News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Aksi Demo di Gorontalo Ricuh, Wartawan  Jadi Korban Penganiayaan Oknum Sekuriti

Seorang wartawan media online di Gorontalo mendapat tindakan kekerasan atau dianiaya oleh oknum sekuriti saat meliput aksi demo, di salah satu perusahaan yang
Kamis, 16 Februari 2023 - 23:24 WIB
Aksi Demo di Gorontalo Ricuh, Wartawan Jadi Korban Penganiayaan Oknum Sekuriti
Sumber :
  • tim tvone/I Kadek

Gorontalo, tvOnenews.com - Seorang wartawan media online di Gorontalo mendapat tindakan kekerasan atau dianiaya oleh oknum sekuriti saat meliput aksi demo, di salah satu perusahaan yang ada di Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Rabu (15/2/2023).

Pimpinan redaksi media online barakati.id, Ronal S Bidjuni menyatakan, akibat tindakan kekerasan itu, korban yang diketahui bernama Isran Doda mengalami trauma, karena takut sudah mendapat ancaman dari pelaku.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sebenarnya korban ingin kita hadirkan di sini, Cuma dia masih trauma, karena kemarin setelah dia selesai melakukan peliputan, dia mendapatkan pengancaman akan dicari, makanya hari ini dia tidak bersedia untuk hadir karena takut,” Kata Ronal S Bidjuni

Saat ini korban yang didampingi sejumlah rekan-rekan wartawan lainya sudah datang melaporkan tindak kekerasan tersebut ke pihak Polres Pohuwato, Kamis (16/2/2023).

“Kami juga sudah melakukan laporan ke Polres Pohuwato, Insya allah laporan tersebut bias diproses secara transparan, dan dapat memberikan efek jera kepada pelaku-pelaku kekerasan terhadap pers,” Ucap Ronal S Bidjuni

Laporan kekerasan terhadap wartawan tersebut sudah diterima oleh Pihak Polres Pohuwato, dan akan segera ditindak lanjuti.

“Masalah penganiayaan yang terjadi di Perusahaan IGL Popayato, kita sudah melaksanakan pengambilan laporan polisi dengan membuat surat pengantar pisum dan Surat Tanda Laporan Polisi. Selanjutnya menunggu disposisi dari kapolres dan selanjutnya akan diteruskan ke penyidik,” Jelas Kanit SPKT Polres Pohuwato, Bripka Idris Efendi

Sebelumnya korban dan sejumlah rekan wartawan melakukan peliputan aksi demo masyarakat yang menuntut pihak perusahaan (PT IGL) mempekerjakan kembali para pekerja lokal yang sudah dipecat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aksi tersebut ricuh, saat salah seorang yang diduga oknum sekuriti adu mulut dengan massa aksi. Suasana semakin memanas sehingga pihak kepolisian dan TNI mencoba menenangkan kericuhan.

Saat sedang merekam kericuhan demo, korban didatangi oleh salah seorang pria yang mengamuk, pria tersebut mencoba memukul dan merampas kamera milik korban. (iks/aag)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT