintahan.

"Perbuatan terdakwa dengan cara-cara yang diajarkan oleh almarhum drs Sensen Komara tentang Negara Islam Indonesia," tambah jaksa.

Sidang perdana ini dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim Haris tewa, serta dua hakim anggota Nurahmi dan Sandi M Alayubi. Usai proses dakwaan, tim JPU menyatakan bahwa ketiga terdakwa dianggap telah melakukan pemufakatan makar dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

"Kita harus buktikan unsur-unsurnya, dakwaannya pasal 110 ayat 5 jadi pemufakatan makar. Apabila terbukti kejahatan itu maka ancamanya malah bisa dua kali lipat, dan kami juga mengajukan ujaran kebenciannya yaitu UU ITE pasal 28 ayat 2 junto pasal 45 ayat 2 itu terkait mereka upload sekitar 57 video dari tahun 2019 sampai kemarin akhir 2021," beber Neva Sari Susanti. (Taufiq Hidayah/act) 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT