News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tanggal Ini Dalam Olahraga: 18 Januari 1968, Timnas Indonesia Persulit Thailand di Olimpik

Timnas Indonesia dan Thailand terus bersaing. Arena persaingan tersedia di semua model kompetisi sepakbola, termasuk kualifikasi Olimpik, seperti pada 1968.
Rabu, 18 Januari 2023 - 05:18 WIB
Indonesia sulitkan Thailand pada kualifikasi Olimpik 1968.
Sumber :
  • tvonenews

tvOnenews.com – Timnas Indonesia dan Thailand terus bersaing. Arena persaingan tersedia di semua model kompetisi sepakbola, termasuk kualifikasi Olimpik, seperti pada 1968.

Tim nasional (timnas) sepakbola Indonesia potensial menjadi kekuatan di Asia. Timnas menggebrak pada inaugrasi Asian Games 1951 di India dengan menembus perempat final.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Timnas bahkan menempati peringkat keempat pada edisi selanjutnya di Manila 1954 dan merebut medali perunggu di Jepang 1958 sebelum tim utusan PSSI justru terhenti pada fase grup kala menjadi tuan rumah Asian Games untuk kali pertama pada 1962.

Pada dua hajatan berikutnya, Tim Merah-Putih mencatat prestasi sama secara berturut-turut pula. Tim Garuda sampai perempat final Asian Games 1966 dan 1970 di tempat yang sama, Bangkok, Thailand.

 

Timnas Jelajahi Thailand

Di antara dua Asian Games, Thailand juga menjadi tuan rumah pertandingan kualifikasi Olimpik 1968 cabang sepakbola kategori putra. Timnas Indonesia turut bersaing di Bangkok.

Berada di Grup B atau Grup 2, Indonesia bersaing dengan tuan rumah Thailand dan Iraq. Tiga peserta lain, yakni Hong Kong, Malaysia, dan Pakistan mengundurkan diri, sehingga panitia mengubah sistem pertandingan demi asas keadilan.

Dari seharusnya tiap tim akan bertanding lima kali dengan sistem setengah kompetisi, kini tiga negara tersisa harus saling berhadapan dua kali seperti sebuah liga.

Setelah mengalahkan Iraq pada pertandingan pertama Grup 2, Timnas Indonesia siap menantang tuan rumah Thailand pada 18 Januari 1968.

 

Persulit Thailand di Bangkok

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penonton di Stadion Supachalasai, Bangkok, menyaksikan sebuah pertandingan ketat di antara dua negara Asia Tenggara. Kendati sebagai tamu, tim arahan pelatih Ernest Alberth Mangindaan tidak ingin membiarkan Thailand merebut kemenangan dengan mudah.

Namun keberuntungan memihak penjamu. Setelah bertarung alot, tuan rumah menang 2-1 pada laga kualifikasi Olimpik 1968 Grup 2 di Bangkok, pada 18 Januari 1968, hanya beberapa bulan sebelum Timnas Indonesia datang lagi untuk jadi juara Piala Raja Thailand 1968. (raw)

Klasemen
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
background

Pekan ke-20

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT