News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

BNN-ONCB Thailand Perkuat Pengawasan Kejahatan Narkotika di Golden Triangle

BNN RI dan ONBC Thailand memperkuat kerja sama pengawasan dan penanggulangan kejahatan narkotika di kawasan perbatasan laut jaringan golden triangle.
Selasa, 28 November 2023 - 15:04 WIB
Kerjasama BNN dan ONCB Thailand
Sumber :
  • alfani syukri

Badung, tvOnenews.com - Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia dan Office of the Narcotics Control Board (ONBC) Thailand memperkuat kerja sama pengawasan dan penanggulangan kejahatan narkotika di kawasan perbatasan laut jaringan golden triangle.

Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN RI Inspektur Jenderal Polisi Agus Irianto di Kuta, Kabupaten Badung, Selasa (28/11) mengatakan, kegiatan bilateral meeting BNN RI dengan ONCB Thailand sebenarnya adalah sebagai salah satu kegiatan rutin yang digelar secara bergantian di kedua negara. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya kerja sama dengan Thailand sangat strategis dimana kondisi geografis Indonesia yang terletak diantara negara-negara regional ASEAN punya masalah yang sama terhadap narkotika.

"Kita sama-sama punya perbatasan dengan tiga negara berbatasan darat dan 10 negara berbatasan laut, dan ini merupakan celah atau tantangan buat kita dalam mengatasi narkotika di perbatasan, sehingga kita banyak membicarakan bagaimana ke depannya kita meningkat kerja sama, khususnya hari ini antara Indonesia dengan Thailand," kata Irianto.

Jaringan narkoba golden triangle (segitiga emas) merupakan sebutan untuk penjualan opium atau jaringan narkotika yang beroperasi di Myanmar, Thailand dan Laos. Kawasan Golden Triangle tersebut dikenal sebagai negara yang berbahaya dan sangat rentan terhadap penyeludupan dan peredaran gelap bidang narkotika.

Irianto menjelaskan pada pertemuan tersebut, BNN RI dan ONCB Thailand membicarakan secara detail semua aspek dari pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) serta penindakan hukum dan kerja sama lainnya.

Apalagi Indonesia dan Thailand dua-duanya masih merupakan negara tujuan narkotika.

"Kita ada titik krusial yang harus lakukan pencegahan yaitu perbatasan antara Indonesia dan Thailand ada di ujung Pulau Sumatra. Ada beberapa kasus transitment yang yang datang dari antara perairan Andaman-Nicobar perbatasan antara Indonesia dan India, terus ada kapal-kapal nelayan dari Indonesia maupun Vietnam yang sudah mengambil narkobanya dari kapal besar ke kapal kecil," katanya.

Pada momentum pertemuan tersebut, Irianto mengatakan, Indonesia dan negara yang dijuluki Negeri Gajah putih itu sepakat merancang patroli bersama di wilayah perairan laut karena adanya potensi peningkatan narkotika melalui wilayah laut meskipun secara frekuensi angka prevalensi narkotika di Indonesia sedikit agak menurun pada tahun ini.

Ketika ditanya terkait konflik kepentingan antara kedua negara terutama dalam penindakan masalah narkotika jenis ganja, dimana Thailand telah melegalisasi ganja sedangkan Indonesia dengan tegas menolak legalisasi ganja seperti yang termaktub dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1976 tentang Pengesahan Konvensi Tunggal Narkotika 1961, UN Single Convention on Narcotic and Drugs Tahun 1961, Irianto menjelaskan, legislasi ganja di Thailand mesti dipahami secara mendalam.

"Tidak ada terminologi legalisasi di Thailand, jadi merupakan pembatasan bahwa tidak semuanya orang boleh pakai. Tadi dijelaskan sendiri dari pihak Thailand bahwa tidak ada terminologi legalisasi, yang ada pembatasan. Untuk keperluan pengobatan pun terbatas. Tidak ada legalisasi ganja," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, kerja sama tersebut dipandang starategis menguntungkan kedua negara dan tidak menimbulkan konflik dalam penindakan peredaran gelap narkota jaringan golden triangle.

"Ada satu titik di Thailand yang berbatasan dengan negara lain, yaitu dengan Laos kemudian dengan Myanmar, untuk kegiatan ini ada Operation Delta Mekong jadi mereka juga melakukan usaha-usaha bersama, karena mereka yang berbatasan langsung. Kita hanya berbicara terkait dengan hal-hal yang bisa dilakukan bersama antara dua negara," kata Irianto. (asi/far)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT