News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Warga Sebut Ponpes Al Zaytun Tidak Bawa Manfaat Bagi Lingkungan Sekitar, Banyak Lahan Terbengkalai Tapi Tidak Boleh Dimanfaatkan 

Gonjang-ganjing dan kontroversi pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang, terus menyedot perhatian publik. Kondisi tersebut dikeluhkan oleh warga.
Jumat, 4 Agustus 2023 - 17:16 WIB
Warga sekitar Ponpes Al Zaytun mengeluhkan aktivitas Al Zaytun yang tidak membawa manfaat bagi warga
Sumber :
  • timtvOne - Opih Riharjo

Indramayu, tvOnenews.com - Warga yang tinggal berdekatan dengan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun menyebut keberadaan Ponpes tidak memiliki banyak manfaat bagi warga sekitar. Meski warga sudah meminta izin kepada Ponpes untuk mengelolah lahan tidur, namun hal itu tidak pernah diperbolehkan. 

Gonjang-ganjing dan kontroversi pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang, terus menyedot perhatian publik. Kondisi tersebut dikeluhkan oleh warga yang tinggal di sekitar Ponpes Al Zaytun. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Berdirinya Al Zaytun di wilayah Indramayu untungnya apa untuk masyarakat sekitar, dan manfaatnya apa, makanya saya kalau liat di media sosial, saya paling geram ada pembela Ma'had Al Zaytun, yang mengatakan siap pasang badan, ini lah, itu lah, saya paling geram." ujar Kartono.

Selain itu menurut Kartono, warga menganggap sejak berdirinya Ponpes Al Zaytun tidak memiliki andil dan manfaat bagi warga sekitar, justru malah mengganggu harmonisasi kehidupan di lingkungan. 

"Masalanya beliau-beliau itu tidak berdekatan hanya melihat secara gedung tempat, kalau kita di sini berdekatan, dari aspek isnsprastruktur jelas rusak, dari aspek perekonomian masyarakat di persempit, tanahnya di beli di produksi engga di kerjakan oleh warga engga boleh. Diarea Al Zaytun warga engga boleh beraktivitas, dilarang masuk, jangan kan ranting rumput gak boleh di ambil. Sedangkan Panji Gumilang bilang budaya toleransi, sama masyarakat sekitar kaya ibarat air sama minyak gak mau bersatu," lanjut Kartono.

Sementara menurut Sein, warga Blok Kedung Kacip, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu juga mengeluhkan Al Zaytun yang tidak memberikan kesempatan bagi warga sekitar untuk bisa mengikuti pendidikan di Al Zaytun. 

"Bagi masyarakat sekitar engga ada manfaatnya, yang namanya pusat pendidikan, warga sini emang ada yang sekolah di sini, engga ada, Karena aturan nya berbeda, jangankan mau masuk sekolah kita beraktifitas (warga sekitar) kalau mau lewat wilayah Al Zaytun harus menempuh prosedur dulu, kita kan warga sini dulu sebelum ada Al Zaytun, biasa beraktifitas di sini gembala kambing, cari rumput, sekarang adanya pembangunan itu terbatas, saya dari lahir asli orang sini jadi tau," keluh, Sein, Warga Mekarjaya.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT