Tanpa Sistem Proaktif, Perusahaan Rentan Diserang Hacker? Keamanan Siber Jadi Kunci, Solusi Digital Ini Lindungi Bisnis 24/7
- Istockphoto
tvOnenews.com - Banyak perusahaan baru menyadari pentingnya keamanan siber dan digital setelah insiden terjadi. Sistem yang sebelumnya dianggap aman mendadak lumpuh, data tidak bisa diakses, hingga kepercayaan pelanggan merosot drastis.
Dalam dunia bisnis modern yang serba terhubung, satu celah kecil dalam sistem bisa berdampak besar terhadap operasional.
Kondisi ini mempertegas bahwa keamanan siber tidak lagi bersifat opsional. Ancaman digital yang semakin kompleks menuntut pendekatan yang lebih proaktif dan berkelanjutan.
Sayangnya, tidak semua organisasi memiliki visibilitas penuh terhadap potensi ancaman di dalam sistem mereka.
Keterbatasan sumber daya, minimnya tenaga ahli, hingga tingginya biaya implementasi sering membuat perusahaan berada dalam posisi rentan tanpa disadari.
Melansir dari Antara News, lonjakan ancaman digital bukan sekadar isu teknis, melainkan masalah bisnis yang nyata.
Data dari Cybersecurity Ventures menunjukkan bahwa kerugian global akibat serangan siber pada 2025 diperkirakan mencapai USD 10,5 triliun per tahun.
Angka ini mencakup berbagai dampak, mulai dari downtime operasional, biaya investigasi, hingga hilangnya pelanggan.
Di Indonesia, situasinya tidak kalah mengkhawatirkan. Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat kerugian akibat penipuan dan serangan siber mencapai Rp476 miliar dalam periode November 2024 hingga awal 2025.
Angka ini menegaskan bahwa ancaman siber bukan lagi risiko potensial, melainkan realitas yang harus dihadapi oleh setiap organisasi.
Jika dibandingkan, perusahaan yang hanya mengandalkan sistem keamanan reaktif cenderung lebih rentan terhadap kerugian besar.
Sebaliknya, organisasi yang menerapkan sistem keamanan proaktif mampu mendeteksi ancaman lebih awal dan meminimalkan dampaknya.
Menjawab tantangan tersebut, Defend IT360 hadir dengan pendekatan yang lebih adaptif dalam keamanan siber.
Memasuki usia dua tahun sejak didirikan pada 2024, perusahaan ini memperkenalkan layanan Virtual SOC Essential sebagai solusi monitoring keamanan yang efisien dan fleksibel.
Banyak perusahaan sebenarnya sudah memahami pentingnya memiliki Security Operation Center (SOC).
Namun, membangun SOC internal membutuhkan investasi besar dan tenaga ahli yang tidak sedikit. Di sinilah Virtual SOC Essential menjadi alternatif yang lebih praktis.
Layanan ini mengandalkan teknologi Security Information and Event Management (SIEM) yang bekerja selama 24 jam nonstop.
Sistem ini mampu memantau berbagai komponen penting seperti firewall, server, Active Directory, VPN, hingga endpoint security secara real-time.
Keunggulan utama dari sistem ini adalah kemampuannya mendeteksi berbagai ancaman sejak dini.
Mulai dari serangan brute force, privilege escalation, port scanning, hingga aktivitas malware dapat teridentifikasi secara otomatis.
Ketika ancaman terdeteksi, sistem langsung memberikan notifikasi kepada pengguna lengkap dengan ringkasan insiden.
Tak hanya itu, laporan keamanan bulanan juga disediakan untuk memberikan gambaran tren ancaman dan aktivitas sistem.
Dengan pendekatan ini, perusahaan tidak hanya bereaksi terhadap serangan, tetapi juga mampu membangun strategi keamanan yang lebih matang.
Sepanjang operasionalnya, Defend IT360 telah menganalisis 3.824 target melalui Vulnerability Assessment & Penetration Testing (VAPT).
Selain itu, lebih dari 5,9 miliar event log dan 750 endpoint telah dipantau oleh tim Security Operation Center mereka.
Dari jumlah tersebut, teridentifikasi 16.248 alarm yang mengindikasikan potensi ancaman serius. Data ini menunjukkan betapa besarnya volume ancaman yang sebenarnya terjadi di balik layar sistem perusahaan setiap hari.
CEO Defend IT360, Sudino Oei, menegaskan bahwa semakin banyak organisasi mulai menyadari pentingnya investasi dalam keamanan digital.
“Seiring meningkatnya kompleksitas ancaman, kami melihat bahwa banyak organisasi mulai menyadari pentingnya investasi pada sistem keamanan yang lebih komprehensif. Tidak hanya untuk proteksi, tetapi juga untuk memastikan keberlangsungan bisnis,” ujar Sudino.
Kebutuhan tidak lagi sebatas perlindungan, tetapi juga memastikan keberlangsungan bisnis di tengah ancaman yang terus berkembang.
Menurutnya, solusi seperti Virtual SOC Essential menjadi relevan terutama bagi perusahaan menengah hingga besar yang ingin meningkatkan keamanan tanpa harus membangun infrastruktur kompleks.
Pendekatan ini juga membantu berbagai sektor, mulai dari finansial, kesehatan, manufaktur, hingga teknologi dalam memenuhi standar keamanan dan kepatuhan.
Dengan kombinasi teknologi, pemantauan real-time, serta rekomendasi berbasis people, process, dan technology, perusahaan kini dapat memiliki visibilitas penuh terhadap ancaman.
Hal ini menjadi kunci dalam menghadapi era digital yang penuh risiko. Ke depan, kebutuhan akan keamanan siber dipastikan akan terus meningkat.
Perusahaan yang mampu beradaptasi dengan sistem keamanan yang proaktif akan memiliki keunggulan kompetitif, tidak hanya dalam melindungi data, tetapi juga menjaga kepercayaan pelanggan dan keberlangsungan bisnis. (udn)
Load more