News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gunung Ili Lewotolok Lontarkan Lava, Warga Lembata Panik

Letusan Gunung Ili Lewotolok disertai lontaran lava ke arah barat sejauh 500 meter. Gunung itu juga mengeluarkan kolom abu setinggi 1.200 meter disertai lava
  • Reporter :
  • Editor :
Sabtu, 2 Juli 2022 - 06:58 WIB
Letusan Gunung Ili Lewotolok di Lembata, Jumat (1/7/2022) malam
Sumber :
  • Tovik Koban

Lembata, Nusa Tenggara Timur- Gunung Ili Lewotolok, kembali mengalami erupsi. Gunung api itu meletus 2 kali pada Jumat (1/7/2022) malam.

Pada pukul 18.50 WITA, letusan Gunung Ili Lewotolok disertai lontaran lava ke arah barat sejauh 500 meter. Dan pukul 21.38 WITA, gunung api itu kembali erupsi dengan ketinggian kolom abu teramati setinggi 1.200 meter dari puncak gunung, disertai lontaran lava pijar ke segala arah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Setelah petang tadi erupsi dengan ketinggian 1.300 meter, malam ini gunung kembali erupsi 2 kali disertai lontaran lava pijar ke segala arah. Erupsi ini terekam di sesmogram dengan amplitudo maksimum 38 mm dan durasi selama 59 detik," ungkap Ketua Pos Pengamatan Gunung api Ile Lewotolok, Stanislaus Arakian, kepada tvOnenews, Jumat malam. 

Dikatakan Arakian, letusan Ili Lewotolok malam ini disertai gemuruh kuat. Dan untuk menghindari risiko, dia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah Gunung Ili Lewotolok, radius 3,5 km untuk sektor tenggara, radius 4 km untuk sektor timur dan timur laut. 

Arakian meminta warga Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona Lembata agar selalu mewaspadai potensi ancaman guguran lava pijar dan awan panas dari bagian timur puncak/kawah Gunung Ili Lewotolok. 

"Meski terjadi gemuruh kuat, dari pos gunung api belum merekomendasikan untuk evakuasi. Kami terus pantau vulkaniknya. Namun demkian koordinasi tingkat desa dan BPBD terus kita lakukan," kata Arakian. 

Sementara itu sejumlah warga desa yang berada di kaki gunung dengan ketinggian 1.423 meter ini mengaku panik lantaran letusan dibarengi dengan hujan abu vulkanis, tepatnya di Desa Bungamuda, Desa Amakaka, dan sekitarnya bahkan sampai ke Lewoleba. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Warga panik. Namun kita arahkan agar tetap tenang selalu waspada. Kita juga mengimbau agar menggunakan masker demi kesehatan menyusul terjadinya hujan abu vulkanis," kata Tofik Lagamaking, Kepala Dusun Bungamuda. 

Lagamaking berharap, pihak pos pengamat maupun BPBD Kabupaten terus memberikan informasi perkembangan aktivitas gunung agar warga desa tidak panik. (ofk/act)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi percobaan penyitaan paksa kendaraan oleh kelompok debt collector atau penagih utang atau yang akrab disapa "mata elang" kembali meresahkan warga.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT