News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tergiur Harga Mahal, Seorang Pria Rela Cat Cabai Hijau Jadi Merah | tvOne

Jumat, 1 Januari 2021 - 20:00 WIB
  • Reporter :

Temanggung, Jawa tengah – Polisi menangkap seorang petani Cabai asal Desa Nampirejo, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah karena mewarnai cabai Rawit hijau muda dengat Cat warna merah. Petani berinisial BN tersebut mengaku sengaja melakukan hal itu karena tergiur dengan harga mahal cabai rawit merah.

Aksi BN ini terungkap berkat laporan pedagang di Pasar Wage, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa, 29 Desember 2020. kemudian ditindaklanjuti dengan pengecekan oleh instansi terkait, seperti Loka POM Banyumas, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyumas, serta Polresta Banyumas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari hasil pengecekan tersebut, diketahui ada lima pedagang yang mendapatkan cabai rawit merah yang dioplos dengan cabai rawit hijau muda berpewarna. Masing-masing mendapatkan satu kardus berisi cabai rawit sebanyak 30 kilogram.

Selain di Pasar Wage, cabai Rawit berpewarna merah itu juga ditemukan di Pasar Cerme Baturraden dan Pasar Kemutus Sumbang.

Polisi pun bergerak untuk menyelidiki kasus ini karena cabai rawit yang diwarnai dengan cat bisa berbahaya bila dikonsumsi masyarakat.

Setelah petugas melakukan penyelidikan, mereka mendapatkan petunjuk bahwa cabai tersebut berasal dari petani Desa Nampirejo, Temanggung.

Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi, di Temanggung, saat merilis penangkapan BN, Kamis (31/12) mengungkapkan, pelaku mencampur cabai rawit hijau dengan pewarna sehingga cabai tersebut menyerupai cabai rawit merah yang harganya lebih mahal.

"Perbuatan pelaku didasari cabai hijau dengan cabai merah harganya terpaut jauh. Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, cabai hijau itu diwarnai menyerupai cabai merah," katanya.

Pelaku diamankan pada Rabu (30/12) malam di rumahnya di Desa Nampirejo, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung.

Kapolres menyebutkan dalam kasus ini polisi menyita barang bukti berupa cabai hijau yang diberi pewarna oranye dan cat pewarna.

"Kasus ini kami gelar lebih cepat agar masyarakat waspada dan tidak membikin suasana gaduh, karena dalam beberapa hari ini kita mendapat kabar adanya distribusi cabai yang tidak sesuai dengan standar kesehatan yang diberi pewarna bukan pewarna makanan," katanya.

Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Ni Made Srinitri mengatakan pelaku mencampur cabai yang diberi pewarna tersebut dengan cabai berkualitas bagus dan dimasukkan karung kemudian dijual ke pedagang pengumpul.

"Alasan pelaku melakukan perbuatan tersebut untuk mendapatkan harga cabai yang lebih tinggi, yang saat ini harga cabai kualitas bagus atau berwarna merah memiliki harga jual lebih bagus dari pada cabai warna hijau," katanya.

Pelaku BN menuturkan melakukan perbuatan tersebut baru sekali dengan volume lima hingga enam kilogram. Dia juga mengaku baru pertama kali melakukan ini.

“Saya (melakukannya) sendirian. Sebenarnya hanya iseng, karena masalah harga ini. Yang putih (cabai rawit berwarna hijau muda) harganya Rp20 ribum yang merah Rp45 ribu. (Yang diwarnai) cuma lima kilogram,” ungkap BN.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus Cabai berpewarna yang meresahkan masyarakat ini terungkap berkat kerja sama Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas dengan Polres Temanggung, Jawa Tengah. (act)

Lihat juga: JELANG AKHIR TAHUN 2020, HARGA KEBUTUHAN POKOK NAIK 

Berita Terkait

Topik Terkait

Jangan Lewatkan

TNI-Polri Dapat Jatah Lebih Banayk Jadi Petugas Haji Tahun Ini

TNI-Polri Dapat Jatah Lebih Banayk Jadi Petugas Haji Tahun Ini

Kementerian Haji dan Umrah RI menagkui adanya kenaikan siginifikan petugas haji dari insur TNI dan Polri.
Cabut Izin Operasional 28 Perusahaan Penyebab Bencana Suamtera-Aceh, Kemen LH Bakal Bahas Nasib Karawan dengan Kemenaker

Cabut Izin Operasional 28 Perusahaan Penyebab Bencana Suamtera-Aceh, Kemen LH Bakal Bahas Nasib Karawan dengan Kemenaker

Sebanyak 28 perusahaan yang berkontribusi terjadinya bencana alam di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat dicabut izinnya oleh pemerintah.
Tindaklanjut Instruksi Presiden, Kemen LH Cabut Izin Operasonal 28 Perusahaan Penyebab Bencana Sumatera-Aceh

Tindaklanjut Instruksi Presiden, Kemen LH Cabut Izin Operasonal 28 Perusahaan Penyebab Bencana Sumatera-Aceh

Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH) mengaku te;ah mencabut izin operasional 28 perusahaan yang dinilai jadi faktor terjadinya bencana alam di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Kapolri Resmikan Direktorat PPA dan PPO, Ini Daftarnya

Kapolri Resmikan Direktorat PPA dan PPO, Ini Daftarnya

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, meresmikan Direktorat PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) dan PPO (Pidana Perdagangan Orang) di 11 Polda dan 22 Polres, untuk memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak.
Tiga Kali Jadi Runner-Up di Turnamen Super 500, Putri KW Penasaran Juara di Indonesia Masters 2026

Tiga Kali Jadi Runner-Up di Turnamen Super 500, Putri KW Penasaran Juara di Indonesia Masters 2026

Putri KW memastikan tempat di babak kedua Indonesia Masters 2026 usai menaklukkan wakil Taiwan, Sung Shuo Yun, lewat kemenangan dua gim langsung 21-15, 21-15. 
Arif/Ken Tak Terbendung, Indonesia Mantap di Jalur Emas di ASEAN Para Games 2025

Arif/Ken Tak Terbendung, Indonesia Mantap di Jalur Emas di ASEAN Para Games 2025

Pasangan para panahan putra Indonesia, Arif Firmansyah dan Ken Swagumilang berhasil melangkah ke babak final nomor compound ganda putra ASEAN Para Games (APG) 2025 setelah menaklukkan wakil Filipina, Burgos Marzel dan Angelo Manangdang.
Operasi 28 Perusahaan Penyebab Bencana Sumatera-Aceh Dicabut Izinnya

Operasi 28 Perusahaan Penyebab Bencana Sumatera-Aceh Dicabut Izinnya

Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH) mengungkap pencabutan izin terhadap 28 perusahaan usai menjadi penyebab bencana di Sumatera-Aceh.
Siapa Sih Paulo Ricardo? Disebut-sebut Jadi Bek Anyar Persija Jakarta, Kini Sudah Jalani Medical Check-up

Siapa Sih Paulo Ricardo? Disebut-sebut Jadi Bek Anyar Persija Jakarta, Kini Sudah Jalani Medical Check-up

Siapakah sebenarnya sosok yang pernah mencicipi atmosfer kompetisi Eropa ini hingga disebut-sebut akan bergabung dengan Persija Jakarta?
Tips Mengelola Keuangan ala Gen Z: Cara Cerdas Hadapi Kebutuhan Mendesak Tanpa Panik

Tips Mengelola Keuangan ala Gen Z: Cara Cerdas Hadapi Kebutuhan Mendesak Tanpa Panik

Salah satu langkah dasar yang penting bagi Gen Z adalah membedakan kebutuhan dan keinginan. Dana darurat seharusnya disiapkan sejak awal, meski dalam jumlah
Nahas! 8 Orang Tewas Kecelakaan Kereta Api Kontra Minibus di Tebing Tinggi

Nahas! 8 Orang Tewas Kecelakaan Kereta Api Kontra Minibus di Tebing Tinggi

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa nahas yang terjadi antara KA Sribilah Utama relas
ADVERTISEMENT