News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tanaman Hias Jenis Kaktus dan Sukulen, Kini Diminati Kalangan Anak Muda di Badung, Bali

Tanaman hias jenis Kaktus dan Sukulen diminati kalangan anak muda dan pelaku usaha di daerah Badung dan sekitarnya, karena harga terjangkau, perawatannya mudah
Selasa, 30 Agustus 2022 - 15:09 WIB
Tanaman hias jenis Kaktus dan Sukulen kini diminati kalangan muda dan pelaku usaha di Badung, Bali
Sumber :
  • tim tvone - alfani

Badung, Bali - Tanaman hias berjenis Kaktus dan Sukulen diminati kalangan anak muda dan pelaku usaha di daerah Badung dan sekitarnya. Dua jenis tanaman tersebut diminati karena harganya terjangkau dan perawatannya tidak terlalu menyita waktu.

"Jenis tanaman yang sedang diminati berjenis Kaktus dan Sukulen. Jenis Kaktus ini diminati untuk perorangan seperti anak-anak muda. Kemudian, dari pelaku bisnis mulai dari pihak hotel, villa, dan restauran khususnya di daerah Canggu, Kuta, dan Badung. Terkadang membeli untuk keperluan hiasan,” jelas, Putu Robin Hermawan, salah satu pelaku usaha tanaman hias di daerah Jalan Raya Sempidi, Badung, Selasa (30/8).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun beberapa alasan kenapa anak muda senang dengan dua jenis tanaman hias tersebut, karena sangat mudah merawat dan bentuknya simpel.

"Jenis tanaman ini sangat bagus digunakan sebagai hiasan. Sedangkan untuk perawatannya juga tidak terlalu banyak, hampir sama dengan merawat tanaman berdaun lainnya. Apalagi termasuk jenis tanaman kering jadi penyiramannya, cukup hanya satu minggu sekali saja,” katanya.

Dirinya menyebutkan, dalam sehari lima sampai enam buah dua jenis tanaman ini mampu terjual dengan rata-rata anak muda peminatnya.

"Biasanya per hari laku 5 sampai 6 pot jenis Kaktus dan Sukulen ini. Anak-anak muda terlihat masih menyukai jenisnya yang sedikit ada warna-warnanya untuk Sukulen maupun Kaktus,” paparnya.

Menurut Robin, harga Kaktus maupun Sukulen yang diminati berkisar dari Rp20 sampai Rp50 ribuan.

"Harga mulai dari Rp25 sampai 30 ribu untuk yang lebih berwarna, sedangkan untuk bentuk lebih unik diharga Rp50 ribu ke atas. Dengan permintaan paling ramai di hari-hari libur,” sebutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dirinya menambahkan, prospek tanaman hias jenis Kaktus dan Sukulen ke depan masih bagus, jika dibandingkan jenis tanaman hias berdaun. Hal tersebut disebabkan, kondisi dan peminatnya cendrung naik turun. 

Sebagai pelaku usaha kecil, Hermawan sangat berharap, pemerintah memperhatikan para pelaku usaha kecil khususnya di bidang usaha tanaman hias. (asi/hen) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi tegur kontraktor yang bangun gedung memakan jalan provinsi tanpa IMB. Proyek harus dibongkar, ia sebut kontraktor ‘Bapak Pelit'. Simak beritanya!
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak besok, 10 April 2026, untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Panduan strategi finansial harian.
Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, membeberkan kondisi terkini timnya jelang laga lawan Bali United pada pekan ke-27 BRI Super League 2025-2026.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.

Trending

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 10 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Panduan harian agar keputusan uang lebih bijak dan strategis.
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Seorang pemain timnas memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi. Hal ini seiring dengan larangan bermain di Liga Belanda.
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung imbas temuan dugaan abaikan aturan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tanpa KTP pemilik pertama.
Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Seorang pemain timnas telah memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi usai kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Hal ini bisa berimplikasi kepada ketersediaannya di FIFA Matchday.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT