News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tanggal Ini Dalam Olahraga: 21 Januari 1959, Timnas Indonesia Tahan Bulgaria

Timnas Indonesia butuh banyak pertandingan persahabatan untuk mengasah kekuatan, apalagi menjelang turnamen besar. Pada 1950-an, Timnas pernah melawan Bulgaria.
Sabtu, 21 Januari 2023 - 06:08 WIB
Indonesia dan Bulgaria lakukan uji coba menjelang kualifikasi Olimpik 1960.
Sumber :
  • tvonenews

tvOnenews.com – Timnas Indonesia butuh banyak pertandingan persahabatan untuk mengasah kekuatan, apalagi menjelang turnamen besar. Pada 1950-an, Timnas pernah melawan Bulgaria.

Pada suatu masa, tim nasional (Timnas) sepakbola Indonesia rajin mengikuti turnamen internasional, bahkan menjadi juara. Timnas juga gencar melakukan pertandingan persahabatan, sebagai upaya memberi pengalaman tanding bagi pemain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertandingan persahabatan terjadi tidak hanya dengan tetangga-tetangga di kawasan Asia, tapi juga dengan negara-negara jauh dari Eropa Timur, seperti Bulgaria.

 

Timnas Undang Bulgaria ke Jakarta

21 Januari 1959, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mengundang tim dari Bulgaria untuk melakukan pertandingan persahabatan di Jakarta. Pertemuan terjadi di Lapangan Ikada, di daerah yang kelak menjadi lokasi Monumen Nasional (Monas).

Partai persahabatan merupakan uji coba bagi masing-masing tim untuk mengasah kekuatan menjelang tampil di turnamen resmi. Indonesia menyiapkan Timnas yang akan bersaing pada kualifikasi Olimpik 1960 zona Asia.

Timnas juga bersiap untuk berkiprah di Merdeka Tournament atau Pestabola Merdeka 1960, yang merupakan kejuaraan tahunan untuk memperingati hari kemerdekaan Malaysia.

Tim tamu juga punya maksud kala berkunjung di Jakarta. Bulgaria bertujuan melakukan penjaringan atau seleksi pemain untuk membentuk tim nasional yang akan berjuang merebut tiket lolos ke Olimpik 1960 melalui kualifikasi di Eropa.

 

Kekuatan Tim Antun Pogacnik

Setelah berhasil tampil perdana di cabang sepakbola Olimpik dan membuat kejuatan di Melbourne, Australia pada 1956, Indonesia ingin hadir lagi di perhelatan paling megah. PSSI berharap, Timnas dapat lolos ke Olimpik 1960 di Roma, Italia.

Untuk membiasakan para pemain melawan negara-negara Eropa, PSSI di bawah Ketua Umum Maladi mengundang tim dari Benua Biru.

Pelatih Antun Pogacnik, yang berasal dari Yugoslavia, berperan dalam komunikasi dengan negara-negara Eropa Timur, termasuk Bulgaria, agar bersedia melakukan pertandingan persahabatan.

Melatih Timnas sejak 1954, Pogacnik telah memberi sejumlah catatan positif. Ia membawa Pasukan Garuda menempati peringkat keempat Asian Games 1954, lalu sejarah perempat final Olimpik 1956, runner up Pestabola Merdeka 1957.

Pogacnik kemudian meningkatkan prestasi Timnas dengan merebut medali perunggu atau peringkat ketiga Asian Games 1958. Tim Merah-Putih juga menempati urutan ketiga Pestabola Merdeka 1958.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, Bulgaria ialah peraih medali perunggu Olimpik 1956 di Melbourne. Namun di Jakarta, tim binaan pelatih Krum Milev tak bisa menundukkan Timnas Indonesia pada pertandingan persahabatan.

Bertarung alot selama dua babak, dua tim gagal mencetak gol. 21 Januari 1959, skor 0-0 mewarnai pertandingan persahabatan Timnas Indonesia dan tim Bulgaria B di Jakarta. (raw)

Klasemen
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.
background

Pekan ke-18

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT