News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Meski Pemprov Bali Sudah Sebar Buku Panduan Do's and Don’ts, Tapi Masih Banyak Bule yang Langgar Aturan di Bali

Buku panduan do's and don't yang disebar untuk menekan perilaku bule nakal di Bali dinilai belum efektif, karena masih banyak WNA yang melanggar peraturan
  • Reporter :
  • Editor :
Rabu, 20 September 2023 - 13:57 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra
Sumber :
  • tvOne - aris wiyanto

Denpasar, tvOnenews.com - Buku panduan do's and don'ts yang disebar untuk menekan perilaku bule nakal di Bali dinilai belum efektif, karena masih banyak wisatawan asing yang melanggar peraturan, norma dan etika hingga viral di media sosial.

Merespon hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra menyatakan setiap panduan atau kebijakan akan membutuhkan waktu untuk sosialisasi dan benar-benar dipatuhi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, buku panduan wisata do's and don'ts di Bali resmi disebarkan oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bali dan jajaran Imigrasi serta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Kamis (8/6) lalu, kepada wisatawan asing yang datang ke Bali.

"Pengalaman kita selama ini apapun yang dibuat kan tidak dalam waktu singkat menghadirkan kepatuhan masyarakat, peraturan apapun pasti membutuhkan sosialisasi," kata dia, di Denpasar Bali, Rabu (20/9).

Ia juga menyatakan, sementara wisatawan asing di Pulau Dewata datang silih berganti dan itu perlu sosialisasi yang berlanjut kepada wisatawan asing yang baru datang.

"Jangan lupa juga wisatawan itu kan berganti antara yang datang dan yang akan datang sebelumnya. Hari ini kita sosialisasi dengan wisatawan yang datang di Bali, besok sudah datang wisatawan yang baru," katanya.

"Berbeda posisinya dengan masyarakat kita, masyarakat kita, masyarakat Bali yah hari ini itu, besok itu, kecuali yang baru lahir. Tapi kalau wisatawan kan berganti terus maka dari itu sosialisasinya terus kita lanjutkan," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara, saat ditanya sudah berapa banyak buku panduan disebar ke turis asing di Pulau Dewata. Pihaknya, menyatakan bahwa buku itu sekarang sudah bisa didapat secara digital lewat handphone.

"Iya zaman sekarang ini buku panduan yang sifatnya print out fisik itu kan nggak penting lagi. Kalian mau bawa buku-buku itu. Kan semuanya tersimpan di handphone. Sosialisasi hari ini semuanya melalui media yang lebih mudah yang lebih familiar. Kalian mau bawa buku-buku zaman sekarang ini kalau rapat bawa buku tebal-tebal, tidak lagi kan. Jadi, karena itu sosialisasinya kita menggunakan berbagai media online," katanya.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi percobaan penyitaan paksa kendaraan oleh kelompok debt collector atau penagih utang atau yang akrab disapa "mata elang" kembali meresahkan warga.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT