THL di Manggarai Akui Catut Nama Istri Bupati dalam Drama Suap “50 Kg Kemiri”
- Jo Kenaru
Manggarai, NTT - Nama Meldianty Hagur mendadak viral di Manggarai selama sepekan terakhir. Istri dari Hery Nabit, Bupati Manggarai, Nusa Tenggara Timur, ini diduga terlibat praktik jual beli proyek APBD yang disebut "50 kg kemiri".
Istri Bupati Manggarai, Meldianty Hagur, disebut memungut fee proyek sebelum tender dimulai, sebesar 5% kepada kontraktor. Tapi belakangan Rio Senta yang merupakan orang dekat Meldianty mengaku, Meldi menjadi korban skenarionya dengan sandi "50 kg kemiri".
THL pada Dinas PUPR ini baru memberi klarifikasi usai menjalani pemeriksaan di unit tipikor Polres Manggarai, Kamis petang (8/9/2022).
Keterangan Rio sangat dinantikan, sebab berdasarkan pengakuan awal Adrianus Fridus, kontraktor sekaligus pengungkap praktik suap itu, mengatakan Meldiyanti menerima Rp50 juta dari Adrianus melalui Rio Senta.
Adapun kesepakatan fee proyek sebesar 5% kata Anus, diputuskan melalui rapat 6 mata yakni Meldiyanti, Adrianus dan Rio Senta bertempat di rumah jabatan Bupati.
Rio Senta yang didampingi pengacaranya, Fridolinus Sanir dan Loys Salama membantah mengadakan pertemuan di rumah jabatan Bupati. Begitu pula serah terima uang Rp50 juta dari Anus bukan di Toko Monas melainkan di warung daging anjing dekat rumah wunut.
Cerita yang akhirnya diubah Adrianus di depan penyidik, kemudian menjadi sepadan dengan pengakuan Rio Senta. Keduanya dikonfrontasi penyidik dalam pemeriksaan yang berlangsung selama 7 jam.
Rio Senta mengungkapkan, dirinya sangat menyesal karena telah mencatut pihak lain di dalam permainannya, termasuk merusak kehormatan Bupati Hery Nabit beserta istrinya Meldianty Hagur yang akibat ulahnya. Meldiyanti diplesetkan dengan sandi suap “50 Kg Kemiri” atau satire “Ratu Kemiri”.
“Saya jelaskan kronologinya, pertama bahwa benar seperti di pemberitaan sebelumnya bahwa saya dan om Anus ini saling kontak. Dia menawarkan sejumlah uang ke saya dengan harapan bisa mendapatkan proyek. Lalu kemudian saya memanfaatkan kesempatan itu kemudian menjanjikan ke saudara Anus saya bisa. Itu sekitar bulan April 2022 saya lupa tanggal berapa dan untuk meyakinkan dia saya mencatut nama beberapa orang, yang pertama istri Bupati Manggarai kemudian ada pihak-pihak lain juga,” tutur Rio Senta di Mapolres Manggarai, Kamis petang.
Load more